KILAS BANTEN – Sebanyak 7.071 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, mulai menerima Bantuan Pangan Beras (PBP) Tahap III dari pemerintah. Setiap penerima memperoleh 30 kilogram beras atau setara tiga karung yang didistribusikan melalui Perum Bulog.
Agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang berhak, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Jatiuwung melakukan pengawasan langsung selama proses distribusi. Monitoring juga melibatkan aparatur Kecamatan Jatiuwung sehingga penyaluran berlangsung tertib dan sesuai prosedur.
TKSK Jatiuwung, Muhammad Iqbal Ladhuni, mengatakan proses distribusi dilakukan selama dua hari di seluruh kelurahan yang berada di wilayah Kecamatan Jatiuwung.
Menurutnya, pengawasan menjadi langkah penting untuk memastikan bantuan pemerintah diterima oleh keluarga yang telah terdaftar sebagai penerima manfaat.
“Bantuan dari pemerintah berupa beras 30 kilogram untuk 7.071 orang KPM telah disalurkan di masing-masing kelurahan di Kecamatan Jatiuwung selama dua hari berturut-turut,” kata Iqbal, Rabu, 9 September 2026.
Iqbal menjelaskan setiap keluarga memperoleh jatah sebanyak 30 kilogram beras. Distribusi dilakukan oleh mitra Bulog, yakni PT JPL sebagai perusahaan transporter yang bekerja sama dengan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM).
Peran PSM cukup penting dalam proses tersebut. Mereka membantu membagikan surat undangan kepada penerima, mendampingi proses penyaluran hingga memastikan bantuan diterima langsung oleh warga yang berhak. Kolaborasi antarlembaga itu membuat distribusi berjalan lancar tanpa kendala yang berarti.
“Kami melakukan monitoring dan memastikan penyaluran bantuan pangan beras dilakukan tepat sasaran. Alhamdulillah seluruh proses distribusi terpantau berjalan dengan lancar,” ujar Iqbal.
Ia berharap bantuan pangan dari pemerintah mampu mengurangi beban ekonomi masyarakat, khususnya keluarga berpenghasilan rendah yang masih kesulitan memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
“Semoga bantuan ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Kecamatan Jatiuwung yang sangat membutuhkannya,” ucapnya.
Manfaat program tersebut dirasakan langsung oleh warga penerima. Salah satunya Maryam, warga Kelurahan Pasir Jaya. Ia mengaku bantuan beras sangat membantu kebutuhan keluarganya di tengah kondisi ekonomi yang masih terbatas.
Maryam mengatakan dirinya harus memenuhi kebutuhan tiga anak setiap hari, sementara penghasilannya hanya berasal dari berdagang asongan.
“Bantuan ini sangat bermanfaat untuk keluarga saya. Saya memiliki tiga orang anak yang harus dipenuhi kebutuhannya setiap hari, sementara saya hanya seorang pedagang asongan kecil,” ungkap Maryam.
Sementara itu, Iqbal menjelaskan data penerima bantuan mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang disampaikan Perum Bulog kepada masing-masing kelurahan.
Apabila terdapat perubahan penerima, pemerintah menggunakan daftar cadangan yang berasal dari kelompok desil 1 hingga desil 4. Data tersebut kemudian diverifikasi melalui aplikasi SIKNG oleh operator di tingkat kelurahan sebelum bantuan disalurkan.
Menurut Iqbal, penggunaan DTSEN dilakukan karena pemerintah pusat saat ini masih menjalankan sensus nasional sehingga data tersebut menjadi acuan sementara dalam penyaluran berbagai program bantuan sosial.
“Data bersumber dari DTSEN karena saat ini pemerintah pusat sedang fokus melakukan sensus nasional. Sementara itu, data pengganti dianjurkan berasal dari kelompok desil 1 sampai 4 karena mereka merupakan keluarga yang paling membutuhkan,” jelasnya.
Melalui pengawasan yang dilakukan TKSK bersama Pemerintah Kecamatan Jatiuwung, penyaluran Bantuan Pangan Beras Tahap III diharapkan semakin akurat dan tepat sasaran. Program ini juga diharapkan mampu membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan sekaligus menjaga ketahanan pangan keluarga di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih dihadapi sebagian warga.***






