Reses Dewan Desi Ferawati Serap Aspirasi Warga di Kramatwatu, Soroti Puskesmas Desa yang Vakum

Kilas Banten
8 Mar 2026 21:40
Serang 0
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Anggota DPRD Kabupaten Serang dari Fraksi PAN, Desi Ferawati, menggelar kegiatan reses masa persidangan kedua tahun 2025–2026 di daerah pemilihan (Dapil) V. Kegiatan tersebut berlangsung di kediamannya di Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Sabtu, 7 Maret 2026.

 

Dalam agenda tersebut, Desi tidak hanya menyerap aspirasi masyarakat. Ia juga menggelar santunan untuk anak yatim serta acara buka puasa bersama warga setempat.

 

Reses menjadi momen penting bagi wakil rakyat untuk mendengar langsung keluhan masyarakat di daerah pemilihannya. Dalam pertemuan itu, berbagai persoalan disampaikan warga. Mayoritas berkaitan dengan kebutuhan infrastruktur desa serta layanan kesehatan yang dinilai belum merata.

 

Desi Ferawati mengatakan, masyarakat banyak menyoroti kondisi penerangan jalan umum dan fasilitas kesehatan di desa. Beberapa wilayah, kata dia, masih membutuhkan peningkatan layanan dasar tersebut.

 

“Banyak aspirasi yang masuk, terutama terkait infrastruktur seperti penerangan jalan umum dan juga pelayanan kesehatan yang belum merata, seperti keberadaan puskesmas pembantu dan pelayanan kesehatan di desa,” kata Desi, ditulis Minggu, 8 Maret 2026.

 

Selama masa reses, Desi melakukan kunjungan ke enam desa di wilayah Dapil V Kabupaten Serang. Desa-desa tersebut meliputi Desa Binangun, Desa Sasahan, Desa Sukadalem, Desa Cikopomayak atau Cokop, Desa Lebak Wana, serta satu desa lain di kawasan tersebut.

 

Dalam setiap kunjungannya, Desi berdialog langsung dengan warga dan perangkat desa. Ia mencatat berbagai keluhan yang disampaikan masyarakat untuk dibawa ke forum resmi DPRD.

 

Menurut Desi, seluruh aspirasi yang diterimanya tidak akan berhenti pada tahap penyerapan saja. Ia memastikan semua usulan masyarakat akan disampaikan dalam rapat resmi dewan.

 

“Aspirasi ini nanti akan kami bawa dalam rapat dewan. Hasil reses dari seluruh anggota DPRD akan dibacakan dalam rapat paripurna,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan, hasil reses tersebut nantinya akan disandingkan dengan hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di tingkat kecamatan. Selain itu, usulan tersebut juga akan dipadukan dengan program prioritas organisasi perangkat daerah (OPD) serta agenda pembangunan DPRD.

 

Langkah tersebut dilakukan agar berbagai kebutuhan masyarakat dapat masuk dalam perencanaan pembangunan daerah.

 

Desi menegaskan bahwa sektor pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas utama yang akan diperjuangkannya di DPRD Kabupaten Serang.

 

Menurutnya, pelayanan dasar seperti kesehatan harus menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Ketika layanan kesehatan di desa sudah berjalan baik, pembangunan sektor lain akan lebih mudah berkembang.

 

“Kalau saya pribadi yang diprioritaskan adalah pendidikan dan kesehatan. Ketika pelayanan kesehatan di desa sudah terjamin, barulah infrastruktur penunjang seperti jalan dan lainnya bisa mengikuti,” jelasnya.

 

Dalam kesempatan itu, Desi juga menyoroti kondisi puskesmas pembantu atau pustu di Desa Lebak Wana. Ia menerima laporan bahwa fasilitas kesehatan tersebut tidak beroperasi secara optimal.

 

Padahal, keberadaan pustu sangat penting untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat desa, terutama bagi warga yang jauh dari pusat layanan kesehatan utama.

 

“Pustunya sudah ada, tapi tidak berjalan atau vakum. Ini akan saya kawal dan nanti akan saya koordinasikan dengan Dinas Kesehatan untuk mencari tahu kendalanya,” kata Desi.

 

Ia menegaskan akan mengawal persoalan tersebut hingga ditemukan solusi. Koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Serang akan dilakukan agar fasilitas tersebut dapat kembali melayani masyarakat.

 

Selain menyerap aspirasi, kegiatan reses juga diisi dengan kegiatan sosial. Desi memberikan santunan kepada sekitar 25 anak yatim piatu yang selama ini menjadi anak asuhnya.

 

Santunan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus untuk berbagi kebahagiaan di bulan Ramadan.

 

“Anak-anak yatim ini memang sudah rutin kami santuni. Kurang lebih ada sekitar 25 anak yang kami bantu,” ujarnya.***