Serang

Pengajian Syahriyahan MWCNU Cipocok Jaya di Jagarayu, KH Saifun Nawasi: Jaga Persaudaraan demi Indonesia yang Damai

×

Pengajian Syahriyahan MWCNU Cipocok Jaya di Jagarayu, KH Saifun Nawasi: Jaga Persaudaraan demi Indonesia yang Damai

Sebarkan artikel ini
Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Serang KH Saifun Nawasi menyampaikan tausiyah pada Pengajian Syahriyahan MWCNU Cipocok Jaya di Masjid Al Muhlisin, Kelurahan Dalung, Kota Serang, Jumat (18/9/2026).
Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Serang KH Saifun Nawasi menyampaikan tausiyah pada Pengajian Syahriyahan MWCNU Cipocok Jaya di Masjid Al Muhlisin, Kelurahan Dalung, Kota Serang, Jumat (18/9/2026).

KILAS BANTEN – Ratusan warga memadati Masjid Al Muhlisin di Lingkungan Jagarayu Lor, Kelurahan Dalung, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Jumat (18/9/2026). Mereka mengikuti Pengajian Syahriyahan yang diselenggarakan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Cipocok Jaya sebagai agenda rutin bulanan untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, memperdalam pemahaman agama, sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan.

Pengajian tersebut menjadi wadah bertemunya ulama, pemerintah, dan masyarakat. Selain memperdalam ilmu agama, kegiatan ini juga menjadi ruang mempererat silaturahmi serta memperkuat persatuan di tengah masyarakat yang hidup dalam keberagaman.

Dalam tausiyahnya, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Serang, KH Saifun Nawasi, mengingatkan umat Islam agar tidak mencaci atau menghina keyakinan maupun sesembahan agama lain.

Menurutnya, ajaran Islam menuntun umat untuk menjaga akhlak dalam berinteraksi dengan siapa pun tanpa meninggalkan prinsip akidah.

Ia menjelaskan bahwa Al-Qur’an telah memberikan tuntunan agar umat Islam tidak menghina sesembahan pihak lain. Larangan itu bertujuan menghindari munculnya tindakan balasan berupa penghinaan terhadap Allah SWT yang dapat memicu konflik di tengah masyarakat.

“Kita tidak boleh mencaci sesembahan orang lain. Kita harus tetap yakin terhadap akidah kita, tetapi dalam hubungan kemanusiaan kita wajib saling menghormati,” ujar KH Saifun Nawasi.

Menurutnya, keyakinan yang kokoh tidak bertentangan dengan sikap menghormati sesama manusia. Seorang Muslim tetap diwajibkan memegang teguh ajaran Islam sebagaimana terkandung dalam Surah Al-Kafirun. Namun dalam kehidupan sosial, setiap orang harus mengedepankan nilai kemanusiaan, menghargai perbedaan, dan menjaga hubungan yang harmonis.

KH Saifun Nawasi juga mengingatkan bahwa seluruh manusia berasal dari Tuhan yang sama. Karena itu, tidak ada alasan untuk merendahkan orang lain hanya karena perbedaan agama, suku, budaya, maupun latar belakang.

Ia menegaskan bahwa ukuran kemuliaan seseorang bukan ditentukan oleh identitasnya, melainkan oleh manfaat yang diberikan kepada orang lain.

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak memberi manfaat bagi manusia lainnya. Itulah ajaran yang harus terus kita hidupkan,” katanya.

Menurut KH Saifun Nawasi, perdebatan mengenai persoalan keyakinan tidak akan pernah selesai jika dilakukan dengan saling menyalahkan. Karena itu, Nahdlatul Ulama terus mengedepankan dakwah yang santun, damai, dan penuh hikmah sebagai jalan membangun persaudaraan.

Ia menjelaskan, sejak berdiri NU konsisten membawa ajaran Islam yang moderat. Organisasi tersebut mengajarkan umat agar tidak mudah menghakimi pihak lain serta selalu mengedepankan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.

Nilai-nilai itu dinilai sangat penting untuk menjaga keutuhan Indonesia sebagai bangsa yang terdiri atas beragam suku, budaya, bahasa, dan agama. Menurutnya, toleransi dalam kehidupan sosial merupakan bagian dari upaya menjaga persatuan nasional.

Baca Juga  Deadlock Panas! Negosiasi Upah Kabupaten Serang Buntu, Buruh Ngotot Kenaikan Sesuai KHL

Selain membahas pentingnya menghormati perbedaan, KH Saifun Nawasi juga mengajak masyarakat untuk terus meramaikan majelis ilmu. Ia menilai pengajian bukan sekadar tempat mempelajari ajaran agama, tetapi juga menjadi ruang mempererat silaturahmi dan memperkuat ketenangan batin.

Menurutnya, setiap orang memiliki persoalan hidup yang berbeda-beda. Dengan rutin menghadiri pengajian, masyarakat dapat saling menguatkan, berbagi pengalaman, serta membangun semangat kebersamaan.

Pada kesempatan tersebut, ia juga memberikan apresiasi kepada pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, para ulama, dan seluruh masyarakat yang terus bersinergi mendukung kegiatan keagamaan di wilayah Cipocok Jaya.

Ia menilai kolaborasi antara ulama dan umara menjadi modal penting dalam menjaga kerukunan masyarakat sekaligus memperkuat pembangunan sosial yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan.

Sementara itu, Katib Syuriyah MWCNU Cipocok Jaya, Ustadz Suherman, menjelaskan bahwa Pengajian Syahriyahan di Dalung merupakan pelaksanaan keempat dari program pengajian keliling yang digagas MWCNU Cipocok Jaya.

Sebelumnya, kegiatan serupa telah berlangsung di Karundang, Banjarsari, dan Penancangan. Setelah Dalung, agenda Syahriyahan akan berlanjut ke kelurahan-kelurahan lain hingga seluruh wilayah di Kecamatan Cipocok Jaya mendapatkan kesempatan menjadi tuan rumah.

Menurut Suherman, salah satu tujuan utama program tersebut ialah memperkuat pemahaman masyarakat terhadap Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

Ia mengatakan MWCNU ingin memastikan nilai-nilai Aswaja terus berkembang sehingga masyarakat memiliki bekal yang kuat dalam menghadapi berbagai dinamika pemahaman keagamaan.

“Melalui pengajian ini kami ingin mengajak masyarakat belajar bersama dan memperkuat pemahaman keaswajaan. NU harus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan penguatan,” ujarnya.

Suherman menambahkan, dakwah Syahriyahan tidak hanya menyasar wilayah perkampungan, tetapi juga kawasan perkotaan hingga kompleks perumahan. Langkah tersebut dilakukan agar dakwah Islam Aswaja menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan kondisi wilayah maupun latar belakang sosial.

Kegiatan tersebut dihadiri Mustasyar PCNU Kota Serang KH Abdul Khaliq, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Serang KH Saifun Nawasi, jajaran pengurus MWCNU Cipocok Jaya, Camat Cipocok Jaya Um Rohmat Hidayat, para lurah se-Kecamatan Cipocok Jaya, serta ratusan jamaah majelis taklim yang mengikuti rangkaian acara dengan khidmat.

Melalui Pengajian Syahriyahan yang digelar secara rutin, MWCNU Cipocok Jaya berharap semangat persaudaraan, penguatan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah, serta sinergi antara ulama, pemerintah, dan masyarakat terus terpelihara. Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat kehidupan yang damai, rukun, harmonis, dan saling menghormati di Kota Serang serta menjadi contoh nyata penerapan nilai Islam Rahmatan Lil Alamin dalam kehidupan sehari-hari.***