A’wan PBNU KH Matin Syarkowi saat memberikan keterangan terkait polemik internal PBNU pasca Musyawarah Kubro di Pondok Pesantren Lirboyo, saat ditemui di Kota Serang, Rabu, 24 Desember 2025KILAS BANTEN – Nama komika Pandji Pragiwaksono kembali menjadi sorotan publik. Ia dilaporkan ke kepolisian oleh sejumlah ulama dari Banten. Laporan tersebut berkaitan dengan materi stand up comedy berjudul Mens Rea yang dianggap menyinggung ibadah sholat.
Pelaporan dilakukan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada Kamis malam, 22 Januari 2026. Laporan itu diajukan oleh Kiai Sudirman yang datang bersama KH Matin Syarkowi. Rombongan ulama turut mengawal proses pelaporan tersebut.
KH Matin Syarkowi merupakan ulama asal Kota Serang, Banten. Ia dikenal sebagai Ketua Dewan Pembina Majelis Pesantren Salafiyah Banten. Kepada wartawan, KH Matin menjelaskan bahwa laporan tersebut dilatarbelakangi kegelisahan atas salah satu bagian materi Pandji yang membahas praktik sholat.
Dalam penampilannya, Pandji mempertanyakan anggapan bahwa seseorang yang rajin menjalankan sholat otomatis menjadi pribadi yang baik. Ia menyebut konsistensi dalam beribadah tidak selalu berbanding lurus dengan perilaku moral seseorang.
“Dalam narasi itu dia mengatakan, orang yang tidak pernah bolong sholatnya, apakah otomatis menjadi orang baik? Jawabannya tidak, tapi disebut orang rajin,” ujar KH Matin.
Menurut KH Matin, pernyataan tersebut menyentuh wilayah keyakinan umat Islam. Ia menegaskan bahwa dalam ajaran Islam, sholat memiliki kedudukan penting sebagai fondasi pembentukan akhlak dan perilaku seorang muslim.
Ia menilai analogi yang disampaikan dalam materi tersebut tidak tepat. Menurutnya, ibadah sholat tidak bisa disamakan dengan aktivitas lain yang bersifat duniawi. Penyampaian materi dalam konteks hiburan juga dinilai memperkuat kesan merendahkan ibadah.
“Dalam keyakinan kami, orang yang konsisten menjalankan sholat itu pasti baik. Ketika itu dijadikan bahan lelucon dan ditertawakan, kami melihat ada unsur pelecehan terhadap ibadah,” kata KH Matin.
KH Matin juga menyoroti respons penonton dalam pertunjukan tersebut. Ia menilai tawa yang muncul menunjukkan bahwa pesan yang disampaikan berpotensi dimaknai sebagai olok-olok terhadap praktik keagamaan.
“Hadirin tertawa. Artinya, perumpamaan soal orang rajin sholat belum tentu baik itu ditertawakan. Ibadah tidak bisa dijadikan bahan humor dengan alasan apa pun,” ujarnya.
Meski menempuh jalur hukum, KH Matin menegaskan bahwa langkah ini tidak semata-mata bertujuan memidanakan Pandji Pragiwaksono. Ia menyebut pelaporan dilakukan sebagai bentuk keberatan dan upaya mencari kejelasan.
“Pelaporan ini bukan hanya soal pidana. Kami juga ingin bertemu, mendengar penjelasan langsung, dan berharap ada klarifikasi,” katanya.
Kasus ini menambah daftar polemik yang pernah dihadapi Pandji Pragiwaksono. Selama ini, Pandji dikenal kerap mengangkat isu sosial, politik, hingga kehidupan beragama dalam materi stand up comedy-nya. Materi tersebut kerap memancing diskusi dan perdebatan di ruang publik.
Profil KH Matin Syarkowi
Di balik laporan tersebut, sosok KH Matin Syarkowi turut menjadi perhatian publik. Ia merupakan ulama yang cukup berpengaruh di Banten. KH Matin lahir di Serang pada 12 Februari 1967 dan tumbuh dalam lingkungan pesantren.
Pendidikan keagamaannya ditempa sejak usia dini. Ia kemudian melanjutkan pendidikan formal di IAIN Sunan Gunung Djati Serang. Studi tersebut diselesaikannya pada tahun 1991.
Saat ini, KH Matin memimpin Pondok Pesantren Al-Fathaniyah yang dikenal dengan sebutan Pesantren Tengkele di Kota Serang. Selain itu, ia juga tercatat sebagai A’wan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama untuk periode 2022–2027.
Sebelumnya, KH Matin pernah menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Serang selama tiga periode. Peran tersebut membuatnya aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan di Banten.
Di luar aktivitas pesantren, KH Matin juga terlibat dalam kegiatan kebangsaan. Ia menggagas forum diskusi Bintang Sembilan Wali atau BIWALI. Forum ini melibatkan ulama, tokoh masyarakat, dan pemuda untuk membahas isu-isu strategis nasional.
Dalam kontestasi politik nasional, KH Matin tercatat pernah memberikan dukungan kepada Joko Widodo pada Pemilihan Presiden 2014 dan 2019. Sikap politik itu berlanjut pada Pilpres 2024, saat ia menyatakan dukungan kepada pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Ia menyebut dukungan tersebut didasarkan pada perhatian pemerintah terhadap dunia pesantren. Menurutnya, perhatian negara mulai terasa sejak era pemerintahan Jokowi.
“Pesantren betul-betul diperhatikan oleh negara. Itu yang menjadi dasar sikap politik kami,” ujarnya dalam berbagai kesempatan.
Menjelang Pilpres 2024, KH Matin juga mengaku sempat bertemu Gibran Rakabuming Raka di Solo. Dalam pertemuan tersebut, ia menyampaikan aspirasi agar perhatian terhadap pesantren terus dilanjutkan dan ditingkatkan.
Kini, nama KH Matin Syarkowi kembali mencuat seiring laporannya terhadap Pandji Pragiwaksono. Kasus ini menjadi perhatian publik karena mempertemukan isu kebebasan berekspresi dalam seni pertunjukan dengan sensitivitas nilai-nilai keagamaan yang hidup di masyarakat.
Polda Metro Jaya masih mempelajari laporan tersebut. Publik menanti perkembangan lebih lanjut, termasuk respons dan klarifikasi resmi dari Pandji Pragiwaksono terkait materi stand up comedy Mens Rea yang dipersoalkan.