Advertisement
Banten

Baduy Dipilih Jadi Lokasi KKN Nusantara 2026, Prof Ishom Beberkan Alasan Besar di Balik Keputusan Strategis Ini

Rektor UIN SMH Banten Prof Muhammad Ishom saat membuka KKN Nusantara VI PTK se-Indonesia 2026 yang akan dilaksanakan di kawasan adat Baduy, Kabupaten Lebak.
Rektor UIN SMH Banten Prof Muhammad Ishom saat membuka KKN Nusantara VI PTK se-Indonesia 2026 yang akan dilaksanakan di kawasan adat Baduy, Kabupaten Lebak.

KILAS BANTEN – Kawasan adat Baduy di Kabupaten Lebak kembali mendapat perhatian nasional. Wilayah yang dikenal mampu menjaga tradisi serta kelestarian lingkungan itu resmi ditetapkan sebagai lokasi pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nusantara VI Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) se-Indonesia Tahun 2026.

Pemilihan Baduy bukan tanpa alasan. UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten menilai kawasan tersebut memiliki nilai ekoteologi yang masih dijaga secara konsisten oleh masyarakat adat. Kondisi itu menjadikan Baduy sebagai laboratorium pembelajaran yang ideal bagi mahasiswa dari berbagai daerah.

Rektor UIN SMH Banten, Prof Muhammad Ishom, mengatakan peserta KKN Nusantara tidak hanya menjalankan program pengabdian kepada masyarakat. Mereka juga akan mempelajari secara langsung cara masyarakat Baduy menjaga hubungan yang harmonis antara manusia, alam, dan nilai-nilai spiritual yang diwariskan secara turun-temurun.

Pernyataan tersebut disampaikan Prof Ishom saat membuka KKN Nusantara VI PTK se-Indonesia di Kampus UIN SMH Banten, Kota Serang, Rabu (15/7/2026) kemarin.

Menurutnya, UIN SMH Banten tahun ini mengelola sekitar 1.400 mahasiswa peserta KKN. Dari jumlah tersebut, sebanyak 240 mahasiswa merupakan delegasi KKN Nusantara yang berasal dari berbagai perguruan tinggi keagamaan di Indonesia.

Pemkot Tangerang Percepat Penataan Jaringan Utilitas Bawah Tanah, Penertiban Kabel Dilakukan Bertahap

“Tahun ini UIN Banten mengelola total 1.400 mahasiswa KKN, dengan 240 di antaranya merupakan delegasi khusus KKN Nusantara. Kami sengaja memilih tema ‘Merawat Ekoteologi’ karena pada dasarnya orang Baduy memiliki nilai-nilai ekoteologis yang luar biasa,” ujar Prof Ishom, Kamis (16/7/2026).

Ia menjelaskan, masyarakat Baduy telah lama menjadi contoh nyata dalam menjaga keseimbangan lingkungan melalui aturan adat yang tetap dipertahankan hingga sekarang. Nilai-nilai tersebut dinilai penting untuk dipelajari secara langsung oleh mahasiswa agar pemahaman mereka tidak hanya berhenti pada teori di ruang kuliah.

Selama mengikuti KKN, mahasiswa akan mengenal kehidupan masyarakat Baduy Dalam yang tetap mempertahankan tradisi dengan membatasi pengaruh modernisasi demi menjaga kelestarian alam. Di sisi lain, mereka juga akan melihat kehidupan masyarakat Baduy Luar yang lebih terbuka terhadap perkembangan zaman, namun tetap menjunjung tinggi adat istiadat sebagai identitas budaya.

“Mahasiswa akan belajar bagaimana mereka menjaga kelestarian lingkungan, baik melalui pola hidup Baduy Dalam yang menolak modernisasi maupun Baduy Luar yang masih terbuka namun tetap teguh menjaga tradisi,” katanya.

Prof Ishom menilai pengalaman tersebut akan memperluas cara pandang mahasiswa mengenai pembangunan yang tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Konsep ekoteologi yang menjadi tema utama KKN Nusantara tahun ini diharapkan tidak hanya dipahami sebagai materi akademik, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari setelah mahasiswa kembali ke masyarakat.

Tokoh Banten Minta Masyarakat Tidak Terhasut Isu Nikah Siri

Selain memperdalam pemahaman mengenai pelestarian alam, peserta KKN juga akan memperoleh pengalaman membangun kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman budaya dan keyakinan. Banten dikenal sebagai daerah yang masyarakatnya hidup berdampingan dengan berbagai kelompok, termasuk komunitas penganut Sunda Wiwitan.

Melalui interaksi langsung selama KKN, mahasiswa diharapkan mampu memperkuat sikap saling menghormati, meningkatkan toleransi, serta memahami pentingnya menjaga kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Mahasiswa nanti akan belajar tentang bagaimana merawat tradisi juga harmoni dengan umat kepercayaan atau penganut agama yang lain, seperti komunitas Sunda Wiwitan di Banten,” ungkapnya.

Prof Ishom berharap seluruh rangkaian KKN Nusantara VI PTK se-Indonesia dapat berjalan lancar dan memberi manfaat bagi masyarakat maupun mahasiswa. Pengalaman yang diperoleh di kawasan adat Baduy diharapkan menjadi bekal penting bagi peserta saat kembali mengabdi setelah menyelesaikan pendidikan.

Menutup keterangannya, Prof Ishom mendoakan seluruh peserta dapat menjalankan kegiatan dengan baik dan kembali dalam keadaan sehat. Ia pun menutup acara dengan candaan yang mengundang tawa para peserta.

Kasus Dugaan Pelecehan Seret Anggota DPRD Kota Serang Masih Menggantung, Polisi Tunggu Hasil Labfor Bareskrim

“Mudah-mudahan semua berangkat sehat, nanti pulang juga sehat. Syukur-syukur nanti ada yang jadi menantunya Pak Camat,” ujarnya.***

× Advertisement
× Advertisement