Advertisement
Serang

11 Santri Resmi Dikukuhkan Jadi Anggota Pagar Nusa di Kota Serang, PCNU Beri Pesan Tegas: Jaga Akhlak, Marwah Pesantren, dan NKRI

Rangkaian Prosesi pengukuhan 11 santri Pondok Pesantren Al-Fathaniyah sebagai anggota baru Pagar Nusa Rayon Al-Fathaniyah di Kota Serang, Minggu (19/7/2026). Pengurus PCNU Kota Serang menekankan pentingnya menjaga akhlak, marwah pesantren, dan nilai-nilai kebangsaan. (Redaksi Kilas Banten)
Rangkaian Prosesi pengukuhan 11 santri Pondok Pesantren Al-Fathaniyah sebagai anggota baru Pagar Nusa Rayon Al-Fathaniyah di Kota Serang, Minggu (19/7/2026). Pengurus PCNU Kota Serang menekankan pentingnya menjaga akhlak, marwah pesantren, dan nilai-nilai kebangsaan. (Redaksi Kilas Banten)

KILAS BANTEN – Sebanyak 11 santri Pondok Pesantren Al-Fathaniyah resmi menyandang status sebagai anggota baru Pencak Silat Nahdlatul Ulama (Pagar Nusa) Rayon Pondok Pesantren Al-Fathaniyah.

Pengukuhan berlangsung di Majelis Maqbaroh Pondok Pesantren Al Fathaniyah, Tengkele, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Minggu (19/7/2026).

Prosesi tersebut bukan sekadar seremoni penerimaan anggota baru. Momentum ini juga menjadi pengingat bahwa setiap anggota Pagar Nusa memikul tanggung jawab besar untuk menjaga akhlak, nama baik organisasi, serta kehormatan pondok pesantren.

Katib Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Serang, Haji Ucu Syuhada, menegaskan bahwa keanggotaan Pagar Nusa harus dimaknai sebagai amanah. Menurutnya, seorang pesilat NU tidak cukup hanya menguasai teknik bela diri, tetapi juga wajib menunjukkan akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menekankan bahwa moralitas dan akhlakul karimah harus menjadi identitas utama setiap anggota. Sikap hormat kepada guru, ustaz, sesama santri, hingga masyarakat harus terus dijaga.

Tangani Banjir, Wali Kota Serang Budi Rustandi Alokasikan Rp400 Juta APBD Perubahan untuk Jalan Permata Hijau

“Yang paling penting adalah menjaga moralitas dan akhlakul karimah, baik kepada guru, ustaz di pesantren maupun kepada teman-temannya. Jangan sampai hanya menjadi slogan semata, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Haji Ucu, Minggu, 19 Juli 2026.

Menurutnya, Pagar Nusa tidak dibentuk untuk mengejar popularitas atau sekadar menunjukkan kemampuan bela diri. Organisasi ini hadir sebagai wadah pembinaan karakter santri agar memiliki kepribadian yang kuat, disiplin, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

Selain itu, Haji Ucu mengingatkan bahwa setiap anggota juga harus memiliki komitmen menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), mencintai para kiai, serta mempertahankan tradisi dan nilai perjuangan Nahdlatul Ulama.

Ia menjelaskan, seluruh materi tersebut telah menjadi bagian penting dalam proses Ujian Kenaikan Tingkat (UKT). Peserta tidak hanya belajar teknik pencak silat, tetapi juga mendapatkan pembekalan mengenai wawasan kebangsaan, ke-NU-an, keaswajaan, hingga pendidikan karakter.

Dengan pola pembinaan tersebut, Pagar Nusa diharapkan mampu melahirkan pesilat yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga kuat secara mental dan spiritual.

Jadwal Bupati Serang Bertemu Komunitas Musik Jalanan Hari Ini, Bakal Bahas Masa Depan Seni Kreatif di Pendopo

Haji Ucu menambahkan, setelah resmi dikukuhkan, para santri memiliki tanggung jawab yang jauh lebih besar dibanding sebelumnya.

“Kalau belum disahkan, mereka masih berstatus siswa atau santri biasa. Setelah menjadi anggota, mereka wajib menjaga marwah Pagar Nusa sekaligus menjaga nama baik pondok pesantren,” ujarnya.

Ia berharap seluruh anggota baru mampu menjadi teladan di lingkungan pesantren maupun masyarakat. Kehadiran mereka diharapkan membawa manfaat melalui perilaku santun, kedisiplinan, serta pengabdian kepada umat.

Sementara itu, Wakil Ketua PC Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa Kota Serang, Hasan Cabanas, mengatakan bahwa pengukuhan anggota baru merupakan agenda tahunan yang rutin dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Fathaniyah.

Menurut Hasan, seluruh calon anggota wajib mengikuti prosesi baiat sebagai bentuk komitmen terhadap nilai-nilai organisasi yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama.

Jadwal Wakil Bupati Serang Hari Ini: Muhammad Najib Hamas Buka Seminar Salimah hingga Tebar Ribuan Benih Ikan Nila di Situ Cibanten

“Agenda ini rutin setiap tahun. Anggota baru harus melalui baiat agar memahami jati diri Pagar Nusa sebagai badan otonom Nahdlatul Ulama,” katanya.

Hasan menjelaskan, pembinaan terhadap anggota tidak berhenti setelah prosesi pengukuhan selesai. Para anggota akan menjalani latihan secara rutin dengan pendampingan pelatih yang memiliki pengalaman dan kompetensi di bidang pencak silat.

Ia menyebut sebagian besar pelatih berasal dari kalangan atlet maupun pesilat berprestasi yang telah mengikuti berbagai kejuaraan nasional Pagar Nusa. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam mencetak kader berkualitas.

Meski demikian, tujuan utama pembinaan bukan hanya melahirkan atlet berprestasi. Pagar Nusa juga ingin mencetak kader yang mampu mendampingi para kiai dalam menjalankan dakwah kepada masyarakat.

“Pesilat Pagar Nusa memiliki tugas mendampingi dan menjaga para kiai agar dapat menyampaikan dakwah dengan aman kepada masyarakat,” ujar Hasan.

Selain mendukung kegiatan dakwah, anggota Pagar Nusa juga aktif terlibat dalam berbagai kegiatan keagamaan yang diselenggarakan Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama di tingkat kecamatan.

Hasan menambahkan, setiap anggota nantinya akan menjalani evaluasi kemampuan secara berkala. Penilaian tersebut menjadi dasar untuk menentukan kenaikan tingkat, jenjang sabuk, hingga proses kaderisasi bagi anggota yang dipersiapkan menjadi pelatih di masa depan.

Di sisi lain, Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Fathaniyah, Ustadz Syaepudin, berharap pengukuhan tersebut mampu memperkuat rasa memiliki para santri terhadap organisasi maupun pesantren.

Menurutnya, baiat menjadi titik awal bagi para santri untuk memahami nilai perjuangan, kedisiplinan, serta tanggung jawab yang melekat setelah resmi menjadi anggota Pagar Nusa.

“Mudah-mudahan setelah dibaiat mereka semakin memahami arti dan makna memilih Pagar Nusa sebagai kegiatan ekstrakurikuler serta memiliki rasa tanggung jawab yang lebih kuat,” katanya.

Pada pengukuhan tahun ini, sebanyak 11 santri resmi bergabung sebagai anggota baru Pagar Nusa Rayon Pondok Pesantren Al-Fathaniyah. Mereka terdiri dari enam santri laki-laki dan lima santri perempuan.

Bertambahnya anggota baru ini diharapkan semakin memperkuat keberadaan Pagar Nusa di Kota Serang.

Organisasi tersebut menargetkan lahirnya kader-kader yang tidak hanya memiliki kemampuan bela diri, tetapi juga menjunjung tinggi akhlakul karimah, menjaga marwah Nahdlatul Ulama, setia kepada NKRI, serta aktif berkontribusi dalam dakwah dan kehidupan bermasyarakat.***

× Advertisement
× Advertisement