Serang

Pemkot Serang Siap Dukung Program Bapas, Terutama Soal Rehabilitasi Narapidana

Pemkot Serang Audiensi dengan Bapas

KILAS BANTEN – Pemerintah Kota Serang melalui Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Kota Serang baru-baru ini menerima kunjungan audiensi dari Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Serang, Kantor Wilayah Banten.

Pertemuan tersebut berlangsung di aula lantai tiga Setda Kota Serang dan membahas kerja sama serta program rehabilitasi bagi kompensasi.

Asisten Daerah I Kota Serang, Subagyo, menyatakan bahwa Pemkot Serang siap mendukung setiap program dan kesepakatan kerja sama yang disampaikan oleh Bapas.

Ia menekankan bahwa selama program tersebut sesuai dengan ketentuan dan prosedur peraturan-undangan yang berlaku, termasuk akan memberikan dukungan penuh.

“Pada prinsipnya, Pemkot Serang akan mendukung program-program dari Bapas selama mengikuti prosedur yang ada. Kerja sama ini tentu bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Subagyo.

Perubahan APBD Kota Serang 2026, Budi Rustandi Dorong Belanja Lebih Tepat Sasaran

Mengenai teknis pelaksanaan kerja sama, Subagyo menjelaskan bahwa hal tersebut akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan tim dan bagian terkait.

Langkah ini dilakukan agar implementasi kerja sama bisa berjalan lancar dan sesuai dengan harapan semua pihak.

Subagyo juga mengkonfirmasi bahwa peresmian gedung baru Bapas akan segera disampaikan kepada pimpinan Kota Serang.

Dia berharap pimpinan dapat menghadiri acara tersebut dan memberikan dukungan penuh atas inisiatif ini.

“Nanti akan kami sampaikan kepada pimpinan. Harapannya, pimpinan bisa hadir pada acara peresmian gedung baru Bapas agar kegiatan tersebut dapat berjalan lancar,” ujar Subagyo.

Revisi Perda PUK Kota Serang Belum Dibahas, Pansus Siapkan Konsultasi ke Dua Kementerian

Di akhir audiensi, Subagyo menyampaikan harapannya agar para lulusan yang menjalani pengawasan di Bapas bisa kembali ke masyarakat dengan keterampilan dan pandangan hidup yang lebih baik.

Menurutnya, Bapas memiliki peran penting dalam membantu mantan driver berintegrasi kembali ke lingkungan sosial mereka.

“Kami berharap, ketika mereka keluar dari Bapas, para kontraktor dapat memiliki keterampilan dan terlepas dari stigma buruk yang melekat di masyarakat. Ini penting agar mereka dapat kembali berkontribusi secara positif,” tutup Subagyo.***

× Advertisement
× Advertisement