Anggota DPRD Kabupaten Serang dari Fraksi Partai Gerindra, Ahmad Muhibbin, sebut Gubernur Banten Andra Soni dan Bupati Serang Ratu Rahmatuzakiah meninjau lokasi banjir di Desa Cigelam, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang.KILAS BANTEN – Banjir kembali melanda Desa Cigelam, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang. Sedikitnya 165 rumah warga terendam akibat luapan Sungai Ciwaka. Pendangkalan dan sedimentasi sungai disebut menjadi faktor utama yang memicu banjir berulang di wilayah tersebut.
Luapan air terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan Ciruas. Sungai Ciwaka yang mengalami penyempitan dan pendangkalan dinilai tidak lagi mampu menampung debit air. Akibatnya, air meluap ke permukiman warga dan merendam ratusan rumah di dua kampung.
Anggota DPRD Kabupaten Serang dari Fraksi Partai Gerindra, Ahmad Muhibbin, mengatakan persoalan tersebut mengemuka saat Gubernur Banten Andra Soni bersama Bupati Serang Ratu Rahmatuzakiah meninjau langsung lokasi banjir. Kunjungan itu dimanfaatkan warga untuk menyampaikan keluhan secara terbuka.
“Warga menyampaikan langsung bahwa banjir terjadi karena pendangkalan dan sedimentasi di Kali atau Sungai Ciwaka,” kata Ahmad Muhibbin, Minggu, 21 Desember 2025.
Menurut Muhibbin, dialog antara warga dan pemerintah berlangsung terbuka. Aspirasi masyarakat yang selama ini terdampak banjir berulang menjadi perhatian utama. Sungai yang dangkal membuat aliran air mudah meluap setiap kali hujan deras turun. Kondisi ini sudah berlangsung cukup lama dan membutuhkan penanganan serius.
Gubernur Banten Andra Soni, lanjut Muhibbin, menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang dialami warga Desa Cigelam. Pemerintah provinsi, kata dia, tidak akan tinggal diam menghadapi persoalan banjir yang terus berulang di kawasan tersebut.
“Pak Gubernur menegaskan akan mengupayakan solusi teknis yang diperlukan. Masalah pendangkalan dan sedimentasi Sungai Ciwaka akan ditangani secara serius,” ujar Muhibbin.
Sebagai langkah lanjutan, Pemerintah Provinsi Banten bersama Pemerintah Kabupaten Serang dan Pemerintah Kota Serang akan menggelar rapat gabungan. Rapat tersebut dijadwalkan berlangsung dini hari sekitar pukul 02.00 WIB dan melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian atau BBWS C3.
Rapat lintas wilayah ini bertujuan mengurai persoalan banjir yang kerap terjadi akibat luapan sungai di kawasan perbatasan administrasi. Pemerintah daerah ingin memastikan penanganan dilakukan secara terkoordinasi sesuai kewenangan masing-masing.
Muhibbin menilai langkah cepat ini mencerminkan kehadiran negara di tengah masyarakat. Ia menegaskan pemerintah provinsi dan kabupaten memiliki komitmen kuat untuk menangani persoalan banjir secara terukur dan berkelanjutan.
“Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kabupaten Serang akan mengambil langkah sesuai kewenangannya untuk mengatasi banjir ini,” ujarnya.
Data sementara menunjukkan dampak banjir cukup signifikan. Di Kampung Cigelam, Desa Cigelam, tercatat 115 rumah warga terdampak. Sementara di Kampung Cikele, Desa Cigelam, sebanyak 50 rumah turut terendam. Total rumah terdampak mencapai 165 unit.
Selain menyiapkan solusi jangka panjang, pemerintah juga bergerak cepat melakukan penanganan darurat. Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kabupaten Serang, serta Polres Serang Kabupaten turun langsung menyalurkan bantuan bagi warga terdampak.
“Bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan dasar seperti matras, selimut, dan perlengkapan logistik lainnya,” tutup Muhibbin.