KILAS BANTEN – Kabar baik datang bagi para atlet berprestasi di Kota Tangerang. Pemerintah Kota Tangerang memastikan bonus untuk atlet, pelatih, ofisial, manajer, serta unsur pendukung kontingen yang menorehkan prestasi pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA), Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA), dan sejumlah kejuaraan olahraga lainnya akan mulai dicairkan pada Oktober 2026.
Besaran bonus tahun ini mengalami kenaikan signifikan. Atlet peraih medali emas kategori tunggal pada POPDA akan menerima bonus sebesar Rp25 juta, meningkat tajam dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya yang hanya mencapai Rp10 juta.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tangerang, Kaonang, mengatakan peningkatan bonus tersebut merupakan bentuk penghargaan pemerintah kepada para atlet yang telah mengharumkan nama daerah melalui prestasi olahraga.
“Untuk peraih medali emas POPDA kategori tunggal, bonus yang disiapkan mencapai Rp25 juta. Nilai ini meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya yang sebesar Rp10 juta,” ujar Kaonang, Rabu, 30 September 2026.
Selain peraih medali emas, Pemerintah Kota Tangerang juga menetapkan besaran bonus bagi atlet peraih medali lainnya. Atlet yang meraih medali perak akan memperoleh bonus Rp10 juta, sedangkan peraih medali perunggu mendapatkan Rp7,5 juta.
Menurut Kaonang, peningkatan nominal penghargaan tersebut menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung pembinaan olahraga sekaligus memberikan motivasi kepada atlet agar terus meningkatkan prestasi di berbagai ajang kompetisi.
Ia menegaskan setiap pencapaian atlet lahir dari proses latihan yang panjang, disiplin, dan kerja keras. Karena itu, penghargaan yang diberikan diharapkan mampu menjadi penyemangat bagi atlet muda untuk terus mengembangkan kemampuan mereka.
Pada kesempatan yang sama, Kaonang mengungkapkan rasa syukur karena Kota Tangerang kembali berhasil mempertahankan gelar juara umum pada ajang olahraga pelajar. Raihan tersebut menjadi prestasi membanggakan karena berhasil diraih secara berturut-turut atau back to back.
“Alhamdulillah Kota Tangerang berhasil mempertahankan gelar juara umum. Insyaallah bonus POPDA dan PEPARPEDA akan kami bagikan pada Oktober,” katanya.
Pemerintah Kota Tangerang tidak hanya memberikan apresiasi kepada atlet. Bonus juga akan diterima para pelatih, ofisial, manajer kontingen, hingga unsur pendukung lainnya yang selama ini terlibat dalam proses pembinaan atlet.
Kaonang menilai keberhasilan sebuah kontingen tidak hanya ditentukan oleh kemampuan atlet di arena pertandingan, tetapi juga hasil kerja sama seluruh tim yang memberikan dukungan sejak masa persiapan hingga kompetisi berakhir.
“Penghargaan ini diberikan kepada semua unsur yang telah mendukung lahirnya prestasi olahraga Kota Tangerang,” ujarnya.
Selain fokus pada pembinaan prestasi, Pemerintah Kota Tangerang juga terus mengembangkan sektor olahraga sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah.
Menurut Kaonang, penyelenggaraan berbagai kejuaraan olahraga mampu menghadirkan dampak ekonomi yang luas karena melibatkan ribuan atlet, pelatih, ofisial, hingga penonton dari berbagai daerah.
Ia menyebut Kota Tangerang memiliki banyak keunggulan untuk berkembang sebagai sport city. Lokasinya yang dekat dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, tersedianya hotel, fasilitas kesehatan, venue olahraga, serta ruang terbuka menjadi modal penting untuk menarik penyelenggaraan event olahraga berskala nasional maupun internasional.
Pemerintah daerah juga terus meningkatkan kualitas sarana dan prasarana olahraga agar memenuhi standar kompetisi. Upaya tersebut diharapkan mampu menghadirkan lebih banyak agenda olahraga yang berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat.
Kaonang menambahkan, setiap penyelenggaraan event olahraga menciptakan efek berganda bagi berbagai sektor usaha.
Hotel memperoleh tingkat hunian yang lebih tinggi, transportasi semakin aktif, sementara pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mendapatkan peluang meningkatkan pendapatan dari kehadiran peserta maupun penonton.
“Olahraga memiliki daya ungkit ekonomi yang besar. UMKM bisa berkembang, hotel terisi, transportasi bergerak. Karena itu kami ingin ekosistem olahraga benar-benar menjadi denyut nadi pertumbuhan Kota Tangerang,” tutup Kaonang.***






