KILAS BANTEN – Pesta Rakyat Cibaliung (PRC) 2026 berlangsung meriah. Antusiasme warga bahkan disebut terasa seperti suasana Lebaran. Melihat besarnya partisipasi masyarakat, Gubernur Banten Andra Soni mendorong agar pesta tahunan tersebut naik kelas menjadi event pariwisata berskala nasional.
Andra Soni menyampaikan hal itu saat menghadiri Pesta Rakyat Cibaliung 2026 di Alun-alun Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang. Ia juga menyaksikan pertandingan sepak bola Gubernur Cup yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan PRC.
Menurut Andra Soni, Pesta Rakyat Cibaliung memiliki modal kuat untuk berkembang. Tradisi tersebut telah berlangsung selama puluhan tahun. Masyarakat juga terus menjaga keberlangsungannya.
Karena itu, ia meminta Dinas Pariwisata Provinsi Banten menindaklanjuti peluang untuk mengusulkan PRC ke dalam Karisma Event Nusantara (KEN).
“Harus ditindaklanjuti supaya event ini bisa kita usulkan sebagai salah satu bagian dari Karisma Event Nusantara,” ujar Andra Soni.
Andra Soni menilai kekuatan PRC tidak hanya terletak pada kemeriahannya. Kegiatan tersebut juga memiliki karakter khas yang lahir dari tradisi masyarakat Cibaliung.
Warga menjadikan PRC sebagai ruang untuk berkumpul. Para pemuda ikut terlibat dalam berbagai kegiatan. Tradisi ini pun terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Bagi Andra Soni, kondisi tersebut menjadi modal penting bagi sebuah event untuk berkembang. Apalagi PRC telah terbukti mampu menarik perhatian masyarakat selama bertahun-tahun.
“Event yang memang mempunyai ciri khas dan kemudian menarik banyak peminat. Dan ini sudah dibuktikan berpuluh-puluh tahun bahwa Pesta Rakyat Cibaliung ini tak tergantikan,” katanya.
Ia memastikan Pemerintah Provinsi Banten akan memberi perhatian lebih terhadap pengembangan PRC. Pemerintah berharap kegiatan tersebut dapat dikenal lebih luas dan menarik pengunjung dari luar daerah.
“Insya Allah provinsi akan memberikan perhatian ekstra agar event ini bisa menasional,” ucapnya.
Kemeriahan PRC 2026 juga tidak terlepas dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Andra Soni melihat warga Cibaliung memiliki antusiasme tinggi dalam menyambut momentum tersebut.
Ia bahkan menggambarkan suasana perayaan kemerdekaan di Cibaliung seperti Lebaran. Warga terlihat ramai berkumpul dan mengikuti berbagai kegiatan.
“Saya dalam perjalanan tadi melihat begitu antusiasnya masyarakat menyambut HUT ke-81 RI tahun ini. Saya mendengar dari banyak masyarakat bahwa di Cibaliung, perayaan HUT RI hampir sama kayak Lebaran, ramainya,” ujar Andra Soni.
Menurutnya, antusiasme tersebut menunjukkan kuatnya semangat kebangsaan masyarakat. Warga tidak hanya memeriahkan hari kemerdekaan. Mereka juga mengisinya dengan kegiatan positif.
Plt Camat Cibaliung Amir Mahmud mengatakan wilayahnya terdiri dari sembilan desa. Kehadiran langsung Gubernur Banten dalam PRC 2026 menjadi kebanggaan bagi masyarakat setempat.
Ia menjelaskan, Pesta Rakyat Cibaliung sudah menjadi bagian dari tradisi masyarakat. Kegiatan itu berkembang dari kebiasaan warga memperingati hari-hari besar nasional.
PRC juga menjadi momentum bagi warga Cibaliung yang merantau untuk pulang kampung. Mereka berkumpul bersama keluarga dan masyarakat untuk merayakan kemerdekaan.
Ketua PRC 2026 Sujana menyambut positif dukungan dari Pemerintah Provinsi Banten. Ia berharap perhatian tersebut dapat membuka peluang bagi PRC untuk berkembang menjadi agenda yang lebih besar.
Sujana juga memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Salah satunya pertandingan sepak bola yang mendapat perhatian besar dari masyarakat.
Kehadiran Andra Soni bersama Ketua TP PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni menjadi bentuk apresiasi terhadap masyarakat yang terus mempertahankan tradisi tersebut.
“PRC harus menjadi kalender event nusantara dan ini harus dikawal,” tegas Sujana.
Jika rencana tersebut terealisasi, Pesta Rakyat Cibaliung berpeluang menjadi salah satu ikon pariwisata budaya Banten. Tradisi masyarakat lokal itu tidak hanya diharapkan tetap hidup, tetapi juga mampu menarik wisatawan dari berbagai daerah.
PRC kini memiliki peluang untuk melangkah lebih jauh. Dari pesta rakyat yang tumbuh di tengah masyarakat, kegiatan tersebut didorong menjadi event yang membawa nama Cibaliung dan Banten ke tingkat nasional.***

