SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serang

Mahasiswa UPG Bikin Riset Data RTLH Langsung Berbuah Bantuan Rp10 Juta, Warga Kota Serang Tersenyum

Mahasiswa KKM Universitas Primagraha bersama Pemerintah Kota Serang dan warga Kampung Cibuntung saat meninjau rumah tidak layak huni sebelum penyaluran bantuan sosial RTLH sebesar Rp10 juta, Kamis, 9 Juli 2026
Mahasiswa KKM Universitas Primagraha bersama Pemerintah Kota Serang dan warga Kampung Cibuntung saat meninjau rumah tidak layak huni sebelum penyaluran bantuan sosial RTLH sebesar Rp10 juta, Kamis, 9 Juli 2026

KILAS BANTEN – Program pengabdian masyarakat yang dijalankan mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 05 Universitas Primagraha (UPG) membuktikan bahwa riset lapangan mampu menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.

Pendataan rumah tidak layak huni (RTLH) yang mereka lakukan langsung mendapat respons dari Pemerintah Kota Serang hingga berujung pada penyaluran bantuan sosial senilai Rp10 juta kepada warga yang membutuhkan.

Bantuan tersebut diserahkan di Kampung Cibuntung RT 010, Kelurahan Pancalaksana, Kecamatan Curug, Kota Serang. Penyaluran dilakukan bertepatan dengan kegiatan rutin Rabu Asri atau Serang Asri yang selama ini menjadi agenda gotong royong masyarakat bersama pemerintah.

Sejak pagi, mahasiswa KKM Universitas Primagraha bersama warga dan aparatur kelurahan bergotong royong membersihkan lingkungan permukiman. Kegiatan itu dipimpin Ketua KKM Kelompok 05, Alif Nurcahyadi. Selain menciptakan lingkungan yang bersih, kegiatan tersebut juga memperkuat kepedulian sosial dan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

Suasana semakin bermakna ketika rombongan Pemerintah Kota Serang datang untuk melakukan verifikasi terhadap hasil pendataan RTLH yang sebelumnya dilakukan mahasiswa. Tim dipimpin Staf Ahli Wali Kota Serang Budi Rustandi, Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Tri Ningsih.

Dispenbud Kota Serang Siapkan SMP Baru di Taktakan hingga Curug, Ahmad Nuri Beberkan Rencana Pemerataan Sekolah

Pemeriksaan di lapangan menunjukkan bahwa data yang dihimpun mahasiswa sesuai dengan kondisi sebenarnya. Setelah proses validasi selesai, Pemerintah Kota Serang langsung menyerahkan bantuan sosial sebesar Rp10 juta kepada warga penerima manfaat.

Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung relokasi sekaligus memperbaiki rumah agar kembali layak ditempati. Langkah cepat pemerintah ini menjadi bukti bahwa data yang akurat mampu mempercepat penanganan persoalan sosial di tingkat masyarakat.

Tri Ningsih mengapresiasi kontribusi mahasiswa Universitas Primagraha yang dinilai telah membantu pemerintah dalam mengidentifikasi kebutuhan warga melalui pendataan yang sistematis.

“Kehadiran kami hari ini untuk menindaklanjuti hasil riset adik-adik mahasiswa KKM Universitas Primagraha mengenai rumah tidak layak huni. Kami mengucapkan terima kasih karena pendataan yang mereka lakukan sangat membantu pemerintah. Hari ini kami juga melihat langsung semangat kolaborasi warga dan mahasiswa dalam kegiatan Rabu Asri yang patut diapresiasi,” ujar Tri Ningsih, Kamis, (9/7/2026).

Ia menilai keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan sosial seperti ini menjadi contoh nyata bagaimana dunia akademik mampu memberikan kontribusi langsung terhadap penyelesaian persoalan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara kampus dan pemerintah daerah perlu terus diperkuat agar berbagai kebutuhan warga dapat ditangani lebih cepat.

8 Tahun Berdiri, RSUD Kota Serang Mulai Berbenah: Bangun Cath Lab hingga Perkuat Pelayanan Pasien

Apresiasi serupa disampaikan Ketua RT 010 Kampung Cibuntung, Dasuki. Ia mengaku bangga dengan peran aktif mahasiswa selama menjalankan KKM di wilayahnya.

“Mahasiswa Universitas Primagraha sangat aktif selama kegiatan KKM. Mereka ikut membangun semangat gotong royong melalui Rabu Asri dan berhasil menjembatani warga kami hingga memperoleh bantuan dari pemerintah. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut,” katanya.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKM Kelompok 05 Universitas Primagraha, Avi Valentri, menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa kegiatan KKM tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kewajiban akademik.

Menurutnya, mahasiswa mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah menjadi solusi bagi persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

“Saya mengapresiasi dedikasi mahasiswa KKM Kelompok 05 Universitas Primagraha. Mereka tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga menghadirkan solusi atas persoalan masyarakat. Pendataan RTLH yang akhirnya ditindaklanjuti pemerintah menjadi bukti bahwa KKM dapat memberikan manfaat nyata apabila dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, kepedulian sosial, dan semangat kolaborasi,” ujarnya.

Direksi PT BPR Serang Bakal Dirombak, DPRD Kirim Sinyal Keras, Profesional atau Bank Daerah Bisa Bernasib Kolaps

Keberhasilan tersebut menunjukkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, masyarakat, dan pemerintah daerah. Kolaborasi yang dibangun mampu mempercepat penanganan masalah sosial sekaligus memperkuat budaya gotong royong di lingkungan masyarakat.

Selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih melalui program Rabu Asri, kegiatan mahasiswa Universitas Primagraha juga membuktikan bahwa riset sederhana berbasis data dapat menjadi jembatan antara kebutuhan warga dengan kebijakan pemerintah. Pendekatan seperti ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pelaksanaan KKM di berbagai daerah sehingga mahasiswa tidak hanya hadir sebagai peserta program akademik, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.***

× Advertisement
× Advertisement