Ratusan jemaah haji asal Kabupaten Lebak menaiki bus menuju Asrama Haji Cipondoh, Tangerang, diiringi tangis dan doa keluarga.KILAS BANTEN – Suasana haru menyelimuti Pendopo Kabupaten Lebak saat ratusan jemaah calon haji resmi diberangkatkan menuju Tanah Suci. Tangis keluarga pecah ketika bus yang membawa para jemaah mulai meninggalkan lokasi menuju Asrama Haji Cipondoh, Tangerang.
Sebanyak 393 jemaah yang tergabung dalam Kloter JKB 18 dilepas langsung oleh Pemerintah Kabupaten Lebak pada Sabtu, 16 Mei 2026. Momentum tersebut menjadi sejarah baru bagi masyarakat Banten karena untuk pertama kalinya pemberangkatan jemaah dilakukan melalui embarkasi baru di Cipondoh.
Kehadiran embarkasi tersebut dinilai memberi kemudahan bagi calon jemaah haji. Selain memangkas jarak tempuh, proses keberangkatan juga dianggap lebih efisien dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Sejak malam hari, kawasan pendopo dipadati ribuan keluarga yang datang untuk mengantar orang tua, saudara, dan kerabat mereka menuju Tanah Suci. Suasana emosional tak terhindarkan ketika para jemaah mulai memasuki bus satu per satu.
Lambaian tangan, pelukan, dan doa mengiringi keberangkatan para tamu Allah itu. Bahkan, sejumlah keluarga terlihat terus berjalan mengikuti bus hingga keluar gerbang pendopo.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lebak, Hj. Halimatussadiah, mengatakan total jemaah dalam Kloter JKB 18 mencapai 393 orang. Jumlah itu terdiri dari 385 jemaah dan delapan petugas haji yang akan mendampingi selama pelaksanaan ibadah di Arab Saudi.
“Seluruh jemaah sudah melalui tahapan persiapan dan pemeriksaan kesehatan. Kami berharap semua dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali dalam keadaan sehat,” ujar Halimatussadiah, dalam keterangannya, Minggu, 17 Mei 2026.
Ia menjelaskan, para jemaah yang berangkat tahun ini berasal dari berbagai kelompok usia. Nazwa Zia Malika tercatat sebagai jemaah termuda dengan usia 16 tahun. Sementara jemaah tertua adalah Asbiah Kasim yang telah berusia 91 tahun.
Menurut Halimatussadiah, seluruh jemaah sebelumnya telah menjalani pemeriksaan kesehatan dan pembinaan manasik haji secara bertahap untuk memastikan kesiapan fisik maupun mental sebelum berangkat ke Arab Saudi.
Dalam prosesi pelepasan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Banten, Dr. H. Syamsudin, turut hadir memberikan sambutan. Ia mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pemberangkatan kloter perdana melalui embarkasi Cipondoh.
Syamsudin menilai keberadaan embarkasi baru menjadi langkah penting dalam meningkatkan pelayanan haji di Provinsi Banten. Fasilitas yang lebih dekat dengan daerah asal jemaah diharapkan mampu memberikan kenyamanan selama proses keberangkatan.
“Embarkasi Cipondoh menjadi kemajuan besar untuk pelayanan haji di Banten. Ini akan mempermudah mobilitas jemaah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan,” katanya.
Sementara itu, Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya menyampaikan pesan khusus kepada seluruh jemaah sebelum keberangkatan. Ia meminta para jemaah menjaga kesehatan, memperkuat kekompakan, dan menjaga nama baik daerah selama berada di Tanah Suci.
“Jaga kesehatan, jaga kekompakan, dan fokus beribadah. Kami juga memohon doa terbaik untuk masyarakat dan daerah Kabupaten Lebak,” ujar Hasbi di hadapan ratusan jemaah.
Pesan tersebut disambut haru oleh para calon jemaah dan keluarga yang hadir. Tangis pecah ketika gema talbiyah mulai terdengar mengiringi keberangkatan rombongan menuju Tangerang.
Di tengah suasana penuh emosi itu, aparat keamanan tampak melakukan pengawalan ketat terhadap rombongan bus. Pengamanan dilakukan untuk memastikan perjalanan menuju Asrama Haji Cipondoh berjalan aman dan tertib.
Keberangkatan Kloter JKB 18 tidak hanya menjadi momentum spiritual bagi masyarakat Lebak, tetapi juga menandai babak baru pelayanan ibadah haji di Banten. Kehadiran embarkasi Cipondoh diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, kenyamanan, dan kualitas pelayanan jemaah haji pada masa mendatang.
Momentum ini sekaligus menjadi simbol meningkatnya kesiapan infrastruktur pelayanan haji di wilayah Banten, khususnya bagi masyarakat di daerah selatan yang selama ini harus menempuh perjalanan lebih jauh untuk proses keberangkatan.***