KILAS BANTEN – Memasuki hari kelima masa Angkutan Lebaran 2026, arus penyeberangan menuju Pulau Sumatera melalui Pelabuhan Ciwandan tetap berjalan lancar dan terkendali. Ribuan kendaraan yang memadati kawasan pelabuhan tidak mengganggu operasional penyeberangan berkat koordinasi ketat antarinstansi.
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Banten memperbarui data operasional Posko Angkutan Lebaran pada Minggu, 15 Maret 2026. Hingga pukul 15.00 WIB, aktivitas pelayanan masih berlangsung normal tanpa hambatan berarti.
General Manager Pelindo Regional 2 Banten, Benny Ariadi, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan intensif di lapangan. Pengawasan dilakukan secara real-time untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa.
“Operasional pada hari kelima Angkutan Lebaran 2026 berjalan dengan baik dan kondusif. Kami memantau trafik secara real-time serta memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Benny, Senin, 16 Maret 2026.
Berdasarkan data operasional pukul 00.00 hingga 15.00 WIB, sebanyak 11 kapal dikerahkan untuk melayani penyeberangan dari Ciwandan menuju pelabuhan tujuan di Sumatera. Kapal-kapal tersebut melakukan 22 kali perjalanan atau vessel call.
Jumlah penumpang yang telah diseberangkan pada hari itu mencapai 8.899 orang. Mayoritas merupakan pemudik pengguna sepeda motor serta pengemudi kendaraan logistik yang tetap beroperasi menjelang Lebaran.
Sepeda motor mendominasi arus kendaraan. Tercatat 4.890 unit roda dua menyeberang melalui pelabuhan ini. Moda transportasi ini memang menjadi pilihan utama pemudik karena biaya relatif murah dan fleksibel untuk perjalanan jarak menengah.
Selain motor, kendaraan logistik juga cukup banyak melintas. Sebanyak 1.634 unit truk tercatat diseberangkan. Hal ini menunjukkan distribusi barang kebutuhan masyarakat tetap berjalan menjelang hari raya.
Secara keseluruhan, total kendaraan yang telah dilayani mencapai 6.524 unit. Angka tersebut merupakan gabungan kendaraan roda dua dan truk barang.
Jika dihitung sejak awal operasional posko pada 11 Maret hingga 15 Maret 2026 pukul 15.00 WIB, volume penyeberangan terbilang sangat besar. Total perjalanan kapal mencapai 115 kali dengan jumlah penumpang sebanyak 20.698 orang.
Dalam periode yang sama, kendaraan roda dua mencapai 8.144 unit, sementara kendaraan logistik tercatat 7.869 unit. Total keseluruhan kendaraan yang melintas mencapai 16.013 unit.
Pelindo memastikan seluruh fasilitas operasional pelabuhan tetap dalam kondisi siap. Area penyangga kendaraan dioptimalkan untuk mencegah kemacetan di pintu masuk. Dermaga serta sarana pendukung juga dipastikan berfungsi maksimal.
Pelabuhan juga menyediakan fasilitas tambahan bagi pengguna jasa. Posko kesehatan disiagakan untuk menangani kondisi darurat. Area istirahat khusus sopir disiapkan agar pengemudi dapat memulihkan stamina sebelum melanjutkan perjalanan.
Kelancaran operasional tidak lepas dari koordinasi lintas sektor. Pelindo bekerja sama dengan operator kapal, otoritas pelabuhan, aparat keamanan, serta instansi terkait lainnya.
Benny mengimbau masyarakat mematuhi arahan petugas dan mempersiapkan perjalanan dengan matang. Hal ini penting untuk mengurangi risiko selama proses penyeberangan.
“Kami mengimbau masyarakat mengikuti arahan petugas agar proses penyeberangan berlangsung aman, nyaman, dan tertib,” katanya.
Pelabuhan Ciwandan kini menjadi salah satu simpul vital arus mudik menuju Sumatera, khususnya untuk kendaraan roda dua dan truk logistik. Pengalihan sebagian arus dari pelabuhan lain membuat peran Ciwandan semakin strategis.
Otoritas pelabuhan akan terus memperbarui informasi operasional selama Posko Angkutan Lebaran berlangsung. Mereka berharap kondisi kondusif ini dapat bertahan hingga puncak arus mudik maupun arus balik.
Dengan kesiapan fasilitas, pengawasan ketat, serta kerja sama berbagai pihak, penyeberangan melalui Pelabuhan Ciwandan diharapkan tetap aman dan lancar. Kelancaran ini sangat penting untuk menjaga mobilitas masyarakat sekaligus memastikan distribusi barang kebutuhan Lebaran tidak terganggu.***

