Peserta BPJS PPU di Pandeglang mengaku tidak mendapat rawat inap di RSUD Labuan meski hasil laboratorium menunjukkan tipes tinggi. Keluarga kecewa karena pasien dipulangkan saat kondisi masih demam tinggiKILAS BANTEN – Polemik pelayanan kesehatan kembali mencuat di Kabupaten Pandeglang. Seorang peserta BPJS Penerima Pekerja Upah (PPU) bernama Suheri diduga tidak mendapatkan layanan rawat inap di RSUD Labuan meski hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan dirinya mengalami tipes dengan kondisi yang cukup serius.
Peristiwa itu terjadi setelah Suheri mengalami demam tinggi selama empat hari berturut-turut. Kondisinya disebut terus melemah karena suhu tubuh naik turun dan tidak kunjung stabil.
Keluarga kemudian membawa Suheri ke Puskesmas Saketi pada Kamis, 21 Mei 2026 sekitar pukul 08.00 WIB untuk mendapatkan penanganan medis.
Istri pasien, Siti Nurlaila, mengatakan dokter di Puskesmas Saketi langsung melakukan pemeriksaan laboratorium karena kondisi pasien dinilai membutuhkan penanganan cepat.
“Hasil lab dari Puskesmas Saketi menyatakan tipes suami saya tinggi sampai 640 dan dokter menyarankan harus dirawat,” ujar Siti pada Minggu, 24 Mei 2026.
Menurut dia, pihak puskesmas sebenarnya siap memberikan penanganan lanjutan. Namun seluruh ruang rawat inap disebut sedang penuh sehingga pasien tidak bisa dirawat di fasilitas kesehatan tersebut.
Karena keterbatasan ruang perawatan, pihak puskesmas kemudian menyarankan agar pasien dirujuk ke rumah sakit lain. Dua rumah sakit yang direkomendasikan saat itu yakni RS Aulia dan RSUD Labuan.
Siti mengaku sempat mencoba menghubungi RS Aulia. Namun rumah sakit tersebut juga disebut tidak memiliki ruang rawat kosong.