Wali Kota Tangerang Sachrudin Tegaskan Soal Jalan Rusak, TPS Liar hingga Aduan Warga Diminta Tuntas Tanpa Alasan

Kilas Banten
12 Mei 2026 23:00
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Wali Kota Tangerang Sachrudin melontarkan peringatan tegas kepada seluruh jajaran Pemerintah Kota Tangerang. Ia meminta seluruh aparatur bergerak cepat menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat, mulai dari jalan rusak, tempat pembuangan sampah liar, hingga aduan warga yang selama ini dinilai lambat ditangani.

 

Instruksi keras itu disampaikan Sachrudin saat memimpin Rapat Evaluasi Kewilayahan di Ruang Akhlakul Karimah, Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang. Pertemuan tersebut dihadiri kepala perangkat daerah, camat, dan lurah se-Kota Tangerang.

 

Dalam arahannya, Sachrudin menegaskan pelayanan publik tidak boleh berhenti pada rapat dan pembahasan semata. Menurut dia, masyarakat membutuhkan tindakan nyata dan solusi cepat di lapangan.

 

“Camat dan lurah harus memperkuat komunikasi dengan dinas terkait. Jangan sampai persoalan yang sama terus berulang, seperti TPS liar, jalan berlubang, dan persoalan lingkungan lainnya. Semua harus segera ditangani. Respons aduan masyarakat harus cepat, tepat, dan solutif, bukan sekadar retorika,” kata Sachrudin, Selasa, 12 Mei 2026.

 

Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Pemkot Tangerang ingin mempercepat pola kerja birokrasi yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Sachrudin menilai koordinasi antarwilayah dan organisasi perangkat daerah menjadi faktor penting dalam mempercepat penyelesaian masalah di lapangan.

 

Ia meminta seluruh camat dan lurah aktif memantau kondisi lingkungan di wilayah masing-masing. Setiap persoalan yang membutuhkan penanganan lintas dinas juga diminta segera dilaporkan agar tidak berlarut-larut.

 

Menurut Sachrudin, sejumlah persoalan lingkungan sebenarnya bisa dicegah sejak awal jika pengawasan dilakukan secara maksimal. Karena itu, aparatur kewilayahan diminta lebih sigap membaca kondisi sosial dan lingkungan masyarakat.

 

Persoalan sampah liar menjadi salah satu perhatian utama dalam rapat tersebut. Pemkot Tangerang menilai keberadaan TPS liar dan kawasan kumuh masih ditemukan di sejumlah titik. Kondisi itu dinilai dapat memicu persoalan kesehatan dan menurunkan kualitas lingkungan perkotaan.

 

Selain infrastruktur dan kebersihan lingkungan, Sachrudin juga menyoroti sektor kesehatan masyarakat. Ia menilai layanan kesehatan memiliki pengaruh besar terhadap produktivitas dan kualitas hidup warga Kota Tangerang.

 

“Persoalan kesehatan berdampak luas, mulai dari produktivitas hingga aktivitas sehari-hari. Karena itu, layanan kesehatan harus dimaksimalkan, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) terus kita dorong. Yang paling penting adalah pencegahan melalui kebersihan lingkungan yang harus dijaga bersama,” ujarnya.

 

Program Cek Kesehatan Gratis disebut menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak dini. Pemerintah juga terus mengampanyekan budaya hidup bersih sebagai upaya mencegah penyebaran penyakit di lingkungan permukiman.

 

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangerang Maryono menegaskan pentingnya kepemimpinan wilayah yang kuat dalam mendukung percepatan pelayanan publik. Menurut dia, masalah yang muncul di tengah masyarakat harus segera diselesaikan sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

 

Maryono juga menekankan pentingnya kolaborasi pentahelix dalam pembangunan daerah. Konsep tersebut melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media untuk bersama-sama menyelesaikan persoalan kota.

 

“Jika setiap pemimpin wilayah menjalankan perannya dengan baik dan kolaborasi pentahelix berjalan optimal, maka persoalan dapat diselesaikan sejak dini, sebelum menjadi besar. Ini harus menjadi kesadaran bersama,” kata Maryono.

 

Rapat evaluasi kewilayahan itu menjadi bagian dari upaya Pemkot Tangerang memperkuat pelayanan publik berbasis wilayah. Pemerintah berharap koordinasi yang semakin solid dapat mempercepat penanganan persoalan masyarakat secara efektif dan berkelanjutan.

 

Melalui percepatan penanganan jalan rusak, pengawasan TPS liar, peningkatan kebersihan lingkungan, serta penguatan layanan kesehatan, Pemkot Tangerang menargetkan kualitas hidup masyarakat terus meningkat seiring pertumbuhan kota yang semakin pesat.***