KILAS BANTEN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mengajak masyarakat berperan aktif dalam menjaga kualitas infrastruktur dengan segera melaporkan jalan rusak melalui kanal pengaduan resmi.
Langkah ini dilakukan agar setiap kerusakan dapat ditangani lebih cepat sehingga tidak mengganggu keselamatan maupun aktivitas masyarakat.
Pemkot menegaskan partisipasi warga menjadi salah satu kunci utama dalam mempercepat proses pemeliharaan jalan. Setiap laporan yang diterima akan diverifikasi sebelum diteruskan kepada petugas untuk segera ditindaklanjuti sesuai tingkat prioritas.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, mengatakan pemerintah membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin menyampaikan laporan terkait kondisi jalan di berbagai wilayah Kota Tangerang.
“Kami sangat terbuka dengan laporan pengaduan yang disampaikan masyarakat sekaligus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dengan segera menindaklanjuti pengaduan yang disampaikan. Selama enam bulan terakhir sudah ada 1.024 titik jalan yang diperbaiki di seluruh wilayah Kota Tangerang,” kata Taufik, Minggu, 19 Juli 2026.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti komitmen Pemkot Tangerang dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan. Perbaikan dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil pengecekan lapangan serta tingkat urgensi kerusakan yang ditemukan.
Untuk mempercepat pelayanan, Pemkot Tangerang menghadirkan sistem pengaduan yang beroperasi selama 24 jam setiap hari. Warga dapat memanfaatkan fitur LAKSA (Layanan Aspirasi Kotak Saran Anda) yang tersedia di aplikasi Tangerang LIVE.
Selain aplikasi tersebut, masyarakat juga dapat mengirimkan laporan melalui layanan WhatsApp di nomor 0811-1500-152. Jalur ini disediakan sebagai alternatif agar warga lebih mudah menyampaikan laporan kapan saja.
Taufik menjelaskan seluruh laporan yang masuk melalui kanal resmi akan langsung terhubung dengan Program Perjaka Gesit atau Perbaikan Jalan Kota Gerakan Sehari Tuntas. Program ini didukung petugas yang bersiaga setiap hari untuk menangani laporan masyarakat secara cepat.
“Laporan pengaduan yang disampaikan masyarakat melalui kanal resmi akan langsung terintegrasi dengan program Perjaka Gesit melalui sejumlah petugas yang telah disiagakan setiap harinya,” ujarnya.
Pemkot juga mengingatkan masyarakat agar menyampaikan informasi secara lengkap ketika membuat laporan. Data yang rinci akan mempermudah petugas melakukan verifikasi sehingga proses penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Warga diminta mencantumkan lokasi kerusakan secara jelas, kemudian melampirkan foto atau video kondisi jalan sebagai bukti pendukung. Informasi tersebut akan membantu petugas menentukan tingkat kerusakan sekaligus menyusun langkah penanganan yang diperlukan.
Bagi masyarakat yang ingin menggunakan aplikasi Tangerang LIVE, proses pelaporannya cukup sederhana. Pengguna hanya perlu mengunduh aplikasi, membuat akun, kemudian masuk ke dalam sistem. Setelah itu, pilih fitur LAKSA, isi detail laporan, cantumkan lokasi, unggah foto atau video, lalu kirimkan pengaduan.
Selain melalui aplikasi dan WhatsApp, Pemkot Tangerang juga membuka layanan pengaduan melalui pesan langsung atau direct message (DM) ke akun Instagram resmi @lapor_laksa. Warga diminta tetap melengkapi laporan dengan lokasi, dokumentasi, serta keterangan kerusakan agar proses verifikasi berjalan lebih efektif.
Pemkot Tangerang berharap kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat mempercepat deteksi kerusakan jalan di seluruh wilayah. Semakin cepat laporan diterima, semakin cepat pula proses perbaikan dapat dilakukan sehingga kondisi jalan tetap aman dan nyaman digunakan.
Melalui sistem pengaduan yang mudah diakses selama 24 jam, pemerintah optimistis pelayanan publik di bidang infrastruktur akan semakin responsif. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas jalan, mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, serta memberikan rasa aman bagi seluruh pengguna jalan di Kota Tangerang.***

