Advertisement
Nasional

Rektor UIN Banten Dipercaya Jadi Dewan Ahli Nasional, Menag Nasaruddin Umar Kukuhkan Pengurus FN IKA PTKIN

Menteri Agama RI Prof Nasaruddin Umar mengukuhkan Pengurus Nasional FN IKA PTKIN di Jakarta. Dalam kepengurusan tersebut, Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Prof Muhammad Ishom, resmi dipercaya sebagai Dewan Ahli nasional.
Menteri Agama RI Prof Nasaruddin Umar mengukuhkan Pengurus Nasional FN IKA PTKIN di Jakarta. Dalam kepengurusan tersebut, Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Prof Muhammad Ishom, resmi dipercaya sebagai Dewan Ahli nasional.

KILAS BANTEN – Menteri Agama Republik Indonesia, Prof Nasaruddin Umar, resmi mengukuhkan jajaran Pengurus Forum Nasional Ikatan Alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (FN IKA PTKIN) periode terbaru.

Salah satu nama yang mendapat amanah dalam kepengurusan nasional tersebut ialah Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Prof Muhammad Ishom, yang dipercaya sebagai Dewan Ahli.

Pengukuhan berlangsung di Flores Ballroom, Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Agenda itu menjadi bagian dari Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Seminar Nasional bertema “Rekonstruksi Peradaban Islam untuk Membangun Dunia Baru” dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.

Sekitar 500 peserta menghadiri kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), organisasi alumni, kalangan guru besar, akademisi, hingga tokoh organisasi kemasyarakatan Islam dari berbagai daerah di Indonesia.

Susunan kepengurusan dibacakan oleh Sekretaris Jenderal FN IKA PTKIN, Prof Sahiron Syamsuddin. Struktur organisasi diisi oleh akademisi, tokoh nasional, serta sejumlah pejabat publik yang memiliki rekam jejak di bidang pendidikan, pemerintahan, dan pemberdayaan masyarakat.

Bayi Wonosobo Bernama Muhammad MBG Subianto, Orang Tua Ungkap Alasan Haru di Balik Nama Unik

Dalam kepengurusan itu, Prof Muhammad Ishom resmi dilantik sebagai Dewan Ahli FN IKA PTKIN. Penunjukan tersebut menjadi bentuk kepercayaan sekaligus apresiasi atas kontribusinya dalam mengembangkan pendidikan tinggi keagamaan Islam, khususnya melalui kepemimpinannya di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

Ketua Umum FN IKA PTKIN, Dr Idrus Marham, mengatakan kepengurusan baru akan diarahkan menjadi organisasi yang profesional, produktif, dan mampu menghasilkan gagasan strategis bagi kemajuan bangsa.

“Kita ingin mendesain organisasi ini sebagai sebuah organisasi yang ketika muncul orang berkata luar biasa karena ada prestasi. Anggotanya adalah para guru besar dan alumni perguruan tinggi, sehingga ke depan Forum Nasional IKA PTKIN memiliki pikiran-pikiran cerdas untuk melayani umat dan membangun bangsa,” ujar Idrus Marham, Selasa (14/7/2026).

Menurut Idrus, forum alumni PTKIN harus menjadi ruang kolaborasi bagi para intelektual Muslim. Pengalaman para alumni dipadukan dengan kapasitas akademik para guru besar diyakini mampu melahirkan solusi atas berbagai tantangan nasional, terutama dalam memperkuat kualitas pendidikan Islam di Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa alumni memiliki peran besar dalam memperkuat almamater sekaligus membentuk karakter generasi muda di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Unisma Bekasi Kini Resmi Berganti Nama Jadi Universitas Muhammadiyah Indonesia, Cek Profil Lengkapnya

Ia menilai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi harus berjalan seiring dengan penguatan nilai spiritual agar generasi muda memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kedalaman moral.

“Kita perlu perkenalkan suasana kebatinan, suasana spiritual, suasana kontemplatif pada kaum muda kita, sebab mereka itu ada keseimbangan antara dunia rasional yang sedemikian sophisticated-nya, tapi juga harus menemukan suasana kebatinan yang sedemikian dalamnya,” kata Nasaruddin Umar.

Menag juga mengingatkan pentingnya menjadikan agama sebagai perekat kehidupan berbangsa.

Menurutnya, perbedaan merupakan kenyataan yang harus dikelola dengan bijaksana, bukan dijadikan alasan untuk memecah persatuan.

“Agama sebaiknya kita tampilkan sebagai faktor centripetal-nya (menyatukan), jangan ditampilkan faktor centrifugal (memecar ke berbagai sudut). Kita harus membiasakan generasi muda jangan memaksakan sesuatu yang berbeda itu disamakan, tapi juga jangan memaksakan yang sama itu untuk dibedakan,” tegasnya.

Jelang Muktamar NU ke-35, PCNU Kota Serang Gaungkan Persatuan dan Etika, Tegaskan Muktamar Bukan Ajang Perpecahan

Usai prosesi pelantikan, Menteri Agama menyerahkan bendera pataka kepada Ketua Umum FN IKA PTKIN, Idrus Marham. Penyerahan pataka menjadi simbol dimulainya masa bakti kepengurusan nasional yang baru.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Rakernas yang membahas program kerja setiap bidang kepengurusan. Forum tersebut diharapkan menghasilkan langkah strategis untuk memperkuat sinergi antarlulusan PTKIN, meningkatkan kontribusi alumni terhadap pengembangan pendidikan tinggi Islam, memberdayakan masyarakat, serta mendukung pembangunan nasional melalui berbagai gagasan, inovasi, dan kolaborasi yang berkelanjutan.***

× Advertisement
× Advertisement