KILAS BANTEN – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pandeglang kembali mempertegas komitmennya dalam menyiapkan regenerasi kepemimpinan organisasi. Melalui Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) II, organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama tersebut membina 40 kader terbaik agar siap menjadi pemimpin masa depan yang mampu memperkuat organisasi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pelatihan berlangsung selama empat hari, mulai 17 hingga 20 September 2026, di Pondok Pesantren Al-Falah, Kabupaten Pandeglang, Banten. Peserta berasal dari tiga daerah, yakni Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, dan Kota Serang. Keterlibatan kader dari berbagai wilayah menjadi bagian dari upaya memperkuat soliditas organisasi sekaligus membangun jaringan kepemimpinan yang lebih luas di Provinsi Banten.
PKL II merupakan jenjang lanjutan dalam sistem kaderisasi formal GP Ansor. Seluruh peserta sebelumnya telah menyelesaikan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD), sehingga dinilai memenuhi syarat untuk mengikuti proses pengembangan kepemimpinan pada tingkat berikutnya.
Ketua Pelaksana PKL II, Arul Hidayat, mengatakan seluruh peserta merupakan kader yang telah melewati tahapan kaderisasi dasar.
Menurutnya, pelatihan lanjutan ini menjadi kesempatan bagi kader untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan dan memperluas pengalaman organisasi.
“Para peserta merupakan kader yang telah lulus mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) sebagai jenjang awal kaderisasi formal GP Ansor, sebelum melanjutkan ke tahapan kaderisasi berikutnya melalui PKL II,” kata Arul Hidayat, Minggu, 20 September 2026.
Arul menjelaskan, kaderisasi di GP Ansor disusun secara berkesinambungan. Organisasi tidak hanya membekali anggota dengan pengetahuan dasar, tetapi juga mengembangkan kemampuan mereka agar mampu menghadapi tantangan organisasi, dinamika sosial, dan kebutuhan masyarakat yang terus berubah.
Menurutnya, PKL II menjadi ruang pembelajaran yang lebih mendalam. Selama pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai wawasan kebangsaan, kepemimpinan organisasi, kemampuan manajerial, pengambilan keputusan, hingga pembentukan karakter sebagai pemimpin yang tangguh.
“PKL II merupakan bagian dari kesinambungan proses kaderisasi GP Ansor. Setelah menyelesaikan PKD, kader diberikan ruang untuk meningkatkan kapasitas dan pengalaman melalui jenjang kaderisasi yang lebih lanjut. Dengan demikian, kaderisasi tidak hanya berhenti pada pemahaman dasar organisasi, tetapi terus berkembang menuju kesiapan kepemimpinan dan pengabdian yang lebih luas,” ujarnya.
Selama empat hari pelaksanaan, para peserta menjalani berbagai agenda secara intensif. Materi yang diberikan dirancang untuk memperkuat disiplin, meningkatkan kemampuan bekerja dalam tim, membangun mental kepemimpinan, serta melatih kemampuan menyelesaikan persoalan organisasi secara efektif.
Selain peningkatan kapasitas individu, kegiatan ini juga menjadi wadah mempererat hubungan antarkader dari berbagai daerah di Banten. Para peserta memanfaatkan forum tersebut untuk bertukar pengalaman, memperluas komunikasi, dan membangun jejaring yang diharapkan terus berlanjut setelah pelatihan berakhir.
Jejaring antarkader dinilai menjadi salah satu modal penting dalam memperkuat pergerakan GP Ansor di tingkat cabang maupun wilayah. Dengan kolaborasi yang semakin erat, organisasi berharap para kader mampu memberikan kontribusi nyata, baik untuk kemajuan organisasi maupun pembangunan masyarakat.
Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pandeglang, Gus H. Ahmad Sahal Mahfudz, menegaskan bahwa PKL II bukan sekadar tahapan administrasi dalam kaderisasi. Menurutnya, pelatihan tersebut merupakan proses membentuk karakter pemimpin yang memiliki integritas, kemampuan, dan semangat pengabdian.
“Harapan kami setelah lulus PKL II ini peserta bisa menjadi kader pemimpin yang paripurna. Bukan hanya pemimpin yang pintar secara gagasan, tapi kuat secara gerakan, dan tulus dalam pengabdian,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap kader Ansor harus menjadikan ilmu, amal, dan ketakwaan sebagai fondasi utama dalam menjalankan amanah organisasi.
“Menjadi kader yang berilmu, beramal, dan bertakwa, kader tentu harus memahami bahwa Ansor ini bukan sekadar organisasi, tapi jalan khidmah kepada para Muassis NU dan kepada Kiai,” katanya.
Pelaksanaan PKL II turut dihadiri sejumlah tokoh GP Ansor dan pengasuh pesantren, di antaranya Lukmanul Hakim, mantan Ketua PC GP Ansor Pandeglang Ahmad Hudori, mantan Ketua PW GP Ansor Banten, Sekretaris PW GP Ansor Banten H. Alvi Ruzzabady, serta Pimpinan Pondok Pesantren Al-Falah H. Ahmad Halwani.
Kegiatan ditutup melalui upacara penutupan yang berlangsung khidmat. Berakhirnya pelatihan tersebut menandai lahirnya 40 kader baru yang diharapkan menjadi motor penggerak organisasi di daerah masing-masing.
Melalui kaderisasi berjenjang ini, GP Ansor Pandeglang menegaskan komitmennya dalam mencetak pemimpin muda yang berintegritas, memiliki wawasan kebangsaan, kuat dalam membangun organisasi, serta siap mengabdikan diri kepada masyarakat, Nahdlatul Ulama, dan bangsa Indonesia.***





