Petugas UPT Damkar Ciledug mengevakuasi empat bayi musang dari loteng rumah warga di Perumahan Graha Raya, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang.KILAS BANTEN – Suara misterius yang terdengar dari atap rumah warga di Perumahan Graha Raya, Fortune Breeze, Kelurahan Tajur, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, akhirnya terungkap. Setelah membuat penghuni rumah resah selama hampir satu pekan, sumber suara tersebut ternyata berasal dari empat ekor bayi musang yang bersarang di dalam loteng rumah.
Peristiwa itu langsung menarik perhatian warga sekitar setelah petugas UPT Damkar Ciledug dari BPBD Kota Tangerang melakukan proses evakuasi dramatis pada Minggu, 17 Mei 2026. Tidak mudah, petugas membutuhkan waktu hingga lima jam untuk mengevakuasi hewan liar tersebut karena kondisi loteng yang sempit dan berbahaya.
Pemilik rumah, Yanuardi, mengatakan dirinya mulai curiga setelah mendengar suara aneh hampir setiap malam dari arah plafon rumah. Suara tersebut terdengar seperti erangan dan gesekan keras yang membuat keluarganya merasa khawatir.
“Sudah hampir satu minggu terdengar suara bising dari atas atap. Awalnya kami takut karena bunyinya cukup keras dan muncul terus pada malam hari,” kata Yanuardi, Senin, 18 Mei 2026.
Karena rasa penasaran dan takut semakin besar, Yanuardi akhirnya memutuskan meminta bantuan BPBD Kota Tangerang untuk memastikan sumber suara yang muncul dari atas rumahnya.
Mendapat laporan tersebut, lima personel dari Regu 3 UPT Damkar Ciledug langsung bergerak menuju lokasi. Sesampainya di rumah warga, petugas segera melakukan penyisiran di area loteng untuk mencari sumber suara misterius tersebut.
Namun, proses pencarian berlangsung cukup sulit. Struktur loteng rumah menggunakan rangka baja ringan yang rawan rusak jika diinjak secara sembarangan. Selain itu, banyak kabel listrik aktif berada di sekitar area loteng sehingga meningkatkan risiko bagi petugas.
Petugas UPT Damkar Ciledug, Asep Wahyudi, menjelaskan tim harus bekerja ekstra hati-hati selama proses evakuasi berlangsung agar tidak membahayakan diri sendiri maupun merusak bangunan rumah warga.
“Kondisi loteng sangat sempit dan dipenuhi kabel listrik aktif. Kami harus berhati-hati supaya tidak terjadi hal yang berbahaya,” ujar Asep.
Petugas sempat beberapa kali melakukan pemeriksaan, tetapi sumber suara belum juga ditemukan. Setelah penyisiran berlangsung cukup lama, tim akhirnya kembali mendengar suara mencurigakan dari salah satu sudut plafon kamar di lantai dua.
Atas izin pemilik rumah, petugas kemudian membongkar sebagian plafon berbahan gipsum menggunakan alat sederhana untuk memastikan keberadaan hewan tersebut.
Hasil pemeriksaan membuat petugas cukup terkejut. Di balik plafon kamar ditemukan sebuah sarang kecil yang berisi empat bayi musang dengan usia diperkirakan baru sekitar satu minggu. Kondisi bayi musang tersebut masih sangat kecil dan belum mampu bergerak bebas.
“Di loteng kamar lantai dua ditemukan empat bayi musang. Saat ditemukan, induknya tidak ada di lokasi,” kata Asep.
Petugas lalu berupaya mencari induk musang di sekitar loteng rumah. Namun hingga proses pencarian selesai, keberadaan induk hewan liar tersebut tidak berhasil ditemukan.
Setelah berhasil dievakuasi, empat bayi musang langsung diamankan ke Pos UPT Damkar Ciledug untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Langkah itu dilakukan agar hewan liar tersebut tidak kembali masuk ke permukiman warga.
Yanuardi mengaku lega setelah sumber suara misterius yang selama ini mengganggu keluarganya akhirnya berhasil ditemukan. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kerja cepat dan kesabaran petugas Damkar yang melakukan evakuasi selama berjam-jam.
“Saya sangat berterima kasih kepada petugas Damkar karena sudah membantu sampai proses evakuasi selesai,” ungkapnya.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian warga sekitar karena proses evakuasi berlangsung cukup menegangkan. Kejadian itu juga menjadi pengingat bagi masyarakat agar segera melapor kepada petugas apabila menemukan keberadaan hewan liar di lingkungan permukiman demi mencegah risiko yang lebih besar.***