Himbauan Mudik 2026, Dewan Pembina DPP Biwali KH Matin Syarkowi Ingatkan Bahaya Ngebut: Nyawa Taruhannya

Kilas Banten
20 Mar 2026 07:00
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026, Ketua Dewan Pembina DPP Bintang Sembilan Wali (Biwali), KH Matin Syarkowi, mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat.

 

Ia meminta seluruh pemudik, baik pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat, untuk mengutamakan keselamatan selama perjalanan menuju kampung halaman.

 

Pesan tersebut disampaikan pada Jumat, 20 Maret 2026, saat mobilitas masyarakat mulai meningkat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Dalam keterangannya, KH Matin menegaskan bahwa keselamatan merupakan hal utama yang tidak boleh diabaikan dalam perjalanan mudik.

 

“Utamakan keselamatan. Keselamatan bukan hanya tanggung jawab orang lain, tetapi tanggung jawab kita bersama,” ujar KH Matin.

 

Ia menilai, setiap individu memiliki peran penting dalam menciptakan keamanan di jalan raya. Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas menjadi faktor utama untuk menekan angka kecelakaan yang cenderung meningkat saat musim mudik.

 

KH Matin juga mengingatkan para pengendara agar tidak tergesa-gesa selama perjalanan. Ia menegaskan bahwa keinginan untuk cepat sampai sering kali justru memicu tindakan berkendara yang berisiko.

 

“Tidak perlu terburu-buru. Tidak perlu memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. Yang terpenting adalah sampai tujuan dengan selamat,” katanya.

 

Selain itu, ia menyoroti pentingnya menjaga kondisi fisik. Ia meminta para pemudik memastikan tubuh dalam keadaan fit sebelum berangkat. Ia juga menyarankan pengendara untuk beristirahat secara berkala, terutama saat menempuh perjalanan jarak jauh.

 

Menurutnya, kelelahan dan kurangnya konsentrasi menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan di jalan. Oleh karena itu, pemudik harus mampu mengatur waktu perjalanan dengan baik agar tetap fokus saat berkendara.

 

KH Matin menegaskan bahwa mudik seharusnya menjadi momen penuh kebahagiaan. Tradisi pulang kampung ini identik dengan silaturahmi dan kebersamaan keluarga. Namun, ia mengingatkan agar perjalanan tidak berubah menjadi tragedi akibat kelalaian.

 

“Tujuan kita mudik adalah bertemu keluarga. Jangan sampai perjalanan yang seharusnya membawa kebahagiaan justru berakhir dengan musibah,” ucapnya.

 

Ia juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi rambu lalu lintas dan menggunakan perlengkapan keselamatan. Bagi pengendara sepeda motor, penggunaan helm menjadi hal wajib. Sementara itu, pengemudi mobil diminta memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan sebelum digunakan.

 

Tidak hanya itu, KH Matin menekankan pentingnya kesadaran kolektif di jalan raya. Ia berharap seluruh pengguna jalan dapat saling menghormati dan menjaga ketertiban. Sikap disiplin, menurutnya, akan menciptakan suasana mudik yang aman dan nyaman bagi semua pihak.

 

Arus mudik Lebaran setiap tahun selalu menjadi perhatian berbagai pihak. Lonjakan jumlah kendaraan kerap memicu kemacetan panjang di sejumlah titik. Kondisi tersebut juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

 

Karena itu, peran aktif masyarakat menjadi sangat penting. Kesadaran untuk berkendara dengan aman dinilai sebagai kunci dalam menekan angka kecelakaan selama periode mudik.

 

Dengan meningkatnya jumlah pemudik pada 2026, imbauan keselamatan ini menjadi semakin relevan. KH Matin berharap masyarakat tidak mengabaikan faktor keselamatan hanya demi mengejar waktu tempuh yang lebih cepat.

 

“Keselamatan diri adalah yang utama. Mari kita jaga diri kita dan orang lain di jalan. Semoga kita semua bisa sampai di kampung halaman dengan selamat dan berkumpul bersama keluarga tercinta,” tuturnya.

 

Imbauan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berkendara. Selain itu, pesan ini juga menjadi pengingat bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama demi mewujudkan mudik Lebaran yang aman, tertib, dan lancar.***