Rombongan perwira TNI AD dari Seskoad berdiskusi dengan manajemen PLN Indonesia Power UBP Suralaya terkait ketahanan energi nasional.KILAS BANTEN – PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Suralaya menerima kunjungan puluhan perwira TNI Angkatan Darat yang tergabung dalam Kelompok 6 Binsat Pasis Pendidikan Reguler Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) Tahun 2026, Senin, 4 Mei 2026.
Kunjungan tersebut berlangsung di Ruang Display lantai 1 UBP Suralaya dan menjadi bagian dari agenda pembelajaran strategis bagi para perwira dalam memahami sektor ketenagalistrikan sebagai pilar penting ketahanan energi nasional.
Rombongan diterima langsung oleh General Manager UBP Suralaya, Burlian Prasetyo, bersama jajaran manajemen. Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga forum diskusi lintas sektor antara institusi militer dan badan usaha milik negara.
Burlian menegaskan, kunjungan ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat sinergi antara sektor energi dan pertahanan negara. Ia menyebut, ketenagalistrikan memegang peran vital dalam menjaga stabilitas nasional.
“Kunjungan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor sekaligus meningkatkan pemahaman bersama mengenai peran ketenagalistrikan dalam mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Burlian.
Ia menjelaskan, sebagai bagian dari BUMN, PLN Indonesia Power memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan pasokan listrik tetap andal dan berkelanjutan. Oleh karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk TNI, menjadi penting.
Menurutnya, kerja sama lintas sektor tidak hanya memperkuat koordinasi, tetapi juga membuka peluang pertukaran wawasan yang dapat meningkatkan kapasitas kedua institusi.
“Kami berharap kolaborasi yang terjalin dapat memberikan nilai tambah bagi kedua belah pihak,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pemaparan terkait sistem pembangkitan listrik di UBP Suralaya, termasuk peran strategisnya dalam menyuplai kebutuhan listrik di wilayah Jawa-Bali. Diskusi juga mengangkat isu-isu krusial, seperti keandalan energi, tantangan operasional, serta langkah antisipatif dalam menghadapi potensi gangguan.
Kunjungan ini menjadi bagian dari proses pendidikan para perwira Seskoad agar memiliki perspektif komprehensif terhadap isu-isu nasional, termasuk sektor energi yang berkaitan langsung dengan pertahanan negara.
Sejumlah pejabat TNI turut hadir dalam rombongan tersebut, di antaranya Kolonel Infanteri Robianto Gadji sebagai Perwira Penuntun, Letkol Kavaleri Ponco Suryono sebagai Perwira Koordinator Lapangan, serta Mayor Artileri Medan Bayu Aditya Wardana selaku DPP Pasis Dikreg 67 Seskoad.
Kehadiran para perwira ini menunjukkan keseriusan TNI AD dalam memperluas wawasan strategis di luar bidang militer, khususnya dalam memahami peran vital infrastruktur energi bagi stabilitas nasional.
Melalui kunjungan ini, diharapkan tercipta kesamaan persepsi antara sektor pertahanan dan energi dalam menjaga kedaulatan negara. Pasokan listrik yang stabil dinilai menjadi salah satu faktor kunci dalam mendukung berbagai aktivitas nasional, termasuk operasional pertahanan.
Selain itu, sinergi antara BUMN dan aparat negara juga diharapkan mampu memperkuat sistem ketahanan nasional secara menyeluruh. Tidak hanya dari sisi militer, tetapi juga dari aspek energi yang menjadi fondasi utama pembangunan.
PLN Indonesia Power UBP Suralaya sendiri merupakan salah satu unit pembangkit listrik terbesar di Indonesia. Perannya sangat vital dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional, khususnya di Pulau Jawa yang menjadi pusat aktivitas ekonomi dan pemerintahan.
Dengan adanya kolaborasi ini, kedua pihak optimistis dapat membangun hubungan yang lebih erat dan produktif di masa mendatang. Sinergi tersebut diharapkan mampu menjawab tantangan global di sektor energi sekaligus memperkuat ketahanan nasional Indonesia.***