Advertisement
Banten Serang

Jembatan Mekarsari Senilai Rp10,8 Miliar Mulai Dibangun, Warga Serang-Tangerang Segera Nikmati Akses Baru

Gubernur Banten Andra Soni meninjau pembangunan Jembatan Mekarsari di Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, yang telah lama dinantikan warga sebagai akses penghubung menuju Kabupaten Tangerang, Selasa, 21 Juli 2026. (Redaksi Kilas Banten)
Gubernur Banten Andra Soni meninjau pembangunan Jembatan Mekarsari di Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, yang telah lama dinantikan warga sebagai akses penghubung menuju Kabupaten Tangerang, Selasa, 21 Juli 2026. (Redaksi Kilas Banten)

KILAS BANTEN – Penantian warga selama sekitar 25 tahun akhirnya terjawab. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten resmi memulai pembangunan Jembatan Mekarsari yang menghubungkan Kabupaten Serang dengan Kabupaten Tangerang.

Proyek yang berada di Desa Mekarsari, Kecamatan Carenang, itu menjadi salah satu program prioritas pemerintah daerah melalui Program Bang Andra.

Selama bertahun-tahun, kondisi jembatan tersebut menjadi keluhan masyarakat. Struktur kayunya telah lapuk dan banyak bagian yang longgar sehingga membahayakan pengguna jalan. Saat kendaraan melintas, papan-papan jembatan mengeluarkan bunyi nyaring. Karena kondisi itu, warga menjulukinya sebagai “jalan piano”.

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan pembangunan jembatan dilakukan setelah menerima banyak aspirasi dari masyarakat.

Menurutnya, warga telah lama meminta pemerintah memperbaiki akses yang menjadi jalur utama aktivitas sehari-hari tersebut.

Wali Kota Serang Dukung Fun Bike Jelajah Kota Serang 2026, Rute Berubah Jadi Sekitar 25 Kilometer

Ia mengungkapkan, banyak pengendara mengalami kecelakaan akibat kondisi jembatan yang rusak. Bahkan, dirinya mengaku pernah terjatuh saat melintasi jembatan itu.

“Jembatan ini sering disebut jalan piano karena saat dilewati berbunyi seperti piano. Kayu-kayunya sudah longgar dan banyak warga yang mengalami kecelakaan. Saya sendiri pernah jatuh, termasuk seorang kiai,” kata Andra Soni, Selasa (21/7/2026).

Menurut Andra Soni, keberadaan jembatan sangat penting bagi masyarakat. Setiap hari, jalur tersebut digunakan oleh pelajar, santri, petani, pedagang, hingga warga yang bekerja di wilayah sekitar. Karena itu, pembangunan dinilai mendesak demi meningkatkan keselamatan sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat.

Pemprov Banten mengalokasikan anggaran sebesar Rp10,8 miliar untuk proyek tersebut. Jembatan baru akan dibangun dengan panjang bentang sekitar 55 meter dan lebar lima meter. Pemerintah menargetkan seluruh pekerjaan selesai pada November 2026.

Setelah rampung, jembatan ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas antara Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang. Selain mempercepat perjalanan warga, akses tersebut juga diproyeksikan menjadi jalur alternatif ketika lalu lintas di ruas tol mengalami kepadatan.

Maling Berkedok Ojol Grab Beraksi di Masjid BAP 1 Kota Serang, HP Kaum Masjid Raib Saat Terlelap Usai Bersih-bersih

Andra Soni menjelaskan, pembangunan Jembatan Mekarsari merupakan bagian dari komitmen Pemprov Banten dalam meningkatkan kualitas infrastruktur desa. Program ini diharapkan mampu membuka akses ekonomi masyarakat sekaligus mendukung pemerataan pembangunan di berbagai wilayah.

Ia menambahkan, jembatan tersebut akan menghubungkan dua ruas jalan yang sebelumnya telah dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Serang dan Pemerintah Kabupaten Tangerang. Dengan tersambungnya kedua akses tersebut, konektivitas antardaerah diyakini akan semakin efektif.

Selain Jembatan Mekarsari, Pemprov Banten juga membangun dua jembatan lain pada 2026. Pemerintah daerah turut mengerjakan lebih dari 30 ruas jalan desa sebagai bagian dari program peningkatan infrastruktur di berbagai kabupaten dan kota.

Menurut Andra Soni, pembangunan infrastruktur akan terus dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah. Ia menyadari masih banyak wilayah yang membutuhkan pembangunan serupa.

“Saya tidak menganggap itu sebagai beban. Justru saya terus berikhtiar agar semakin banyak jalan desa yang bisa dibangun sehingga konektivitas meningkat dan kawasan pertanian ikut berkembang,” ujarnya.

Jadwal Padat Wakil Bupati Serang Hari Ini, Muhammad Najib Hamas Pimpin Rapat Vokasi dan Resmi Buka MTQ ke-55

Ia menilai pembangunan jalan dan jembatan menjadi investasi jangka panjang yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Infrastruktur yang memadai akan mempermudah distribusi hasil pertanian, memperlancar perdagangan, serta meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan pendidikan dan kesehatan.

Dalam kesempatan itu, Andra Soni juga mengimbau masyarakat untuk menjaga infrastruktur yang telah dibangun.

Ia meminta kendaraan bermuatan melebihi kapasitas tidak melintasi jalan desa maupun jembatan baru agar usia konstruksi dapat bertahan lebih lama.

Menurutnya, jalan desa yang dibangun memiliki spesifikasi dengan ketebalan sekitar 20 sentimeter sehingga diperuntukkan bagi kendaraan sesuai kapasitas. Kendaraan pengangkut material berat seperti batu dan muatan berlebih diharapkan menggunakan jalur yang sesuai.

Pemprov Banten menargetkan jalan dan jembatan tersebut memiliki masa layanan sedikitnya 10 tahun apabila dimanfaatkan sesuai ketentuan.

Hingga saat ini, progres pembangunan Jembatan Mekarsari telah mencapai sekitar 30 persen. Pemerintah terus mempercepat pekerjaan agar proyek strategis tersebut selesai tepat waktu pada November 2026 dan segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.***

× Advertisement
× Advertisement