Warga Hibahkan Lahan Demi Masjid, Maryono Sebut Jadi Amal Jariah yang Pahalanya Mengalir Tanpa Henti

Kilas Banten
29 Jun 2026 08:19
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Semangat gotong royong kembali ditunjukkan masyarakat Kota Tangerang. Warga Garden City Residence, RW 015, Kelurahan Periuk, secara sukarela menghibahkan lahan untuk pembangunan Masjid Jami Al-Ikhlas. Langkah tersebut mendapat apresiasi langsung dari Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono, yang menyebutnya sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus amal jariah yang pahalanya akan terus mengalir.

 

Apresiasi itu disampaikan Maryono saat menghadiri prosesi peletakan batu pertama pembangunan Masjid Jami Al-Ikhlas pada Senin, 29 Juni 2026. Menurutnya, keputusan warga menyerahkan sebagian lahannya untuk kepentingan umum merupakan contoh nyata kebersamaan yang layak menjadi inspirasi bagi masyarakat di wilayah lain.

 

“Tentunya saya berterima kasih dan apresiasi atas wujud guyub dan kedermawanan warga RW 15. Tindakan ini merupakan wujud nyata dari kesalehan sosial yang sangat menginspirasi. InsyaAllah ini adalah sebuah ladang pahala jariah yang tidak akan terputus,” ujar Maryono.

 

Ia menilai keberadaan masjid memiliki fungsi yang jauh lebih luas dibanding sekadar tempat menunaikan ibadah. Rumah ibadah, kata dia, juga dapat menjadi pusat kegiatan sosial, pendidikan keagamaan, hingga wadah pembinaan masyarakat dalam mempererat hubungan antarwarga.

 

Maryono menambahkan, budaya gotong royong yang masih terpelihara di lingkungan masyarakat menjadi modal penting dalam menciptakan kawasan yang harmonis. Karena itu, ia berharap semangat kebersamaan yang terlihat sejak awal pembangunan dapat terus dijaga hingga masjid selesai dibangun dan mulai dimanfaatkan masyarakat.

 

Menurutnya, keberhasilan pembangunan rumah ibadah tidak hanya ditentukan oleh berdirinya bangunan fisik. Hal yang tidak kalah penting ialah bagaimana masyarakat mampu menghidupkan dan memakmurkan masjid melalui berbagai aktivitas keagamaan dan sosial.

 

“Saya berharap, momentum peletakan batu pertama ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh warga RW 015 untuk bahu-membahu merampungkan pembangunan masjid ini melalui swadaya dan gotong royong,” katanya.

 

Ia juga menegaskan bahwa partisipasi masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pembangunan fasilitas ibadah. Dukungan yang diberikan warga, baik berupa tenaga, dana, maupun bantuan lainnya, menunjukkan bahwa nilai kebersamaan masih tumbuh kuat di tengah kehidupan masyarakat Kota Tangerang.

 

Dalam kesempatan tersebut, Maryono memastikan Pemerintah Kota Tangerang siap memberikan dukungan sesuai ketentuan yang berlaku. Salah satu bentuk dukungan itu adalah membantu proses hibah lahan agar statusnya dapat ditetapkan sebagai fasilitas publik secara resmi.

 

Dengan status tersebut, Masjid Jami Al-Ikhlas berpeluang memperoleh bantuan pembangunan melalui program hibah Pemerintah Kota Tangerang pada tahun anggaran berikutnya. Pemerintah berharap seluruh proses administrasi dapat berjalan lancar sehingga pembangunan tidak mengalami hambatan.

 

Keberadaan masjid yang representatif dinilai akan meningkatkan pelayanan keagamaan bagi masyarakat sekitar. Selain menjadi tempat ibadah, masjid juga diharapkan menjadi ruang yang mampu memperkuat pendidikan karakter, kegiatan sosial, hingga pemberdayaan masyarakat.

 

Pembangunan Masjid Jami Al Ikhlas menjadi contoh nyata kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadirkan fasilitas publik yang bermanfaat. Sinergi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan tidak selalu bergantung pada pemerintah, tetapi juga dapat lahir dari kepedulian dan inisiatif warga.

 

Semangat yang ditunjukkan masyarakat Garden City Residence diharapkan dapat menginspirasi lingkungan lain di Kota Tangerang untuk terus mengembangkan budaya gotong royong. Melalui kebersamaan, masyarakat tidak hanya membangun sarana ibadah, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial yang menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat.

 

Kolaborasi seperti ini diyakini mampu menciptakan lingkungan yang lebih harmonis, religius, dan peduli terhadap kepentingan bersama. Dengan semangat tersebut, pembangunan yang dilakukan tidak hanya menghasilkan bangunan fisik, tetapi juga meninggalkan warisan nilai kebersamaan yang akan terus dirasakan oleh generasi mendatang.***