Nasional

PCNU Kota Serang Serukan Nahdliyin Bersatu Usai Muktamar ke-35, Dukung Kepemimpinan Baru PBNU

×

PCNU Kota Serang Serukan Nahdliyin Bersatu Usai Muktamar ke-35, Dukung Kepemimpinan Baru PBNU

Sebarkan artikel ini
Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Serang KH Saifun Nawasi mengajak seluruh warga Nahdliyin menghormati hasil Muktamar ke-35 NU dan mendukung kepemimpinan baru PBNU sebagai bentuk komitmen menjaga persatuan organisasi.
Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Serang KH Saifun Nawasi mengajak seluruh warga Nahdliyin menghormati hasil Muktamar ke-35 NU dan mendukung kepemimpinan baru PBNU sebagai bentuk komitmen menjaga persatuan organisasi.

KILAS BANTEN – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Serang mengajak seluruh warga Nahdliyin untuk menerima, menghormati, dan mendukung hasil Muktamar ke 35 Nahdlatul Ulama.

Seruan itu disampaikan setelah forum permusyawaratan tertinggi NU menetapkan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU untuk masa khidmat lima tahun mendatang.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Serang, KH Saifun Nawasi, menyampaikan ucapan selamat kepada kedua tokoh tersebut. Ia berharap amanah yang diberikan melalui Muktamar menjadi awal kepemimpinan yang mampu membawa Nahdlatul Ulama semakin maju serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi umat, bangsa, dan negara.

Menurut KH Saifun, kepengurusan baru memiliki tanggung jawab besar untuk memperkuat peran NU sebagai organisasi keagamaan yang tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemaslahatan masyarakat. Ia optimistis kepemimpinan baru dapat menjaga marwah organisasi sekaligus menjawab berbagai tantangan yang dihadapi umat.

Ia mengakui pelaksanaan Muktamar ke-35 yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, diwarnai berbagai dinamika. Proses persidangan berlangsung cukup panjang dan memunculkan beragam pandangan dari peserta. Sebagian menilai pelaksanaan Muktamar berjalan baik, sementara sebagian lainnya menyampaikan sejumlah kritik dan catatan terhadap proses yang berlangsung.

Meski demikian, KH Saifun menegaskan seluruh tahapan Muktamar telah menghasilkan keputusan resmi organisasi yang harus dihormati seluruh warga Nahdlatul Ulama. Karena itu, ia mengajak seluruh Nahdliyin mengakhiri perbedaan pandangan dan kembali fokus mengabdi kepada jam’iyah.

“Kita mengajak seluruh Nahdliyin untuk tetap berkhidmah, menghormati, dan mengabdi sepenuhnya kepada kepemimpinan yang telah ditetapkan,” ujar KH Saifun Nawasi, Selasa (1/9/2026).

Ia menilai persatuan menjadi modal utama bagi Nahdlatul Ulama dalam menghadapi tantangan organisasi pada masa mendatang. Perbedaan yang muncul selama Muktamar, menurutnya, merupakan bagian dari dinamika organisasi. Namun setelah keputusan ditetapkan, seluruh elemen NU harus kembali mengedepankan kebersamaan demi kepentingan jam’iyah.

KH Saifun juga berharap dinamika yang terjadi selama Muktamar dapat menjadi bahan evaluasi bagi kepengurusan baru PBNU. Evaluasi tersebut dinilai penting agar penyelenggaraan agenda organisasi di masa mendatang berlangsung lebih baik, lebih transparan, serta tetap menjaga kehormatan dan wibawa Nahdlatul Ulama.

Baca Juga  Sebut Ada Kemajuan, Ketua PCNU Kota Serang Doakan Wali Kota Tetap Istiqomah Bangun Kota Madani

Ia menekankan bahwa setiap proses organisasi harus dilandasi niat yang tulus demi kemaslahatan umat. Menurutnya, keikhlasan menjadi fondasi utama dalam membangun organisasi yang sehat. Sebaliknya, apabila muncul kepentingan pribadi atau kelompok yang tidak dilandasi niat baik, persoalan akan lebih mudah muncul dalam perjalanan organisasi.

Karena itu, KH Saifun mengingatkan seluruh kader dan warga Nahdliyin agar selalu menempatkan kepentingan jam’iyah di atas kepentingan pribadi maupun golongan. Dengan semangat tersebut, ia berharap dinamika yang sempat terjadi dalam Muktamar tidak kembali terulang pada agenda-agenda organisasi berikutnya.

Selain membahas hasil Muktamar, KH Saifun turut menegaskan sikap Nahdlatul Ulama terhadap pemerintah. Menurutnya, NU tetap konsisten memegang prinsip tawasuth atau jalan tengah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ia menegaskan NU bukan organisasi oposisi, tetapi juga bukan bagian dari pemerintah. Posisi tersebut harus dijaga agar Nahdlatul Ulama tetap memiliki independensi dalam menjalankan fungsi sosial, pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.

“NU bukanlah organisasi oposisi, tetapi juga bukan bagian dari pemerintah. Posisi tersebut harus dijaga agar NU tetap mampu menjalankan fungsi sosial dan keagamaan secara independen,” tegasnya.

KH Saifun menambahkan, apabila pemerintah mengeluarkan kebijakan yang dinilai kurang berpihak kepada masyarakat, NU memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan masukan serta mengingatkan. Sikap tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan amar ma’ruf nahi mungkar yang selama ini menjadi salah satu prinsip perjuangan Nahdlatul Ulama.

Melalui kepemimpinan baru PBNU, PCNU Kota Serang berharap Nahdlatul Ulama semakin solid, mampu menjaga persatuan warga Nahdliyin, serta terus memperkuat kontribusinya bagi umat dan bangsa. Di sisi lain, NU diharapkan tetap menjadi mitra kritis pemerintah dengan tetap berpegang pada nilai-nilai dasar organisasi yang telah menjadi fondasi perjuangannya selama ini.***