KILAS BANTEN – Musim kemarau mulai menimbulkan dampak di sejumlah wilayah Kota Tangerang Selatan. Berkurangnya cadangan air tanah membuat sejumlah sumur warga mengering.
Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah ancaman kekeringan yang mulai meluas. Pemerintah juga menegaskan distribusi air bersih akan terus dilakukan selama kondisi kemarau masih berlangsung dan warga masih membutuhkan pasokan air.
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, mengatakan pemerintah daerah terus memantau wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan.
Ia meminta seluruh perangkat daerah terkait meningkatkan kewaspadaan dan bergerak cepat ketika menerima laporan masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
“Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus memantau wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih, tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung,” ujar Benyamin, Minggu (19/7/2026).
Menurutnya, pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi salah satu prioritas utama pemerintah selama musim kemarau. Karena itu, koordinasi antarinstansi terus diperkuat agar bantuan dapat segera disalurkan ke lokasi yang membutuhkan.
Salah satu wilayah yang terdampak berada di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu. Kekeringan mulai dirasakan warga di RW 01 RT 01 dan RW 02 RT 04 setelah debit air tanah terus menurun.
Camat Setu, Erwin Gemala Putra, menjelaskan sedikitnya 35 kepala keluarga mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Dari jumlah tersebut, sebanyak 15 kepala keluarga berada di RW 01, sedangkan 20 kepala keluarga lainnya berada di RW 02.
Sebagian besar sumur milik warga tidak lagi mampu menghasilkan air dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi itu membuat aktivitas rumah tangga menjadi terganggu.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Kecamatan Setu berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan serta Perumdam guna mendistribusikan bantuan air bersih ke kawasan terdampak.
Erwin mengatakan pemerintah telah menyalurkan sekitar 5.000 liter air bersih kepada masyarakat pada Senin sebelumnya. Air tersebut digunakan warga untuk berbagai kebutuhan rumah tangga, seperti memasak, mandi, mencuci, hingga keperluan sanitasi.
“Alhamdulillah, pada Senin telah didistribusikan sekitar 5.000 liter air bersih kepada warga terdampak,” kata Erwin.
Ia mengungkapkan sebelum bantuan tiba, masyarakat telah berupaya menghemat penggunaan air agar persediaan yang tersisa dapat bertahan lebih lama.
Bahkan, sebagian warga terpaksa memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan tertentu karena sumur mereka sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan harian.
Setelah bantuan air bersih diterima, warga kembali menggunakan air yang layak untuk kebutuhan rumah tangga. Kondisi tersebut dinilai sangat membantu masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari di tengah musim kemarau.
Erwin juga mengapresiasi kesadaran masyarakat yang mulai menerapkan pola hidup hemat air.
Menurutnya, langkah sederhana tersebut sangat penting untuk mengurangi dampak kekeringan apabila musim kemarau berlangsung lebih lama.
Selain mendistribusikan air bersih, Pemkot Tangerang Selatan juga menyiapkan langkah antisipasi lainnya. Pemerintah telah menyiagakan sejumlah toren penampung air di beberapa titik yang dinilai rawan mengalami kekeringan.
Keberadaan toren tersebut diharapkan dapat mempercepat proses penyaluran air bersih ketika kebutuhan masyarakat meningkat. Dengan sistem ini, distribusi bantuan dapat dilakukan lebih efektif dan menjangkau warga lebih cepat.
Pemkot Tangerang Selatan memastikan bantuan air bersih tidak hanya diberikan satu kali. Pemerintah akan terus menyalurkan pasokan air sesuai kebutuhan masyarakat hingga kondisi kembali normal.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, BPBD, Perumdam, serta dukungan masyarakat dalam menghemat penggunaan air, Pemkot Tangsel berharap dampak musim kemarau dapat diminimalkan.
Langkah cepat tersebut diharapkan mampu menjaga ketersediaan air bersih sehingga aktivitas masyarakat tetap berjalan meski kekeringan mulai mengintai sejumlah wilayah.***

