KILAS BANTEN – Perjalanan hidup Ahmad Muhibbin menjadi gambaran bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk meraih kepercayaan publik. Lahir dari keluarga sederhana dengan kedua orang tua yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI), ia pernah menjalani profesi sebagai sopir demi membiayai kebutuhan kuliah. Kini, perjuangan panjang itu membawanya dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Serang.
Kepercayaan tersebut diberikan langsung oleh Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, melalui Surat Keputusan kepengurusan yang diserahkan Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Banten, Andra Soni, di Graha Mahesa pada Jumat, 18 September 2026.
Penunjukan Ahmad Muhibbin menjadi bagian dari langkah konsolidasi Partai Gerindra dalam memperkuat organisasi di tingkat daerah sekaligus mempersiapkan berbagai agenda politik pada masa mendatang.
Bagi kader Gerindra di Kabupaten Serang, nama Ahmad Muhibbin bukan sosok baru. Politisi yang akrab disapa Kang Ibbin itu saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Serang dari Fraksi Gerindra dan bertugas di Komisi IV. Selama menjadi wakil rakyat, ia dikenal aktif membangun komunikasi dengan masyarakat serta rutin menyerap aspirasi warga.
Ahmad Muhibbin lahir dan besar di Desa Pegandikan, Kecamatan Pontang yang kini masuk dalam teritorial Kecamatan Lebak Wangi. Masa kecilnya dihabiskan bersama sang nenek karena kedua orang tuanya bekerja di Arab Saudi. Ayahnya bekerja sebagai sopir, sedangkan ibunya menjadi asisten rumah tangga.
“Saya terlahir dari keluarga biasa saja,” ujar Ahmad Muhibbin, Sabtu, 19 September 2026.
Sebagai anak kedua dari enam bersaudara, ia tumbuh dalam lingkungan yang serba terbatas. Namun, kedua orang tuanya terus menanamkan pentingnya pendidikan, kejujuran, dan akhlak sebagai bekal menghadapi kehidupan.
Pendidikan dasar ditempuh di Madrasah Ibtidaiyah Al-Khairiyah. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan selama enam tahun di Pondok Pesantren Darul Kolam, Tangerang. Bekal pendidikan agama tersebut mengantarkannya melanjutkan kuliah di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 2004.
Saat menjadi mahasiswa, tantangan hidup semakin terasa. Selain aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ahmad Muhibbin juga harus bekerja agar tidak membebani kedua orang tuanya.
Setiap akhir pekan, ia mengambil pekerjaan sebagai sopir lepas. Penghasilan yang diperoleh bukan untuk memenuhi gaya hidup, melainkan membeli buku serta membantu memenuhi kebutuhan selama kuliah.
“Saya tidak mau membebani orang tua. Jadi hasil nyupir saya habiskan untuk beli buku,” katanya.
Setelah menyelesaikan pendidikan pada 2009, perjuangan belum berakhir. Berbagai lamaran pekerjaan yang dikirimkan belum juga membuahkan hasil. Kondisi tersebut sempat menjadi fase sulit dalam perjalanan hidupnya.
Namun, pengalaman berorganisasi membuatnya memilih terus bergerak. Ia meyakini bahwa menyerah bukanlah pilihan.
“Hidup itu ibarat mengayuh sepeda. Kalau berhenti, kita jatuh. Jadi saya lakukan apa saja untuk bisa bertahan,” ungkapnya.
Dalam masa tersebut, Ahmad Muhibbin pernah menjadi sopir cadangan truk dan menjalani berbagai pekerjaan lain. Kesempatan kemudian datang ketika bergabung dengan Persatuan Konsultan Indonesia (Perkindo) Banten.
Kariernya berkembang secara bertahap. Ia mengawali pekerjaan sebagai staf administrasi, kemudian dipercaya mengelola sekretariat organisasi. Pengalaman itu menjadi bekal penting hingga akhirnya mendirikan perusahaan konsultan sendiri.
Menurutnya, kesuksesan usaha tidak hanya ditentukan besarnya modal, tetapi juga kepercayaan yang dibangun dengan berbagai pihak.
“Modal utama bisnis itu bukan kapital, tapi kepercayaan,” ujarnya.
Pengalaman di dunia organisasi, profesi, dan usaha menjadi modal besar ketika Partai Gerindra memberikan mandat kepadanya untuk maju sebagai calon anggota legislatif pada Pemilu 2024.
Kepercayaan masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Kabupaten Serang mengantarkannya meraih 13.955 suara. Hasil tersebut memastikan dirinya terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Serang.
Dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat, Ahmad Muhibbin mengaku memegang teguh filosofi 3K, yakni Kepercayaan, Kesetiaan, dan Kehormatan. Tiga nilai tersebut menjadi dasar dalam membangun hubungan dengan masyarakat.
Ia juga mengusung moto “Sambang, Sambung, Sumbang”. Filosofi itu diwujudkan dengan aktif menemui masyarakat, menjembatani komunikasi antara warga dan pemerintah, serta berupaya menghadirkan solusi melalui kebijakan yang berpihak kepada kepentingan publik.
Bagi Ahmad Muhibbin, jabatan bukanlah tujuan akhir. Ia menilai keberhasilan seseorang diukur dari manfaat yang mampu diberikan kepada masyarakat dan lingkungan sekitarnya.
Di akhir kisah perjalanannya, ia membagikan prinsip hidup yang hingga kini terus dipegang.
“Kalau sudah bisa menata hati, kita bisa menata hidup. Kalau hidup sudah tertata, baru bisa membangun sekitar,” pungkasnya.
Perjalanan Ahmad Muhibbin dari anak TKI, sopir lepas, hingga dipercaya memimpin DPC Partai Gerindra Kabupaten Serang menjadi contoh bahwa pendidikan, kerja keras, konsistensi, dan menjaga kepercayaan dapat membuka jalan menuju tanggung jawab yang lebih besar.***






