Lebak

Rektor UIN SMH Banten Prof Ishom Turun ke Lebak, Mahasiswa KKN Nusantara 2026 Ditantang Ubah Wajah Banten Selatan

Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Prof. Muhammad Ishom bersama jajaran LP2M saat melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan KKN Nusantara 2026 di Kecamatan Leuwidamar dan Cirinten, Kabupaten Lebak.
Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Prof. Muhammad Ishom bersama jajaran LP2M saat melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan KKN Nusantara 2026 di Kecamatan Leuwidamar dan Cirinten, Kabupaten Lebak.

KILAS BANTEN – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten, Prof Muhammad Ishom, menegaskan bahwa mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nusantara 2026 harus menjadi penggerak perubahan di tengah masyarakat. Pesan tersebut disampaikan saat melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan KKN Nusantara di Kecamatan Leuwidamar dan Kecamatan Cirinten, Kabupaten Lebak.

Kegiatan monitoring dilakukan untuk memastikan seluruh program pengabdian masyarakat berjalan sesuai kebutuhan warga. Evaluasi juga bertujuan memastikan setiap kegiatan mahasiswa mampu memberikan manfaat nyata sekaligus mendukung percepatan pembangunan di wilayah Banten Selatan.

Dalam kunjungan itu, Prof. Muhammad Ishom didampingi jajaran Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN SMH Banten serta para Kepala Pusat LP2M dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN/S).

Prof. Ishom menegaskan bahwa KKN bukan hanya bagian dari kewajiban akademik. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk pengabdian yang harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat melalui berbagai program yang aplikatif dan berkelanjutan.

Ia meminta mahasiswa tidak sekadar menjalankan agenda kerja. Mereka juga harus membangun kedekatan dengan masyarakat, menghadirkan solusi, serta memberikan dampak positif selama berada di lokasi pengabdian.

Tim SAR Lebak Bergerak ke Perairan Bagedur Cari Dace Hidayat yang Diduga Jatuh ke Laut

“Pengabdian kepada masyarakat pada aspek praktisnya adalah hal yang biasa, namun pada level filosofisnya, ini adalah tentang bagaimana kita membawa kebahagiaan di tengah masyarakat. Kehadiran KKN Nusantara di Banten Selatan sengaja dirancang agar mahasiswa dapat meneladani jejak dakwah Sultan Maulana Hasanuddin yang mengedepankan pendekatan damai tanpa pamrih,” ujar Prof. Muhammad Ishom, Rabu (5/8/2026).

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar meneladani metode dakwah Sultan Maulana Hasanuddin yang mengutamakan pendekatan damai. Nilai tersebut dinilai relevan untuk membangun hubungan yang harmonis antara mahasiswa dan masyarakat selama pelaksanaan KKN.

Selain itu, seluruh peserta diminta disiplin mencatat pengalaman mereka dalam logbook. Catatan tersebut akan menjadi dokumentasi berharga mengenai kondisi sosial, budaya, dan potensi masyarakat Banten Selatan yang dapat dimanfaatkan sebagai referensi pada masa mendatang.

Camat Leuwidamar, H. Agung Nugraha, menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN Nusantara. Menurutnya, mahasiswa dari berbagai daerah membawa semangat baru yang dapat memperkuat pembangunan desa.

Ia mengungkapkan sejumlah sektor masih membutuhkan sentuhan inovasi. Di antaranya pengembangan website desa, edukasi pengelolaan sampah, pendampingan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM, hingga peningkatan motivasi belajar guna menekan angka putus sekolah.

Fatayat NU Lebak Baiat 33 Kader Baru, Tekankan Penguatan Nilai Aswaja dan Kaderisasi

Agung juga berharap mahasiswa mampu menghadirkan inovasi di sektor pertanian dan kesehatan masyarakat. Ia menilai gagasan baru dapat membantu meningkatkan produktivitas hasil panen sekaligus mempercepat penanganan stunting di Leuwidamar.

“Mahasiswa adalah agen perubahan yang harus mampu mendobrak kebuntuan. Kami menantang mereka untuk berinovasi, misalnya bagaimana mengubah kebiasaan panen dari dua kali menjadi tiga kali setahun, hingga membantu mengurai tingginya angka stunting di Leuwidamar melalui pemahaman gizi yang tepat. Kehadiran mereka harus menjadi jembatan informasi dan pemasaran bagi hasil bumi kami agar lebih dikenal luas,” katanya.

Dukungan serupa disampaikan Camat Cirinten, H. Sardi. Ia menilai kehadiran mahasiswa memberi kontribusi besar terhadap pelaksanaan berbagai program pemerintah kecamatan.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya membantu administrasi pemerintahan desa, tetapi juga aktif mendampingi masyarakat serta mendukung pelaksanaan layanan kesehatan primer. Sinergi tersebut dinilai mampu mempercepat pencapaian program prioritas sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap berbagai isu pembangunan.

“Kehadiran mahasiswa KKN Nusantara ini merupakan sebuah kegiatan yang sangat positif dan menjadi katalisator bagi kemajuan desa. Mereka tidak hanya membawa teori dari bangku kuliah, tetapi langsung turun tangan membantu menyukseskan program-program krusial kami di lapangan, sehingga masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari ilmu yang mereka terapkan,” ujar H. Sardi.

SIBI Resmi Diluncurkan Adde Rosi, Buku Digital Gratis Siap Dongkrak Literasi hingga Pelosok

Program KKN Nusantara 2026 di Kabupaten Lebak juga memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat. Program tersebut berfokus pada pengembangan eko-teologi, pelestarian lingkungan, pemberdayaan ekonomi, penguatan UMKM, serta optimalisasi potensi desa.

Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menghadirkan inovasi, memperkuat pemberdayaan masyarakat, dan mendukung pembangunan berkelanjutan di Banten Selatan.***

× Advertisement
× Advertisement