Tangerang

Minyak Jelantah Berubah Jadi Cuan, Bank Sampah Kota Tangerang Cetak Peluang Usaha Sambil Selamatkan Lingkungan

×

Minyak Jelantah Berubah Jadi Cuan, Bank Sampah Kota Tangerang Cetak Peluang Usaha Sambil Selamatkan Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Peserta workshop mempraktikkan proses pembuatan sabun cair berbahan dasar minyak jelantah dalam pelatihan yang digelar Bank Sampah Wilayah Barat Kota Tangerang.
Peserta workshop mempraktikkan proses pembuatan sabun cair berbahan dasar minyak jelantah dalam pelatihan yang digelar Bank Sampah Wilayah Barat Kota Tangerang.

KILAS BANTEN – Upaya mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah rumah tangga terus diperkuat di Kota Tangerang. Salah satu langkah nyata dilakukan Bank Sampah Wilayah Barat Kota Tangerang melalui program edukasi dan pelatihan mengolah minyak jelantah menjadi sabun cair.

Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan cara mengelola limbah rumah tangga, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Workshop bertajuk “Edukasi dan Workshop Membuat Sabun Cair dari Mijel atau Minyak Jelantah” tersebut mengajak warga memanfaatkan minyak goreng bekas yang selama ini kerap dibuang begitu saja. Dengan pengolahan yang tepat, limbah tersebut dapat diubah menjadi produk yang memiliki nilai guna sekaligus nilai jual.

Program ini merupakan bagian dari edukasi berkelanjutan mengenai pengelolaan sampah rumah tangga. Selain meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan, pelatihan tersebut juga memperkenalkan metode sederhana yang dapat diterapkan di rumah untuk mengurangi pencemaran.

Sebanyak 60 peserta mengikuti kegiatan yang diselenggarakan melalui kolaborasi pengurus bank sampah dari lima kecamatan di wilayah barat Kota Tangerang, yaitu Cibodas, Jatiuwung, Periuk, Karawaci, dan Tangerang.

Ketua Bank Sampah Wilayah Barat Kota Tangerang, Saifuddin, mengatakan minyak jelantah masih menjadi salah satu limbah rumah tangga yang belum dikelola secara optimal.

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang membuang minyak bekas ke saluran air atau lingkungan sekitar tanpa memahami dampaknya terhadap ekosistem.

Ia menjelaskan kebiasaan tersebut dapat memicu pencemaran lingkungan, menurunkan kualitas air, hingga menyebabkan penyumbatan saluran drainase. Karena itu, pihaknya terus mengembangkan edukasi agar masyarakat memiliki pilihan yang lebih ramah lingkungan dalam mengelola limbah rumah tangga.

“Kami ingin mengajak masyarakat untuk tidak membuang minyak jelantah begitu saja karena dapat merusak lingkungan dan saluran air. Melalui edukasi dan praktik langsung ini, limbah rumah tangga dapat kita sulap menjadi produk bernilai guna seperti sabun cair, sehingga minyak jelantah benar-benar membawa berkah,” ujar Saifuddin, Rabu (30/9/2026).

Baca Juga  919 Hewan Kurban Disuntik Vaksin PMK, Pemkot Tangerang Siaga Penuh Cegah Ancaman Wabah Jelang Iduladha

Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh materi teori sekaligus praktik langsung membuat sabun cair berbahan dasar minyak jelantah. Pendekatan ini diharapkan memudahkan masyarakat memahami setiap tahapan produksi sehingga mampu menerapkannya secara mandiri di lingkungan masing-masing.

Kegiatan itu juga menghadirkan Penyuluh Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Banten. Para peserta mendapatkan penjelasan mengenai teknik pengolahan minyak jelantah yang aman sebagai bahan baku sabun cair, mulai dari proses persiapan hingga hasil akhir yang siap digunakan.

Selain itu, pembina dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang memberikan pemaparan mengenai pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga berdasarkan aspek perlindungan lingkungan dan regulasi yang berlaku.

Materi tersebut menegaskan bahwa masyarakat memiliki peran besar dalam mengurangi timbunan sampah melalui langkah sederhana yang dimulai dari rumah.

Tak hanya berfokus pada pelestarian lingkungan, pelatihan ini juga memperlihatkan potensi ekonomi dari pengolahan minyak jelantah. Sabun cair yang dihasilkan memiliki nilai jual sehingga dapat menjadi peluang usaha rumahan maupun sumber pendapatan tambahan bagi anggota bank sampah dan masyarakat sekitar.

Program tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya BPJS Ketenagakerjaan serta UMKM Hub PLN Peduli Banten. Keterlibatan para mitra diharapkan mampu memperkuat pengembangan usaha berbasis lingkungan sekaligus memberikan perlindungan bagi para pegiat bank sampah.

Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, Bank Sampah Wilayah Barat Kota Tangerang berharap pemanfaatan minyak jelantah tidak berhenti pada kegiatan pelatihan semata.

Gerakan ini diharapkan berkembang menjadi kebiasaan masyarakat dalam mengolah limbah rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat, bernilai ekonomi, dan ramah lingkungan.

Saifuddin menegaskan keberhasilan pengelolaan sampah hanya dapat tercapai apabila seluruh elemen masyarakat ikut berpartisipasi. Semakin banyak warga yang mengubah limbah menjadi produk bernilai, semakin besar pula manfaat yang dirasakan, baik dalam menjaga kualitas lingkungan maupun meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.***