Serang

500 Tahun Kabupaten Serang Disorot, Mahasiswa Desak Empat Masalah Mendesak, Wabup Najib Hamas Buka Suara dan Janji Tindak Lanjut

×

500 Tahun Kabupaten Serang Disorot, Mahasiswa Desak Empat Masalah Mendesak, Wabup Najib Hamas Buka Suara dan Janji Tindak Lanjut

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas berdialog dengan mahasiswa yang menggelar aksi di depan Gedung DPRD Kabupaten Serang saat peringatan HUT ke-500 Kabupaten Serang, Kamis (8/10/2026).
Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas berdialog dengan mahasiswa yang menggelar aksi di depan Gedung DPRD Kabupaten Serang saat peringatan HUT ke-500 Kabupaten Serang, Kamis (8/10/2026).

KILAS BANTEN – Peringatan 500 tahun Kabupaten Serang menjadi momentum bagi kalangan mahasiswa untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dinilai masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah.

Dalam aksi yang berlangsung di depan Gedung DPRD Kabupaten Serang, Kamis (8/10/2026), mahasiswa mendesak pemerintah segera menyelesaikan empat isu yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

Aksi tersebut digelar oleh Keluarga Mahasiswa Serang Barat (Kumaseba) bersama Gerakan Mahasiswa Serang Utara (Gamsut). Mereka menyoroti kemacetan di jalur Bojonegara-Pulo Ampel, menurunnya kualitas air Sungai Ciujung, minimnya penerangan jalan umum (PJU), serta kondisi infrastruktur sekolah yang dinilai masih memerlukan perhatian serius.

Aspirasi mahasiswa diterima langsung oleh Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas. Ia hadir didampingi Ketua DPRD Kabupaten Serang Bahrul Ulum dan sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Serang untuk berdialog dengan para peserta aksi.

Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa meminta pemerintah tidak berhenti pada penerimaan aspirasi semata. Mereka berharap seluruh persoalan yang disampaikan dapat ditindaklanjuti melalui kebijakan dan program yang nyata.

Menanggapi tuntutan tersebut, Najib Hamas menyampaikan apresiasi atas kepedulian mahasiswa terhadap pembangunan daerah.

Menurutnya, kritik dan masukan dari kalangan akademisi menjadi bagian penting dalam proses perbaikan pelayanan publik.

“Kita mengapresiasi, menghargai apa yang disampaikan oleh teman-teman mahasiswa,” kata Najib.

Ia menjelaskan, sebagian besar persoalan yang disampaikan sebenarnya telah masuk dalam prioritas pembangunan pemerintah daerah. Namun, pelaksanaannya harus dilakukan secara bertahap karena menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.

Menurut Najib, pemerintah tidak dapat menyelesaikan seluruh persoalan secara bersamaan. Banyak kebutuhan masyarakat yang harus dipenuhi dalam waktu yang sama, sementara kapasitas keuangan daerah memiliki keterbatasan.

“Poin-poin itu menjadi bagian prioritas kita selama ini dan secara bertahap kita lakukan, kita kerjakan sesuai dengan anggaran yang tersedia,” ujarnya.

Salah satu isu yang turut mendapat perhatian adalah kondisi Sungai Ciujung yang mengalami penurunan kualitas air. Najib menilai persoalan tersebut membutuhkan kerja sama banyak pihak, termasuk perusahaan yang beroperasi di sekitar aliran sungai.

Baca Juga  Fraksi PDIP Bongkar Sejumlah Catatan RAPBD Kabupaten Serang 2027, PAD Menurun hingga Belanja Modal Dipangkas

Ia meminta setiap perusahaan memastikan limbah cair diolah terlebih dahulu melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sebelum dibuang ke lingkungan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah pencemaran yang semakin memperburuk kualitas air sungai.

“Kita perbaiki dulu kualitas air. Salah satunya dengan edukasi kepada perusahaan, tidak membuang langsung limbah cair, harus melalui IPAL dulu,” tegasnya.

Selain faktor limbah, Najib mengatakan musim kemarau dan berkurangnya debit air turut memengaruhi kondisi Sungai Ciujung. Karena itu, Pemkab Serang akan memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Banten untuk mengedukasi masyarakat agar kembali menanam pohon di kawasan hulu sebagai upaya menjaga kelestarian sumber air.

Dalam dialog tersebut, Najib juga menjelaskan pelayanan administrasi kependudukan bagi masyarakat Kecamatan Gunungsari. Ia menerangkan bahwa pelayanan Disdukcapil di wilayah tersebut masih berada di bawah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kecamatan Mancak karena belum tersedia kantor pelayanan tersendiri.

Ia juga menanggapi pertanyaan mengenai sejumlah kepala desa yang tidak hadir dalam rangkaian peringatan HUT ke-500 Kabupaten Serang. Menurut Najib, beberapa kepala desa telah menyampaikan alasan ketidakhadiran, di antaranya karena menghadiri acara keluarga, wisuda anak, hingga pernikahan anak di Sukabumi.

Menutup pertemuan, Najib berharap komunikasi antara pemerintah, mahasiswa, dan masyarakat terus terjalin. Ia menilai sinergi seluruh elemen menjadi modal penting untuk mewujudkan Kabupaten Serang yang lebih maju, adil, dan sejahtera.

Meski pemerintah telah menyatakan komitmen untuk menindaklanjuti berbagai aspirasi tersebut, masyarakat kini menunggu realisasi konkret, terutama terkait penanganan kemacetan Bojonegara-Pulo Ampel, pemulihan kualitas air Sungai Ciujung, peningkatan penerangan jalan umum, serta perbaikan infrastruktur sekolah di Kabupaten Serang.***