KILAS BANTEN – Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) yang digagas Gubernur Banten Andra Soni mulai menunjukkan hasil nyata. Pembangunan infrastruktur jalan di berbagai wilayah pedesaan kini mempercepat mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi hasil pertanian, sekaligus membuka akses lebih mudah menuju sekolah, pasar, dan fasilitas kesehatan.
Sepanjang tahun anggaran 2025, Pemerintah Provinsi Banten berhasil menyelesaikan pembangunan 62 ruas jalan desa dengan total panjang mencapai 71,05 kilometer. Pekerjaan tersebut tersebar di Kabupaten Lebak, Pandeglang, Serang, Tangerang, serta Kota Serang.
Kabupaten Lebak menjadi daerah dengan penanganan jalan paling panjang, yakni 17 ruas sepanjang 29,63 kilometer. Kabupaten Pandeglang memperoleh pembangunan 30 ruas dengan panjang 26,71 kilometer.
Sementara Kabupaten Serang mendapatkan delapan ruas sepanjang 9,09 kilometer, Kabupaten Tangerang dua ruas sepanjang 2,01 kilometer, dan Kota Serang lima ruas sepanjang 4,61 kilometer.
Peresmian seluruh ruas jalan dilakukan secara terpusat di Desa Sukaraja, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak. Acara tersebut juga diikuti secara virtual oleh kepala daerah dari empat kabupaten dan kota, jajaran organisasi perangkat daerah, serta masyarakat penerima manfaat.
Kepala Desa Sukaraja, Adung Umum, mengatakan kondisi jalan di wilayahnya sebelumnya rusak sehingga menghambat aktivitas masyarakat setiap hari. Menurutnya, akses yang buruk membuat mobilitas warga dan kegiatan ekonomi berjalan tidak optimal.
“Hal itu sangat menyulitkan dan menghambat mobilitas warga serta aktivitas perekonomian masyarakat kami,” ujar Adung, Rabu, 30 September 2026.
Setelah jalan sepanjang 2,88 kilometer selesai dibangun, perubahan langsung dirasakan masyarakat. Mayoritas warga yang berprofesi sebagai petani kini lebih mudah mengangkut hasil panen menuju pasar.
Ia mengungkapkan waktu tempuh menuju pasar yang sebelumnya sekitar 30 menit kini dapat ditempuh dalam waktu kurang dari lima menit. Perubahan tersebut dinilai mampu menekan biaya transportasi sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi hasil pertanian.
Manfaat serupa dirasakan warga Desa Kersaratu. Kepala Desa Kersaratu, Abdul Kholik, menyebut pembangunan jalan itu merupakan harapan masyarakat yang akhirnya terwujud.
“Ini penantian kami yang sudah sangat lama. Di era kepemimpinan Gubernur Andra Soni dan Wagub Dimyati jalan poros desa kami diperbaiki menjadi sangat bagus. Masyarakat sangat senang dengan perubahan ini,” katanya.
Gubernur Banten Andra Soni menjelaskan ruas Cikeusik-Simpang Cijaku yang diresmikan memiliki panjang penanganan 2,88 kilometer. Jalan tersebut melayani tiga desa, yakni Malingping Selatan, Sukaraja, dan Kersaratu dengan jumlah penduduk mencapai 16.629 jiwa.
Selain mempercepat aktivitas ekonomi, ruas jalan itu juga memperkuat akses menuju enam fasilitas pendidikan, mulai dari SD hingga SMK. Masyarakat kini lebih mudah menjangkau RSUD Malingping, klinik, praktik dokter, posyandu, hingga apotek.
Andra menambahkan, jalan tersebut melintasi kawasan pertanian seluas 1.224 hektare dan perkebunan sekitar 677 hektare. Karena itu, keberadaan infrastruktur ini diharapkan mampu meningkatkan kelancaran distribusi hasil pertanian dan mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
Ia menegaskan Program Bang Andra akan terus dilanjutkan secara bertahap untuk memperluas konektivitas di desa-desa yang masih membutuhkan jalan layak. Andra juga mengajak pemerintah desa dan masyarakat menjaga infrastruktur yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dinikmati dalam jangka panjang.
Sementara itu, Kepala DPUPR Provinsi Banten Arlan Marzan memastikan seluruh proyek jalan desa tahun 2025 telah melalui proses pemeriksaan, uji kelayakan, serta serah terima. Pada 2026, Pemprov Banten kembali mengalokasikan anggaran sekitar Rp164 miliar untuk membangun 33 ruas jalan desa sepanjang 46 kilometer.
Secara keseluruhan, Program Bang Andra 2025 telah memberikan manfaat bagi 101 desa dengan jumlah penerima manfaat mencapai 351.099 jiwa. Infrastruktur tersebut juga membuka akses menuju 192 fasilitas pendidikan, 67 layanan kesehatan, serta mendukung kawasan pertanian seluas 26.196 hektare dan perkebunan seluas 12.510 hektare.***






