BPNT Tahap 4 Tahun 2025KILAS BANTEN – Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap 4 akhirnya resmi cair hari ini, Selasa, 11 November 2025.
Sejak pagi, sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di berbagai daerah melaporkan saldo bantuan sebesar Rp600 ribu sudah masuk ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) mereka.
Dikutip dari YouTube Cek Bansos, kabar pertama datang dari Aceh, di mana penerima dengan KKS Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi yang paling awal menerima penyaluran.
Bank BSI memang dikenal sering menjadi pembuka penyaluran bansos seperti PKH, BPNT, hingga BLT Kesra. Seorang penerima dari Aceh mengaku saldo bantuan sudah bisa ditarik sejak dini hari.
“Alhamdulillah, saldo BPNT Rp600 ribu sudah masuk. Semalam dicek sudah ada, pagi langsung bisa diambil,” ungkap salah satu KPM di grup penerima bantuan.
Tak hanya di Aceh, kabar serupa juga datang dari Jawa Barat dan Jawa Timur.
Penerima KKS Bank BNI melaporkan saldo bantuan BPNT tahap 4 sudah masuk ke rekening mereka.
Transaksi ini bisa dilihat melalui aplikasi Wonder by BNI, dengan kode BPG182 Set Ditjen PSPK. Kode tersebut menandakan bahwa bantuan BPNT resmi disalurkan oleh Kementerian Sosial.
Meski sudah mulai cair, penyaluran BPNT tahap 4 belum dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia.
Dari empat bank penyalur utama BSI, BNI, BRI, dan Mandiri baru dua bank yang melaporkan aktivitas pencairan hari ini.
Menurut data lapangan, proses distribusi masih berjalan bertahap menyesuaikan jadwal masing-masing wilayah dan kesiapan sistem bank penyalur.
Wilayah Sumatera dan sebagian Jawa menjadi yang paling cepat menerima pencairan, sementara daerah lain diperkirakan menyusul dalam beberapa hari ke depan.
Pendamping sosial di lapangan menyebutkan, pencairan kali ini merupakan bagian dari tahap akhir penyaluran bansos tahun 2025.
“Kalau BSI dan BNI sudah mulai, biasanya BRI dan Mandiri menyusul. Mudah-mudahan dalam dua atau tiga hari ke depan bisa serentak,” ujarnya.
Dalam program BPNT tahap 4 ini, setiap keluarga penerima manfaat mendapat Rp600.000.
Angka ini merupakan akumulasi dari tiga bulan bantuan (Oktober, November, dan Desember) dengan nominal Rp200.000 per bulan.
Dana BPNT ditransfer langsung ke rekening penerima melalui KKS dan dapat digunakan untuk membeli kebutuhan pokok seperti beras, telur, minyak goreng, dan bahan pangan lainnya di e-Warong atau agen pangan resmi.
Kementerian Sosial menegaskan, bantuan BPNT tahap 4 adalah bagian dari program pemulihan daya beli masyarakat jelang akhir tahun.
Tujuannya untuk memastikan setiap keluarga penerima memiliki akses terhadap bahan pangan di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok.
Penerima manfaat bisa melakukan pengecekan saldo dengan mudah melalui tiga cara berikut:
1. Melalui situs Kemensos
– Buka https://cekbansos.kemensos.go.id, lalu isi provinsi, kabupaten, kecamatan, dan nama sesuai KTP. Klik “Cari Data” untuk melihat status penerima dan jadwal pencairan.
2. Lewat ATM atau EDC Bank Himbara
– Masukkan kartu KKS ke mesin ATM atau mesin EDC bank penyalur (BSI, BNI, BRI, Mandiri). Pilih menu “Cek Saldo” untuk melihat apakah dana sudah masuk.
3. Melalui e-Warong atau Agen Bank
– Datangi e-Warong atau agen resmi di sekitar tempat tinggal. Petugas akan membantu memeriksa saldo dan menjelaskan proses transaksi pembelian bahan pangan.
4. Melalui Mobile Banking (BNI)
– Untuk penerima dari Bank BNI, buka aplikasi Wonder by BNI dan periksa mutasi rekening. Jika muncul kode BPG182, artinya dana BPNT tahap 4 sudah masuk ke rekening Anda.
Penyaluran Dilanjutkan Hingga Akhir November
Pemerintah menargetkan penyaluran BPNT tahap 4 selesai sepenuhnya sebelum akhir November 2025.
Penyaluran dilakukan bertahap agar tidak terjadi penumpukan transaksi di bank dan memastikan data penerima sudah diverifikasi secara akurat.
Warga yang belum menerima diimbau untuk bersabar dan rutin melakukan pengecekan saldo. Jika nama sudah terdaftar di situs resmi Kemensos, dana akan tetap masuk sesuai jadwal pencairan wilayah masing-masing.
Dengan cairnya BPNT tahap 4 ini, pemerintah berharap bantuan pangan senilai Rp600 ribu dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, terutama menjelang akhir tahun dan musim liburan.***