KILAS BANTEN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memanfaatkan musim kemarau untuk mempercepat normalisasi Kali Cantiga di Kecamatan Karang Tengah. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mengantisipasi potensi banjir saat curah hujan mulai meningkat pada penghujung tahun.
Pekerjaan difokuskan pada normalisasi sungai sepanjang 800 meter. Program tersebut bertujuan mengangkat sedimentasi yang selama ini mengurangi kapasitas tampung Kali Cantiga. Dengan aliran yang lebih bersih dan lebih dalam, sungai diharapkan mampu menyalurkan debit air secara optimal ketika hujan deras kembali mengguyur wilayah Kota Tangerang.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, mengatakan proses normalisasi telah dimulai sejak sehari sebelumnya. Menurutnya, pekerjaan ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan fungsi sungai sebagai jalur utama aliran air.
“Normalisasi sudah mulai berjalan sejak kemarin. Targetnya, kami ingin normalisasi ini bisa meningkatkan kapasitas aliran sehingga mampu menampung dan mengalirkan debit air secara optimal saat intensitas hujan mulai meningkat,” ujar Taufik, Sabtu, 19 September 2026.
Ia menjelaskan, musim kemarau merupakan waktu paling ideal untuk melaksanakan pengerukan sungai. Debit air yang lebih rendah membuat proses pengangkatan lumpur dan sedimentasi dapat dilakukan lebih efektif dibandingkan saat musim hujan.
Selama ini, endapan lumpur yang terus menumpuk membuat badan sungai semakin dangkal dan menyempit. Kondisi tersebut dapat menghambat aliran air ketika hujan turun dengan intensitas tinggi sehingga meningkatkan potensi genangan hingga banjir di kawasan sekitar.
Karena itu, normalisasi menjadi salah satu upaya penting untuk mengembalikan fungsi sungai agar tetap mampu menampung debit air dalam jumlah besar. Selain memperbaiki kapasitas aliran, pekerjaan ini juga diharapkan dapat memperlancar sistem drainase yang terhubung dengan Kali Cantiga.
Upaya Pemkot Tangerang mendapat dukungan dari masyarakat sekitar. Lurah Karang Timur, Boby Ertanto, menilai program tersebut menjadi langkah yang tepat untuk mengurangi risiko banjir yang selama ini mengancam kawasan permukiman ketika musim penghujan tiba.
Menurut Boby, warga siap berpartisipasi menjaga hasil normalisasi agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Salah satu bentuk dukungan masyarakat adalah dengan rutin melaksanakan kerja bakti membersihkan lingkungan dan saluran air.
“Kami mewakili masyarakat sekitar memberikan dukungan penuh sekaligus berkomitmen menjaga kebersihan sekaligus merawat infrastruktur yang ada. Salah satunya melalui kegiatan kerja bakti yang selama ini sudah berjalan rutin,” kata Boby.
Ia menambahkan, keberhasilan pengendalian banjir tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur. Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai dan saluran air juga memiliki peran besar dalam menjaga kelancaran aliran.
Pemkot Tangerang juga memastikan normalisasi tidak hanya dilakukan di Kali Cantiga. Program serupa akan dilaksanakan secara bertahap di sejumlah sungai dan saluran air lain yang dinilai membutuhkan penanganan sebelum musim hujan datang.
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas drainase perkotaan agar mampu menampung debit air lebih besar. Dengan sistem drainase yang lebih baik, risiko genangan maupun banjir di berbagai wilayah Kota Tangerang diharapkan dapat ditekan.
Melalui percepatan normalisasi selama musim kemarau, Pemkot Tangerang ingin memastikan seluruh infrastruktur pengendali banjir berada dalam kondisi optimal sebelum curah hujan kembali meningkat. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat diharapkan menjadi kunci keberhasilan menjaga sungai tetap bersih sehingga manfaat program normalisasi dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh warga.***






