1.000 Domba Digelontorkan untuk Warga Miskin, Sapi Kurban Presiden Dikirim ke Desa Tertinggal di Kabupaten Serang

Kilas Banten
26 Mei 2026 19:38
Serang 0
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Pemerintah Kabupaten Serang menyiapkan program kurban berskala besar pada momentum Iduladha 2026. Sebanyak 1.000 ekor domba akan dibagikan kepada masyarakat kurang mampu yang tersebar di 29 kecamatan di Kabupaten Serang.

 

Program sosial tersebut menjadi salah satu agenda terbesar Pemkab Serang tahun ini. Ribuan paket daging kurban diprioritaskan bagi warga miskin yang masuk kategori desil 1 dan desil 2 berdasarkan data Dinas Sosial Kabupaten Serang.

 

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Serang, Rochyan Aglan, mengatakan program itu terlaksana melalui kolaborasi pemerintah daerah dengan PT Kurma Adzwa Farm atau PT KAF.

 

“PT KAF memberikan hibah 1.000 ekor domba yang menjadi bagian dari hewan kurban tahun ini,” kata Rochyan, Selasa, 26 Mei 2026.

 

Pemkab Serang memusatkan proses penyembelihan hewan kurban di Pondok Pesantren BAI Mahdi Sholeh Ma’mun. Lokasi tersebut dipilih karena memiliki area luas dan dinilai paling siap untuk menangani proses penyembelihan dalam jumlah besar.

 

Rochyan menegaskan, keputusan itu diambil demi mempermudah pengendalian teknis dan mempercepat distribusi daging kurban ke masyarakat.

 

“Lokasi itu dipilih karena paling memungkinkan secara teknis. Lahannya luas dan tidak menyebar,” ujarnya.

 

Program kurban massal dijadwalkan berlangsung pada 28 Mei 2026 atau hari kedua Iduladha. Sementara itu, pemotongan hewan kurban reguler di masing-masing wilayah tetap dilakukan pada hari pertama Lebaran Haji.

 

Setelah penyembelihan selesai, daging kurban akan dibagikan secara merata ke seluruh kecamatan di Kabupaten Serang. Setiap kecamatan diperkirakan menerima sekitar 34 ekor domba untuk kemudian disalurkan kepada warga penerima manfaat.

 

Pemkab Serang berharap program tersebut dapat membantu kebutuhan pangan masyarakat sekaligus meningkatkan asupan gizi warga kurang mampu di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.

 

“Harapannya bisa berkontribusi terhadap masyarakat yang membutuhkan dan membantu meningkatkan kualitas hidup mereka,” ucap Rochyan.

 

Untuk memastikan pelaksanaan berjalan lancar, pemerintah daerah telah menggelar rapat finalisasi bersama organisasi perangkat daerah (OPD) dan pihak kecamatan. Rapat itu membahas teknis distribusi, kesiapan lokasi kerja, hingga personel lapangan.

 

Dalam pelaksanaannya, setiap kecamatan akan menurunkan sekitar 15 petugas. Mereka terdiri dari juru sembelih halal (Juleha), tenaga kebersihan, dan petugas distribusi daging kurban.

 

Selain itu, masing-masing OPD juga menyiapkan tambahan sekitar 10 personel untuk membantu proses di lapangan. Dengan keterlibatan 29 kecamatan, jumlah petugas yang diterjunkan mencapai ratusan orang.

 

“Setiap kecamatan sudah dipetakan ruang dan lokasi kerjanya agar proses pemotongan dan distribusi lebih mudah,” katanya.

 

Tak hanya menyalurkan 1.000 domba, Kabupaten Serang juga menerima bantuan satu ekor sapi kurban dari Presiden Republik Indonesia. Sapi berbobot hampir satu ton tersebut akan disalurkan ke Desa Cikedung, Kecamatan Mancak.

 

Pemkab Serang memilih Desa Cikedung karena wilayah tersebut masih masuk kategori daerah yang membutuhkan perhatian khusus. Pemerintah ingin distribusi bantuan kurban dapat menjangkau masyarakat hingga wilayah tertinggal.

 

“Prioritasnya memang diarahkan ke wilayah yang masuk kategori tertinggal,” ujar Rochyan.

 

Rencananya, sapi bantuan presiden akan diserahkan kepada pengelola Masjid Al-Barokah di Desa Cikedung. Selanjutnya, pihak masjid bersama warga akan mengatur pembagian daging kurban kepada masyarakat sekitar.

 

Pemerintah daerah juga melibatkan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Serang untuk memastikan seluruh hewan kurban dalam kondisi sehat dan layak konsumsi sebelum disembelih.

 

Pemeriksaan kesehatan dilakukan guna menjaga kualitas daging yang nantinya diterima masyarakat. Tim dari bidang peternakan akan diterjunkan langsung untuk melakukan pengecekan kesehatan hewan kurban.

 

“Bidang peternakan juga akan hadir untuk memastikan kondisi kesehatan sapi,” tutur Rochyan.

 

Program kurban massal ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Serang memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu pada momentum Iduladha 2026. Selain membantu kebutuhan pangan warga, program tersebut juga diharapkan mampu mempererat kebersamaan dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.***