KILAS BANTEN – Universitas Islam 45 Bekasi resmi memasuki babak baru dalam perjalanan institusinya. Kampus swasta yang telah puluhan tahun menjadi salah satu pusat pendidikan tinggi di Kota Bekasi itu kini resmi menggunakan nama Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM Indonesia) setelah memperoleh persetujuan pemerintah.
Perubahan nama tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 704/B/O/2026.
Dengan terbitnya keputusan tersebut, seluruh aktivitas kelembagaan kampus secara resmi menggunakan identitas baru sebagai Universitas Muhammadiyah Indonesia.
Transformasi ini tidak hanya sebatas pergantian nama. Perubahan tersebut menjadi bagian dari langkah besar dalam penguatan kelembagaan setelah pengelolaan kampus dialihkan dari Yayasan Pendidikan Islam (YPI) “45” Bekasi kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Alih pengelolaan itu dimulai pada 28 Agustus 2025 dan dilanjutkan dengan proses serah terima resmi pada September 2025.
Sejak saat itu, berbagai pembenahan dilakukan sebagai bagian dari persiapan perubahan identitas sekaligus penyusunan arah pengembangan kampus ke depan.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan perubahan tersebut membawa harapan besar bagi perkembangan pendidikan tinggi di Indonesia.
“Dari Kota Bekasi untuk Indonesia, kemudian mendunia,” ujar Haedar Nashir pada Selasa (13/7/2026).
Pernyataan itu menggambarkan visi Muhammadiyah yang ingin menjadikan UM Indonesia tidak hanya berkembang di tingkat lokal, tetapi juga mampu bersaing secara nasional hingga internasional.
Transformasi Menuju Kampus Berdaya Saing
Masuknya UM Indonesia ke dalam jaringan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat kualitas pendidikan.
Sebagai bagian dari jaringan PTMA yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, kampus ini memperoleh peluang lebih besar untuk meningkatkan mutu akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga tata kelola perguruan tinggi.
Muhammadiyah juga menyiapkan sejumlah program pengembangan yang disesuaikan dengan kebutuhan zaman. Salah satunya melalui pembukaan program studi baru yang mengikuti perkembangan industri, teknologi, serta kebutuhan dunia kerja.
Langkah tersebut diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi tinggi, adaptif terhadap perubahan, serta mampu bersaing di tingkat global.
Selain pengembangan akademik, transformasi ini juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai institusi pendidikan, dunia usaha, industri, maupun lembaga penelitian di dalam dan luar negeri.
Aktivitas Akademik Tetap Berjalan Normal
Meski telah resmi berganti nama, pihak kampus memastikan seluruh kegiatan akademik tetap berlangsung seperti biasa.
Mahasiswa aktif tetap menjalani perkuliahan sesuai jadwal. Seluruh program studi juga tetap berjalan tanpa perubahan.
Begitu pula dengan pelayanan administrasi, kegiatan kemahasiswaan, hingga proses akademik yang tetap dilaksanakan sebagaimana mestinya.
Penyesuaian hanya dilakukan pada aspek administratif, seperti penggunaan nama Universitas Muhammadiyah Indonesia pada ijazah, dokumen akademik, surat-menyurat, serta sistem informasi kampus.
Proses tersebut dilakukan secara bertahap agar tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar maupun pelayanan kepada mahasiswa.
Sejarah Panjang dan Profil Lengkap Unisma Bekasi
Sebelum menjadi Universitas Muhammadiyah Indonesia, kampus ini dikenal sebagai Universitas Islam 45 Bekasi atau UNISMA Bekasi.
Perguruan tinggi tersebut berdiri pada 1982 dan menjadi universitas pertama sekaligus salah satu yang terbesar di Kota Bekasi.
Kampus ini memiliki lahan seluas sekitar 10 hektare dan telah memperoleh akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).
Sejarah berdirinya UNISMA Bekasi berawal dari semangat pembangunan pendidikan masyarakat Bekasi.
Saat itu, Bupati Bekasi yang juga menjabat Ketua Yayasan Pendidikan Islam “45” Bekasi, H. Abdul Fatah, mendirikan Akademi Pembangunan Desa (APD) sebagai lembaga pendidikan bagi masyarakat.
APD yang awalnya beroperasi di Gedung Juang 45 Bekasi kemudian berkembang menjadi cikal bakal berdirinya Universitas Islam 45 Bekasi.
Seiring perjalanan waktu, kampus tersebut terus berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi swasta yang memiliki peran penting dalam penyediaan pendidikan tinggi di wilayah Bekasi dan sekitarnya.
Memiliki Puluhan Program Studi
Sebelum berganti nama menjadi Universitas Muhammadiyah Indonesia, UNISMA Bekasi telah menaungi tujuh fakultas dan satu sekolah pascasarjana.
Perguruan tinggi ini juga memiliki 28 program studi, termasuk lima program magister.
Pilihan program kuliahnya cukup beragam, mulai dari kelas reguler pagi, reguler sore atau malam, hingga kelas eksekutif bagi mahasiswa yang telah bekerja.
Skema tersebut memberikan fleksibilitas bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing.
Tidak hanya fokus pada kegiatan akademik, kampus ini juga menyediakan berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sebagai wadah pengembangan minat, bakat, kepemimpinan, hingga kreativitas mahasiswa.
Melalui berbagai organisasi dan kegiatan kemahasiswaan, mahasiswa didorong untuk memiliki kemampuan nonakademik yang dapat menunjang kesiapan menghadapi dunia kerja.
Menatap Masa Depan dengan Identitas Baru
Transformasi menjadi Universitas Muhammadiyah Indonesia menjadi fondasi baru bagi pengembangan institusi di masa depan.
Dengan dukungan penuh PP Muhammadiyah serta jaringan PTMA, kampus ini menargetkan peningkatan kualitas pendidikan, penguatan riset, perluasan kerja sama internasional, hingga lahirnya inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Perubahan identitas tersebut juga menjadi simbol komitmen kampus dalam mencetak lulusan yang unggul, berdaya saing, serta memiliki karakter kuat.
Melalui identitas baru sebagai Universitas Muhammadiyah Indonesia, kampus ini berharap dapat menarik lebih banyak calon mahasiswa dari berbagai daerah sekaligus memperluas kontribusinya dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Transformasi ini sekaligus menandai langkah baru sebuah perguruan tinggi yang telah memiliki sejarah panjang di Bekasi untuk terus berkembang menjadi kampus modern dengan orientasi nasional dan internasasional, tanpa meninggalkan nilai-nilai pendidikan yang menjadi fondasi sejak awal berdirinya.***

