SIBI Resmi Diluncurkan Adde Rosi, Buku Digital Gratis Siap Dongkrak Literasi hingga Pelosok

Kilas Banten
30 Jun 2026 15:07
Lebak 0
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Upaya meningkatkan budaya literasi nasional terus diperkuat. Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Golkar, Adde Rosi Khoerunnisa, secara resmi membuka kegiatan sosialisasi Sistem Informasi Perbukuan Indonesia (SIBI) yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Aula PKK Kabupaten Lebak, Selasa (30/6/2026).

 

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk memperluas akses masyarakat terhadap buku-buku berkualitas melalui layanan digital. Program ini diharapkan mampu mengatasi kesenjangan akses pendidikan sekaligus mendorong pemerataan bahan bacaan hingga ke daerah.

 

Dalam keterangannya, Adde Rosi menegaskan bahwa literasi menjadi fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, kreatif, dan mampu bersaing di masa depan. Menurutnya, setiap peserta didik berhak memperoleh akses terhadap buku-buku berkualitas tanpa dibatasi oleh lokasi maupun kondisi ekonomi.

 

“Literasi adalah kunci utama kemajuan pendidikan. Melalui Sistem Informasi Perbukuan Indonesia ini, kita ingin memastikan bahwa anak-anak Indonesia, termasuk di Kabupaten Lebak, memiliki akses yang mudah terhadap buku-buku bermutu,” ujar Adde Rosi.

 

Ia juga memberikan apresiasi kepada Kemendikdasmen yang terus mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan. Salah satu inovasi yang dinilai strategis adalah kehadiran SIBI sebagai platform yang memudahkan sekolah, guru, peserta didik, hingga masyarakat memperoleh buku pelajaran dan bahan bacaan dalam format digital.

 

Menurut Adde Rosi, selama ini masih banyak sekolah menghadapi kendala keterbatasan koleksi buku serta distribusi bahan ajar yang belum merata. Kehadiran SIBI dinilai menjadi solusi nyata untuk menjawab persoalan tersebut karena buku dapat diakses secara digital kapan saja dan dari mana saja.

 

“SIBI menjadi solusi konkret untuk menjawab tantangan keterbatasan buku dan infrastruktur. Buku sekarang tidak hanya tersedia di perpustakaan fisik, tetapi juga bisa diakses secara digital kapan saja dan di mana saja,” katanya.

 

SIBI merupakan platform yang dikembangkan Kemendikdasmen sebagai sistem informasi perbukuan nasional yang terintegrasi. Melalui layanan ini, masyarakat dapat mengakses berbagai buku teks pelajaran dan buku bacaan yang telah melalui proses seleksi sesuai standar nasional.

 

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, perwakilan Kemendikdasmen menjelaskan bahwa seluruh koleksi buku yang tersedia di dalam SIBI telah memperoleh rekomendasi dari Pusat Perbukuan. Setiap buku telah melalui proses penilaian, kurasi, serta penyesuaian dengan kurikulum nasional sehingga kualitasnya dapat dipertanggungjawabkan.

 

“Buku-buku yang ada di SIBI merupakan buku yang telah melalui proses penilaian dan kurasi. Buku tersebut bisa diakses, dibaca, dan diunduh secara gratis oleh satuan pendidikan maupun masyarakat,” jelas perwakilan Kemendikdasmen.

 

Tidak hanya menyediakan buku digital, SIBI juga menyajikan berbagai informasi mengenai dunia perbukuan nasional. Platform ini memuat informasi tentang buku teks utama yang digunakan di berbagai jenjang pendidikan sesuai dengan kurikulum yang berlaku.

 

Keberadaan layanan digital tersebut diharapkan mampu mendukung proses belajar mengajar sekaligus memperluas kesempatan masyarakat memperoleh sumber belajar yang berkualitas tanpa harus terbebani biaya pembelian buku maupun kendala distribusi ke wilayah terpencil.

 

Adde Rosi mengajak seluruh sekolah, tenaga pendidik, peserta didik, hingga masyarakat Kabupaten Lebak memanfaatkan SIBI secara optimal. Ia menilai pemanfaatan teknologi digital harus menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

 

“Kami berharap sistem ini benar-benar dimanfaatkan oleh sekolah dan masyarakat. Dengan literasi yang kuat, kita bisa mencetak generasi yang cerdas, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” pungkasnya.

 

Melalui sosialisasi ini, Kemendikdasmen bersama Komisi X DPR RI menegaskan komitmennya dalam memperkuat budaya membaca sekaligus memperluas akses terhadap buku-buku bermutu bagi seluruh masyarakat Indonesia. Kehadiran SIBI diharapkan menjadi salah satu instrumen utama dalam mempercepat transformasi pendidikan nasional menuju sistem yang lebih inklusif, modern, adaptif, dan berbasis teknologi digital, sehingga kualitas pendidikan dapat dirasakan secara merata hingga ke seluruh pelosok negeri.***