Mendes Yandri Siapkan Bantuan Khusus untuk Desa Wisata Banten, Anyer-Cinangka Dibidik Jadi Magnet Wisata Nasional

Kilas Banten
28 Jun 2026 20:52
4 menit membaca

KILAS BANTEN – Pemerintah pusat memperkuat komitmen dalam mengembangkan sektor pariwisata berbasis desa di Provinsi Banten. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto memastikan pemerintah akan memberikan program afirmasi atau bantuan khusus kepada desa-desa yang berada di kawasan wisata guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

 

Komitmen tersebut disampaikan Yandri saat menghadiri Exciting Banten Festival 2026 yang digelar di Pantai Cibeureum 1, Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang, Minggu (28/6/2026).

 

Menurut Yandri, pengembangan destinasi wisata tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, pelaku usaha, dan masyarakat agar potensi wisata dapat berkembang secara maksimal.

 

“Kami memiliki program desa wisata. Insya Allah desa-desa yang berada di kawasan wisata seperti Anyer, Cinangka, Mancak, Ciomas, Padarincang hingga Pandeglang akan mendapatkan afirmasi atau bantuan dari Kemendes PDT,” ujar Yandri.

 

Ia menjelaskan, bantuan tersebut diarahkan untuk memperkuat potensi desa sehingga wisatawan tidak hanya menikmati panorama pantai. Berbagai potensi lain seperti kuliner khas, budaya lokal, wisata alam, hingga aktivitas masyarakat juga diharapkan mampu menjadi daya tarik tambahan.

 

Menurutnya, konsep wisata terpadu akan membuat wisatawan memiliki lebih banyak pilihan selama berkunjung ke Banten. Dengan demikian, lama tinggal wisatawan dapat meningkat dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

 

Yandri optimistis kawasan wisata di Kabupaten Serang memiliki peluang besar menjadi destinasi unggulan nasional. Ia berharap masyarakat, khususnya dari Jakarta dan sekitarnya, mulai menjadikan Anyer, Cinangka, hingga Carita sebagai pilihan utama untuk berlibur.

 

“Ke depan orang Jakarta tidak hanya memilih Puncak atau Bali. Anyer, Cinangka, Kabupaten Serang hingga Carita memiliki potensi menjadi destinasi wisata yang sangat menjanjikan,” katanya.

 

Meski demikian, Yandri menegaskan bahwa keindahan alam saja belum cukup untuk memenangkan persaingan destinasi wisata. Seluruh pihak harus meningkatkan kualitas pelayanan agar wisatawan memperoleh pengalaman yang menyenangkan selama berada di Banten.

 

Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas kuliner, kebersihan lingkungan, keramahan masyarakat, pelayanan hotel, keamanan kawasan, hingga kepastian harga. Menurutnya, pelayanan yang profesional akan membangun citra positif daerah wisata.

 

“Kalau orang merasa nyaman, mereka akan bercerita bahwa Anyer dan Banten layak menjadi tujuan wisata,” tuturnya.

 

Yandri juga menilai wisatawan yang menginap di kawasan Anyer, Cinangka, maupun Carita perlu disuguhi beragam aktivitas wisata. Selain menikmati pantai, mereka dapat mencoba wisata offroad, mengunjungi air terjun, mencicipi kuliner khas daerah, hingga mengenal budaya lokal.

 

Apabila pilihan aktivitas semakin beragam, wisatawan diperkirakan akan memperpanjang masa tinggal dari satu hari menjadi dua bahkan tiga hari. Kondisi tersebut diyakini mampu meningkatkan pendapatan pelaku UMKM, hotel, restoran, penyedia jasa wisata, hingga masyarakat sekitar.

 

Karena itu, Yandri mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, pelaku industri pariwisata, aparat keamanan, hingga masyarakat untuk terus memperkuat koordinasi dalam menciptakan destinasi wisata yang aman, nyaman, dan memiliki standar pelayanan nasional.

 

Sementara itu, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menyambut positif dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan sektor pariwisata di wilayahnya. Menurutnya, Anyer dan Cinangka masih menjadi destinasi favorit wisatawan dari berbagai daerah.

 

Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Serang akan terus berkolaborasi dengan seluruh pihak guna meningkatkan kualitas pelayanan, keamanan, ketertiban, serta kenyamanan kawasan wisata.

 

“Kami akan berkolaborasi agar pariwisata Kabupaten Serang semakin berkembang melalui peningkatan standar pelayanan dan kualitas destinasi wisata,” ujarnya.

 

Ratu Zakiyah juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Serang akan segera membahas penyusunan Peraturan Daerah mengenai standarisasi pelayanan pariwisata sesuai arahan Pemerintah Provinsi Banten. Regulasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan sehingga wisatawan terdorong untuk kembali berkunjung.

 

Sebagai informasi, Exciting Banten Festival 2026 berlangsung pada 27–28 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi ajang promosi sektor pariwisata, ekonomi kreatif, serta pemberdayaan UMKM di Provinsi Banten.

 

Festival tersebut menghadirkan 40 tenant ekonomi kreatif yang menampilkan produk wastra, kerajinan tangan, serta kuliner khas daerah. Selain itu, terdapat 22 tenant pelayanan publik dan mitra pariwisata yang menyediakan berbagai layanan, seperti Bank Banten, Bank Indonesia, Samsat Keliling, serta stan promosi pembangunan dan potensi desa-desa di Kabupaten Serang.

 

Dengan dukungan pemerintah pusat, sinergi pemerintah daerah, dan keterlibatan masyarakat, pengembangan desa wisata di Banten diharapkan mampu menciptakan destinasi yang berdaya saing serta memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat lokal.***