Advertisement
Tangerang

Pemkot Tangsel Resmi Buka Jalur Kerja ke Luar Negeri, Siapkan SDM Tembus Pasar Global

Pemkot Tangsel Resmi Buka Jalur Kerja ke Luar Negeri, Siapkan SDM Tembus Pasar Global
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menghadiri penandatanganan kerja sama program pelatihan dan penempatan kerja ke luar negeri di Galeri UMKM Tangerang Selatan.

KILAS BANTEN – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat dengan membuka program pelatihan dan penempatan tenaga kerja ke luar negeri secara resmi.

Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), sekaligus membuka akses pekerjaan di pasar internasional melalui jalur yang legal dan aman.

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyampaikan apresiasi kepada PT Dwi Tunggal Jaya Abadi bersama Universitas Ichsan Satya (UIS) yang menjalin kerja sama dalam penyelenggaraan program tersebut.

Kolaborasi itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sekaligus peluncuran Program Pelatihan Kerja Luar Negeri yang berlangsung di Galeri UMKM Tangerang Selatan.

Menurut Benyamin, kerja sama antara pemerintah, dunia pendidikan, dan industri menjadi langkah strategis dalam mencetak tenaga kerja yang memiliki daya saing tinggi di tingkat internasional.

Dulu Jadi Kandang Ratusan Kerbau, Kini Berdiri Masjid Raya Al-A’zhom yang Jadi Ikon Kota Tangerang dan Sejarahnya

“Hari ini kita menyaksikan momentum yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas SDM di wilayah kita. Saya mengapresiasi PT Dwi Tunggal Jaya Abadi bersama Universitas Ichsan Satya atas terwujudnya kolaborasi strategis ini,” kata Benyamin, Sabtu (18/7/2026).

Ia menegaskan bahwa program tersebut tidak hanya memberikan pelatihan keterampilan kepada peserta. Pemerintah juga membuka peluang bagi masyarakat untuk memperoleh pekerjaan di luar negeri melalui prosedur resmi yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Ini merupakan langkah nyata untuk memperluas peluang kerja internasional sekaligus mengurangi angka pengangguran di Kota Tangerang Selatan,” ujarnya.

Program ini disusun dalam tiga tahapan utama, yakni pelatihan, sertifikasi kompetensi, dan penempatan kerja. Saat ini, sebanyak 69 peserta telah mendaftarkan diri dan sedang menjalani proses verifikasi sebagai bagian dari tahapan seleksi awal.

Pelatihan bahasa Jepang dan bahasa Inggris dijadwalkan dimulai pada pekan berikutnya. Setelah menyelesaikan pelatihan bahasa, peserta akan mengikuti proses administrasi, pemeriksaan kesehatan, pengurusan paspor, hingga pengajuan visa sebelum diberangkatkan ke negara tujuan.

Jalan Rusak di Kota Tangerang Kini Bisa Dilaporkan 24 Jam, Pemkot Klaim 1.024 Titik Sudah Diperbaiki

Pemerintah memfokuskan penempatan tenaga kerja pada sektor kesehatan dan perhotelan. Kedua bidang tersebut dinilai memiliki permintaan tenaga kerja yang cukup tinggi di berbagai negara.

Selain meningkatkan kemampuan teknis, peserta juga akan mendapatkan pembekalan mengenai bahasa asing dan budaya negara tujuan. Kurikulum pelatihan disusun agar selaras dengan kebutuhan industri global sehingga lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan permintaan pasar kerja internasional.

Di sisi lain, Tim Kerja Peningkatan Kapasitas dan Perlindungan Pekerja Migran (PKP2M) Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang Selatan telah melakukan pendataan serta verifikasi terhadap tiga perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia yang legal dan berkantor di wilayah Tangsel.

Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh proses penempatan berlangsung sesuai aturan serta memberikan perlindungan maksimal kepada calon pekerja migran.

Program ini juga diperkuat melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten dalam pembentukan kelas industri di sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Langkah ini bertujuan menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja sejak masih berada di bangku pendidikan.

Pemkot Tangsel Mulai Kirim Air Bersih ke Warga yang Sumurnya Mengering, Kemarau Mulai Mengancam

Agar informasi program dapat menjangkau seluruh masyarakat, Pemerintah Kota Tangerang Selatan telah melaksanakan sosialisasi di seluruh 78 kelurahan. Pemerintah juga sedang mengembangkan sistem pendaftaran berbasis website sehingga masyarakat dapat memilih perusahaan penempatan secara mandiri, transparan, dan mudah diakses.

Selain itu, pemerintah daerah tengah menyusun regulasi yang akan mendukung pembiayaan pemeriksaan kesehatan bagi calon pekerja migran. Kebijakan tersebut diharapkan mampu meringankan beban peserta sebelum menjalani proses keberangkatan.

Benyamin juga mengapresiasi keterlibatan perguruan tinggi dan SMK yang ikut mendukung pelaksanaan program tersebut.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan dunia usaha menjadi fondasi penting dalam menghasilkan tenaga kerja yang siap bersaing di pasar global.

“Ini merupakan bentuk nyata link and match antara dunia pendidikan dan industri global. Kolaborasi pemerintah, lembaga pendidikan, serta lembaga pelatihan menjadi kunci agar proses penempatan kerja ke luar negeri berlangsung aman, legal, dan sesuai prosedur,” ujar Benyamin.

Ia memastikan Pemkot Tangerang Selatan akan mengawal seluruh tahapan program, mulai dari pelatihan, pemberangkatan, hingga pemantauan terhadap pekerja selama berada di luar negeri.

Pengawasan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam melindungi warga Tangsel dari risiko Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) maupun berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan penyaluran tenaga kerja ke luar negeri.***

× Advertisement
× Advertisement