KILAS BANTEN – Ciledug dinilai memiliki potensi ekonomi besar yang masih bisa terus dikembangkan.
Gubernur Banten Andra Soni melihat aktivitas festival rakyat dapat menjadi salah satu pemantik perputaran ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM dan pedagang.
Pandangan itu disampaikan Andra saat menerima audiensi Komunitas Pengusaha Jaya Bersama (KPJB) Ciledug di Kantor Gubernur Banten, BLKI Serpong, Jalan Kencana I Nomor 20, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan.
Dalam pertemuan tersebut, KPJB menyampaikan rencana penyelenggaraan Pesta Rakyat Ciledug 2026.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni 31 Oktober hingga 1 November 2026, di Alun-Alun Ciledug, Kota Tangerang.
Andra menilai posisi Ciledug sebagai daerah perbatasan sekaligus penyangga Ibu Kota Jakarta menjadi salah satu potensi yang dapat mendukung aktivitas ekonominya.
Ciledug sendiri merupakan bagian dari wilayah Kota Tangerang dan mencatatkan angka Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang cukup tinggi.
Potensi tersebut, menurut Andra, perlu diikuti dengan aktivitas ekonomi yang mampu melibatkan masyarakat secara langsung.
Salah satunya melalui kegiatan rakyat yang mempertemukan pelaku usaha dengan calon konsumen.
“Pesta rakyat pada pasar malam turut menggerakkan perekonomian masyarakat. Menggerakkan perekonomian itu harus dari bawah,” ujar Andra, Jumat 4 September 2026.
Ia menjelaskan, festival rakyat tidak harus dipandang sebatas hiburan. Kehadiran UMKM, pedagang, musik, dan berbagai aktivitas masyarakat dapat menciptakan daya tarik yang membuat warga datang dan kemudian berinteraksi dengan para pelaku usaha.
“Pasar malam atau festival rakyat ini menjadi ajang untuk mempertemukan masyarakat dengan para pengusaha. Ini mendukung UMKM untuk berkembang sekaligus menggerakkan perekonomian rakyat,” jelasnya.
Andra juga mengaitkan aktivitas ekonomi masyarakat dengan keberadaan ruang publik.
Menurutnya, terdapat tiga elemen yang dapat menjadi tolok ukur kemajuan sebuah daerah, yakni pasar sebagai pusat kegiatan ekonomi warga, alun-alun sebagai ruang interaksi sosial, dan pendopo sebagai representasi pusat pemerintahan.
Atas pertimbangan tersebut, Andra menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan Pesta Rakyat Ciledug 2026.
Ia melihat unsur hiburan dapat menjadi magnet untuk mendatangkan masyarakat, sekaligus membuka ruang pertemuan dengan para pedagang.
“Saya mendukung penuh penyelenggaraan Festival Rakyat Ciledug 2026. Di pasar malam ada UMKM, musik, dan sarana penyaluran hobi masyarakat,” katanya.
“Musik dan hiburan menjadi daya tarik agar masyarakat datang. Ketika mereka dipertemukan dengan para pedagang, di situlah roda perekonomian berputar dan hidup,” tegas Gubernur Andra.
Sementara itu, Ketua KPJB Wawan Gunawan mengatakan Pesta Rakyat Ciledug 2026 juga memiliki tujuan memperkuat hubungan sosial masyarakat Ciledug dan sekitarnya.
“Melalui acara yang akan dilaksanakan di Alun-Alun Ciledug ini, kami berharap dapat terjalin silaturahmi antarwarga sehingga menciptakan suasana masyarakat yang rukun dan kondusif,” pungkas Wawan.***






