Nasional

59 PTKIN Bersatu Hadapi Persaingan Mahasiswa Baru, UIN Banten Siapkan Langkah Besar Perkuat Daya Saing

×

59 PTKIN Bersatu Hadapi Persaingan Mahasiswa Baru, UIN Banten Siapkan Langkah Besar Perkuat Daya Saing

Sebarkan artikel ini
Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Prof Muhammad Ishom menghadiri Forum Rektor PTKIN 2026 di UIN Syekh Wasil Kediri bersama pimpinan 59 PTKIN untuk membahas strategi peningkatan mutu dan daya saing perguruan tinggi Islam.
Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Prof Muhammad Ishom menghadiri Forum Rektor PTKIN 2026 di UIN Syekh Wasil Kediri bersama pimpinan 59 PTKIN untuk membahas strategi peningkatan mutu dan daya saing perguruan tinggi Islam.

KILAS BANTEN – Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi Islam dengan mengikuti Forum Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKIN) se-Indonesia Tahun 2026. Pertemuan yang berlangsung di UIN Syekh Wasil Kediri, Jawa Timur, Rabu lusa, menjadi momentum penting bagi 59 PTKIN untuk menyusun strategi menghadapi persaingan penerimaan mahasiswa baru sekaligus memperkuat kualitas kelembagaan.

Forum tersebut mempertemukan para rektor PTKIN dari seluruh Indonesia bersama jajaran Kementerian Agama RI. Agenda utamanya adalah merumuskan langkah bersama agar perguruan tinggi keagamaan Islam mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, kebutuhan masyarakat, serta tantangan dunia pendidikan yang terus berubah.

Ketua Umum Forum Rektor PTKIN, Prof. Masnun Tohir, menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama dalam mempercepat transformasi perguruan tinggi Islam. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia harus berjalan beriringan dengan penguatan kelembagaan dan arah pengembangan setiap kampus.

“Kekuatan transformasi kelembagaan dan SDM perguruan tinggi harus berbanding lurus dengan visi-misi pengembangan lembaga. Melalui sinergi antar-rektor, kolaborasi riset, serta implementasi nyata kerja sama antar-kampus seperti UIN Banten dan PTKIN lainnya, kita saling menguatkan demi kemajuan bersama,” ujar Prof. Masnun.

Selain membahas kerja sama, forum juga mengevaluasi pelaksanaan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) serta seleksi mandiri tahun 2026. Evaluasi tersebut menjadi dasar dalam menyusun strategi baru untuk meningkatkan jumlah mahasiswa pada Tahun Akademik 2026/2027.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Sahiron, mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini memiliki 885 perguruan tinggi keagamaan Islam. Jumlah tersebut terdiri atas 59 PTKIN dan 826 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS).

Ia juga menjelaskan proses perubahan status sejumlah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) menjadi universitas masih terus berjalan. Beberapa usulan telah memenuhi seluruh persyaratan dan kini memasuki tahap penyelesaian perizinan di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) serta Presiden.

Baca Juga  Menjelajahi Tren Media Sosial 2025: Apa yang Akan Populer Tahun Ini?

“Tahun 2026 ini ada beberapa usulan yang sudah lolos syarat alih bentuk menuju universitas dan sedang dalam proses penyelesaian izin di Kementerian PAN-RB serta Presiden,” kata Prof. Sahiron.

Untuk memperkuat daya saing PTKIN, Kementerian Agama mendorong berbagai langkah strategis. Salah satunya adalah melakukan pembaruan atau re-branding program studi agar lebih sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, terutama di era digital. Promosi jalur UM-PTKIN juga akan diperkuat sehingga mampu menjangkau lebih banyak calon mahasiswa dari berbagai wilayah di Indonesia.

Tidak hanya itu, peningkatan mutu layanan akademik juga menjadi perhatian utama. Setiap PTKIN didorong mengembangkan keunggulan masing-masing agar mampu menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin menempuh pendidikan tinggi berbasis keislaman.

Kendati demikian, Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Prof. Muhammad Ishom, menilai Forum Rektor PTKIN 2026 memiliki nilai strategis bagi masa depan pendidikan tinggi Islam nasional.

Menurutnya, sinergi antarkampus akan memperkuat kualitas akademik, mempercepat pengembangan kelembagaan, sekaligus meningkatkan daya saing PTKIN di tingkat nasional.

Ia menegaskan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten yang telah berdiri sejak 1961 akan terus mengambil peran penting dalam pengembangan pendidikan tinggi Islam, khususnya di wilayah barat Pulau Jawa.

“Dalam forum ini, UIN Banten bersama UIN lainnya di Indonesia diajak untuk terus menjadi pilar penopang mutu akademis, akselerasi tata kelola lembaga, serta menjadi mitra pendamping bagi alih bentuk institusi-institusi keagamaan Islam yang sedang berkembang,” ujar Prof. Muhammad Ishom pada Rabu, 2 September 2026.

Melalui Forum Rektor PTKIN 2026, para pimpinan perguruan tinggi berharap kolaborasi di bidang akademik, penelitian, tata kelola, hingga pengembangan program studi semakin erat. Sinergi tersebut diyakini mampu meningkatkan daya saing PTKIN sekaligus memperluas kontribusi perguruan tinggi Islam dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi tantangan pembangunan Indonesia pada masa mendatang.***