Serang

Toleransi Menggema di Kota Serang, Umat Lintas Agama Bersatu Bersihkan Vihara, FKUB: Harmoni Harus Jadi Budaya

×

Toleransi Menggema di Kota Serang, Umat Lintas Agama Bersatu Bersihkan Vihara, FKUB: Harmoni Harus Jadi Budaya

Sebarkan artikel ini
Umat lintas agama bersama FKUB Kota Serang menggelar aksi bersih-bersih di Vihara Avalokitesvara sebagai wujud nyata toleransi. Kegiatan ini menegaskan bahwa kerukunan bukan sekadar slogan, tetapi budaya yang terus dijaga.
Umat lintas agama bersama FKUB Kota Serang menggelar aksi bersih-bersih di Vihara Avalokitesvara sebagai wujud nyata toleransi. Kegiatan ini menegaskan bahwa kerukunan bukan sekadar slogan, tetapi budaya yang terus dijaga.

KILAS BANTEN – Semangat menjaga kerukunan kembali diperlihatkan masyarakat Kota Serang melalui aksi gotong royong lintas agama di kompleks Vihara Avalokitesvara, Kecamatan Kasemen.

Kegiatan yang diprakarsai Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Serang itu menjadi bukti bahwa toleransi tidak hanya berhenti pada slogan, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata.

Aksi sosial yang berlangsung pada Jumat tersebut melibatkan tokoh agama dari berbagai keyakinan, perwakilan Kementerian Agama, unsur TNI, Polri, serta masyarakat. Sebelum memulai kegiatan, seluruh peserta berdiri bersama menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai simbol penghormatan terhadap persatuan bangsa sekaligus memperkuat semangat kebangsaan.

Tokoh lintas agama, aparat TNI-Polri, perwakilan Kementerian Agama, dan masyarakat bergotong royong membersihkan Vihara Avalokitesvara di Kecamatan Kasemen, Kota Serang, sebagai simbol nyata penguatan toleransi dan persatuan.
Tokoh lintas agama, aparat TNI-Polri, perwakilan Kementerian Agama, dan masyarakat bergotong royong membersihkan Vihara Avalokitesvara di Kecamatan Kasemen, Kota Serang, sebagai simbol nyata penguatan toleransi dan persatuan, Jumat, 9 Oktober 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin Gerakan Jumat Bersih (Gejuber) yang dijalankan FKUB Kota Serang. Melalui program tersebut, kegiatan gotong royong dilaksanakan secara bergilir di berbagai rumah ibadah tanpa membedakan agama.

Tujuannya ialah mempererat hubungan antarumat beragama, memperkuat komunikasi, serta membangun budaya saling menghormati di tengah masyarakat yang majemuk.

Ketua FKUB Kota Serang, KH Matin Syarkowi, menegaskan bahwa kegiatan tersebut memiliki makna jauh lebih besar daripada sekadar membersihkan lingkungan rumah ibadah.

Menurutnya, aksi bersama itu menjadi sarana memperkuat persaudaraan, menumbuhkan rasa nasionalisme, sekaligus menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

“Negara menjamin keutuhan dan kepentingan seluruh warga negara dalam menjalankan ibadah menurut keyakinan masing-masing,” kata KH Matin Syarkowi yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Al-Fathaniyah, Sabtu, 10 Oktober 2026.

Ia menambahkan, kehidupan antarumat beragama di Kota Serang selama ini berlangsung harmonis. Karena itu, FKUB berkomitmen terus menghadirkan berbagai kegiatan yang mampu mempererat hubungan lintas agama sekaligus menanamkan nilai toleransi kepada generasi muda agar semangat persatuan tetap terjaga.

Menurut KH Matin, Indonesia merupakan bangsa yang kaya akan keberagaman suku, bahasa, budaya, dan agama. Perbedaan tersebut justru menjadi kekuatan karena seluruh masyarakat dipersatukan oleh nilai-nilai Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Indonesia memiliki ribuan bahasa dan budaya, etnis dan keyakinan, tapi dengan Pancasila Indonesia dapat bersatu dan menjalin hubungan kemasyarakatan,” ujarnya.

Baca Juga  Lemhannas dan Pemkab Serang Soroti Ketahanan Pangan Dikaji, Siapkan Strategi Perkuat Ekonomi Rakyat

Komitmen memperkuat kerukunan juga diperlihatkan melalui terbitnya Peraturan Wali Kota Serang Nomor 16 Tahun 2026 tentang Pedoman Pemberian Insentif Guru Agama, Petugas Jenazah, dan Petugas Kebersihan Rumah Ibadah. Regulasi tersebut dinilai sebagai bentuk dukungan pemerintah kepada seluruh rumah ibadah tanpa membedakan latar belakang agama.

FKUB Kota Serang turut berperan dalam mendorong lahirnya kebijakan tersebut. Organisasi itu menilai regulasi tersebut menjadi langkah konkret pemerintah dalam menciptakan rasa keadilan sekaligus memperkuat kehidupan beragama yang harmonis.

“Melalui Perwal ini adalah pembuktian kita menjaga persatuan dan melaksanakan ibadah tanpa gangguan,” tutur KH Matin.

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Penyuluhan Direktorat Urusan Agama dan Pendidikan Buddha Kementerian Agama, Sariyono, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertepatan dengan peringatan hari jadi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha.

Menurutnya, gotong royong lintas agama menjadi contoh nyata bahwa kerukunan dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang memberi manfaat bagi masyarakat. Membersihkan rumah ibadah bukan hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial, solidaritas, dan semangat gotong royong.

“Ini bukan hanya membersihkan lingkungan, ini adalah bentuk kepedulian dan gotong royong bersama-sama yang dilakukan oleh pengurus FKUB,” ujar Sariyono.

Ia menilai kegiatan yang rutin digelar FKUB Kota Serang membuktikan masyarakat mampu menjaga hubungan harmonis di tengah keberagaman. Semangat saling membantu tanpa memandang perbedaan agama menjadi modal penting dalam menciptakan kehidupan sosial yang damai, aman, dan kondusif.

“Ini menunjukkan sikap menjaga kebersihan rumah ibadah dan lingkungan dan bentuk menjaga keharmonisan di Banten. Ini bukti keharmonisan, khususnya di Kota Serang, yang terjaga dengan baik,” katanya.

Melalui pelaksanaan Gejuber secara berkelanjutan, FKUB Kota Serang berharap nilai toleransi semakin mengakar dalam kehidupan masyarakat. Kolaborasi antara tokoh agama, pemerintah, aparat keamanan, dan warga dinilai menjadi fondasi penting untuk menjaga persatuan. Dengan semangat kebersamaan tersebut, Kota Serang diharapkan terus menjadi contoh daerah yang mampu merawat kerukunan dan memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman Indonesia.***