Wali Kota Tangerang Sachrudin saat meluncurkan Lomba Perilaku Ramah Lingkungan Hidup (PRLH) bagi Sekolah Adiwiyata Mandiri dalam kegiatan Sosialisasi Calon Sekolah Adiwiyata Kota (CSAK), sebagai upaya memperkuat budaya peduli lingkungan di kalangan pelajar.KILAS BANTEN – Pemerintah Kota Tangerang terus memperkuat peran dunia pendidikan dalam membangun kesadaran lingkungan. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui peluncuran Lomba Perilaku Ramah Lingkungan Hidup (PRLH) bagi Sekolah Adiwiyata Mandiri yang diresmikan langsung oleh Wali Kota Tangerang, Sachrudin.
Peluncuran program tersebut berlangsung dalam kegiatan Sosialisasi Calon Sekolah Adiwiyata Kota (CSAK) dan menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk menanamkan budaya peduli lingkungan sejak usia dini.
Melalui program ini, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar akademik, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter yang mendorong peserta didik lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan.
Saat ini, Kota Tangerang memiliki 548 Sekolah Adiwiyata yang tersebar di berbagai jenjang pendidikan. Jumlah tersebut mencakup sekolah dengan predikat Adiwiyata tingkat kota, nasional hingga Adiwiyata Mandiri.
Wali Kota Tangerang Sachrudin menilai keberadaan ratusan sekolah tersebut menjadi modal besar untuk menciptakan budaya lingkungan yang berkelanjutan. Menurutnya, pendidikan lingkungan harus mampu membentuk kebiasaan positif yang melekat dalam kehidupan sehari-hari para siswa.
“Jika kebiasaan menjaga kebersihan, mengurangi sampah, menghemat air dan energi ditanamkan sejak dini, maka anak-anak kita akan tumbuh menjadi generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan,” kata Sachrudin, Rabu, 10 Juni 2026.
Ia menjelaskan bahwa persoalan lingkungan saat ini semakin kompleks sehingga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, pendidikan lingkungan yang diberikan di sekolah harus mendapat dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar.