KILAS BANTEN – Pemerintah Kota Tangerang kembali mencatat prestasi membanggakan. Sebanyak 5.021 pelajar dari tingkat SD dan SMP sukses memecahkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui pertunjukan Gebyar Silat Si Benteng Pelajar Kota Tangerang yang digelar di Stadion Benteng Reborn.
Ribuan peserta tampil serempak memperagakan jurus-jurus pencak silat dalam satu lokasi. Aksi kolosal tersebut menjadi yang pertama kali diselenggarakan di Kota Tangerang dan langsung mengukir rekor nasional karena melibatkan lebih dari lima ribu pelajar dalam satu pertunjukan.
Wali Kota Tangerang Sachrudin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, keberhasilan mencatat Rekor MURI merupakan hasil kerja sama berbagai unsur, mulai dari panitia penyelenggara, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) tingkat provinsi dan kota, Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (BAPOPSI), Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Pendidikan, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Ini yang pertama di Kota Tangerang, Gebyar Silat yang menampilkan lebih dari 5.000 pelajar. Kami sangat bahagia melihat generasi penerus bangsa yang berkreasi dengan penuh semangat. Di antara mereka, ada harapan besar bagi bangsa kita, karena pemimpin masa depan adalah anak muda sekarang,” ujar Sachrudin, Kamis (22/10/2026).
Ia menegaskan bahwa pencak silat memiliki peran lebih luas daripada sekadar olahraga. Menurutnya, seni bela diri asli Indonesia itu mampu membentuk karakter pelajar melalui nilai disiplin, sportivitas, tanggung jawab, serta kemampuan mengendalikan diri.
Sachrudin juga memastikan Pemerintah Kota Tangerang akan terus mendukung berbagai program positif yang mampu memperkuat karakter generasi muda sekaligus melestarikan budaya bangsa melalui kegiatan olahraga.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tangerang, Kaonang, mengatakan pencapaian Rekor MURI menjadi bukti nyata keberhasilan kolaborasi lintas sektor dalam mengembangkan olahraga sekaligus menjaga warisan budaya Indonesia.
“Alhamdulillah, kegiatan ini tercatat di Rekor MURI dengan 5.021 pelajar yang melaksanakan pementasan silat secara serentak dalam satu tempat. Ini merupakan hasil kolaborasi Dispora, BAPOPSI, IPSI, Dinas Pendidikan dan seluruh pemangku kepentingan,” ungkap Kaonang.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk penghormatan kepada para pesilat pelajar yang selama ini telah mengharumkan nama Kota Tangerang di berbagai ajang, mulai dari tingkat daerah hingga internasional. Pemerintah berharap semakin banyak siswa tertarik mengikuti pembinaan pencak silat sehingga lahir atlet-atlet berprestasi pada masa mendatang.
Ketua BAPOPSI Kota Tangerang, Helmiati, mengungkapkan bahwa antusiasme peserta sangat tinggi. Selama hampir dua bulan, ribuan pelajar menjalani latihan rutin di setiap kecamatan dengan pendampingan para pelatih dari IPSI sebelum tampil pada pertunjukan kolosal tersebut.
“Anak-anak sangat antusias mengikuti silat. Kami berharap semakin banyak pelajar yang bergabung dalam kegiatan ekstrakurikuler pencak silat sehingga lahir atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.
Melalui Gebyar Silat Si Benteng Pelajar, Pemerintah Kota Tangerang berharap pembinaan pencak silat di lingkungan sekolah semakin berkembang. Selain mencetak atlet berprestasi, kegiatan ini juga diharapkan memperkuat karakter generasi muda dan menjaga eksistensi pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia yang harus terus dilestarikan.***






