KILAS BANTEN – Ikatan Keluarga Alumni UIN Sunan Kalijaga (IKASUKA) Banten resmi memiliki nahkoda baru. Dr. Masykur, M.Hum., dipercaya memimpin organisasi alumni tersebut untuk masa bakti 2026–2030.
Pengukuhan ini menjadi langkah penting untuk memperkuat kontribusi alumni dalam pengembangan ilmu keislaman, riset, serta pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal.
Prosesi pengukuhan berlangsung di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Sabtu, bertepatan dengan Rapat Kerja Pengurus Pusat, Pengurus Daerah, dan Pengurus Cabang IKASUKA serta peringatan 75 tahun berdirinya UIN Sunan Kalijaga.
Penetapan Masykur sebagai Ketua Pengurus Daerah IKASUKA Banten tertuang dalam Keputusan Presidium IKASUKA Nomor 012/SK/PP-IKASUKA/IX/2026 yang ditetapkan di Jakarta pada 21 September 2026.
Keputusan tersebut ditandatangani Ketua Umum IKASUKA Arifatul Choiri Fauzi bersama Sekretaris Jenderal Idy Muzayyad berdasarkan hasil Musyawarah Daerah IKASUKA Banten dan rekomendasi tim formatur.
Tidak hanya memimpin organisasi di tingkat wilayah, Masykur juga mendapat kepercayaan menjadi anggota Dewan Pakar Pengurus Pusat IKASUKA periode 2026–2030. Amanah ini memperkuat perannya dalam pengembangan organisasi alumni di tingkat nasional.
Bagi Masykur, pelantikan tersebut memiliki nilai historis. Ia merupakan alumni Program Studi Aqidah dan Filsafat angkatan 1995 ketika kampus itu masih bernama IAIN Sunan Kalijaga. Pengalaman akademiknya di Yogyakarta menjadi bekal yang mengantarkannya hingga kini menjabat sebagai Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
Sebagai akademisi, Masykur dikenal menekuni kajian filsafat Islam, filsafat Barat, dan filsafat Nusantara. Keahlian tersebut diharapkan mampu memperkuat peran IKASUKA Banten dalam menghadapi tantangan sosial sekaligus mengembangkan pemikiran keislaman yang relevan dengan perkembangan zaman.
Dalam kepengurusan baru, Masykur didampingi Mohamad Rohman sebagai Wakil Ketua. Jabatan Sekretaris diemban Dr. Ali Muhtarom dengan Wakil Sekretaris Fitri Raya. Sementara posisi Bendahara dipercayakan kepada Dr. Ade Fakih Kurniawan bersama Wakil Bendahara Dr. Nurul Ma’rifah.
Struktur organisasi juga diperkuat oleh dewan penasihat dan dewan pertimbangan yang berasal dari kalangan alumni senior. Program kerja akan dijalankan melalui sepuluh divisi yang mencakup pengembangan organisasi, sumber daya manusia, kerja sama, kewirausahaan, dakwah, riset, filantropi, publikasi, pengembangan profesi, hingga seni dan budaya.
Ketua Presidium IKASUKA Pusat, Arifatul Choiri Fauzi, mengingatkan bahwa kepengurusan baru memiliki tanggung jawab besar menjaga organisasi alumni tetap menjadi wadah yang inklusif dan moderat.
“Menjadi pengurus bukan sekadar amanat, melainkan menjaga rumah besar kita, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, agar tetap inklusif, moderat, dan makin bermanfaat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya memperluas jejaring dengan kementerian serta berbagai lembaga, sekaligus membangun kemandirian organisasi melalui penggalangan dana yang melibatkan para alumni.
Rangkaian kegiatan pengukuhan berlangsung sejak pagi. Acara diawali dengan jalan santai bersama sivitas akademika, pameran foto, dan bakti sosial. Siang harinya digelar rapat kerja pengurus, kemudian dilanjutkan sarasehan bertema “Dari Jogja untuk Indonesia: Merajut Sinergi untuk Masa Depan Indonesia” yang menghadirkan sejumlah tokoh nasional.
Pada malam hari, agenda ditutup dengan pengukuhan pengurus, peluncuran buku Mazhab Sunan Kalijaga: Merambah Kiprah dan Jalan Baru Alumni untuk Bangsa, serta penyerahan beasiswa dan bantuan sosial secara simbolis.
Usai dilantik, Masykur menegaskan komitmennya menjadikan IKASUKA Banten sebagai organisasi yang aktif memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Selama satu periode 2026–2030, IKASUKA Wilayah Banten diharapkan dapat lebih berkontribusi secara positif dan konstruktif terhadap pembangunan sosial kemasyarakatan, khususnya dalam bidang ilmu-ilmu keislaman berbasis kearifan lokal,” kata Masykur, dalam keterangannya, Minggu, 27 September 2026.
Menurutnya, pengembangan ilmu keislaman akan bertumpu pada khazanah ulama Banten, tradisi Islam, dan budaya lokal sebagai pengetahuan asli yang harus terus dikembangkan serta diwariskan kepada generasi berikutnya. Program tersebut akan dijalankan melalui Divisi Dakwah dan Pemberdayaan Pesantren, Divisi Beasiswa dan Riset, serta Divisi Seni dan Budaya.
Masykur menilai langkah itu sejalan dengan semangat Mazhab Sunan Kalijaga, yakni membangun pemikiran Islam yang tumbuh dari akar budaya bangsa dan mampu memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat.***






