Bikin Heboh, BLT BBM 2025 dan Beras 10 Kg Siap Cair, Simak Jadwal dan Penerimanya

Kilas Banten
7 Jan 2025 23:07
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Pemerintah berkomitmen menyalurkan sejumlah bantuan sosial dan paket stimulus pada awal 2025.

Salah satu kebijakan baru yang ramai dibicarakan adalah bantuan langsung tunai bahan bakar minyak (BLT BBM) serta program bantuan beras 10 kg untuk keluarga penerima manfaat (KPM).

Dikutip dari YouTube Info Bansos Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan pemerintah akan mengumumkan skema baru subsidi BBM.

Di sisi lain, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut bantuan beras 10 kg akan diberikan selama total enam bulan.

Langkah ini merupakan wujud keberpihakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terhadap masyarakat berpenghasilan rendah.

Program subsidi BBM, yang selama ini dirasa kurang tepat sasaran, akan dirombak agar manfaatnya benar-benar dirasakan warga yang paling membutuhkan.

Bahlil Lahadalia mengungkapkan, pemerintah menyiapkan tiga opsi untuk subsidi BBM.

Pertama, mengubah seluruh subsidi menjadi bantuan langsung tunai. Kedua, tetap mempertahankan subsidi barang.
Ketiga, menaikkan harga BBM subsidi.

Reformasi ini dipandang perlu karena selama ini masih ada ketidaktepatan penyaluran yang diperkirakan mencapai 20-30 persen.

Dalam perkiraan Kementerian ESDM, potensi inefisiensi itu bisa mencapai Rp100 triliun.

Untuk mencegah kesalahan data, Badan Pusat Statistik (BPS) akan dilibatkan dalam memfinalisasi basis penerima BLT BBM 2025.

Hasil pendataan BPS menjadi acuan agar subsidi betul-betul mengalir ke golongan ekonomi lemah.

Pemerintah menargetkan pengumuman resmi dilakukan pada 2025.

Bahlil menambahkan, subsidi barang (BBM) kemungkinan diterapkan hanya untuk kendaraan berpelat kuning atau transportasi umum, serta sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berhak.

Bagi pengguna kendaraan pribadi, bantuan lebih diarahkan dalam bentuk BLT, dengan nominal yang bakal dipublikasikan setelah data BPS rampung.

Sejauh ini, belum ada keterangan pasti soal nominal BLT BBM. Angka Rp600.000 sempat diperbincangkan, tetapi belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah.

Begitu pula jadwal penyalurannya. Bahlil hanya memastikan bahwa subsidi BBM akan bergeser ke sistem bantuan langsung bagi warga yang membutuhkan.

Selain itu, kementerian terkait menyatakan menunggu arahan Presiden Prabowo dan hasil rapat internal sebelum mengumumkan secara terperinci.

Tak hanya BLT BBM, pemerintah juga menambah durasi bantuan beras 10 kg menjadi enam bulan.

Program ini awalnya hanya direncanakan untuk dua bulan, yaitu Januari dan Februari 2025.

Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut bahwa setiap KPM akan menerima 10 kg beras per bulan selama jangka waktu yang ditentukan. Total penerima bantuan diperkirakan mencapai 16 juta KPM.

Alokasi penyaluran bantuan beras ini mencapai 160.000 ton per bulan. Penyalurannya bekerja sama dengan Perum Bulog yang ditugaskan mendistribusikan ke berbagai wilayah.

Meski demikian, pemerintah mempertimbangkan menghentikan sementara bantuan pada Maret dan April agar tidak mengganggu stabilitas harga beras saat masa panen raya dan menjelang Idulfitri.

Setelah periode tersebut, empat bulan tambahan bantuan akan dilanjutkan sesuai jadwal yang akan ditetapkan kemudian.

Pemerintah berencana menggunakan data penerima yang lebih akurat, menyesuaikan pembaruan data BPS.

Hal ini menyasar penghapusan data ganda atau penerima tidak layak. KPM baru yang belum pernah terdaftar juga berpeluang masuk dalam daftar setelah melalui verifikasi ketat. Dengan demikian, target subsidi tepat sasaran bisa terwujud.

Sedangkan untuk mekanisme penyaluran, pola distribusi BLT BBM kemungkinan besar mengikuti skema lama, yakni melalui PT Pos Indonesia atau transfer langsung ke rekening yang terdaftar.

Terkait bantuan beras, teknisnya masih dalam koordinasi dengan Bulog. Penentuan jadwal ditetapkan berdasarkan rapat terbatas yang melibatkan kementerian terkait.

Total stimulus yang telah disebutkan sebelumnya mencapai Rp38,6 triliun, mencakup beragam kebijakan fiskal dan moneter.

Kebijakan ini antara lain subsidi bahan bakar, bantuan beras, serta langkah-langkah penopang usaha kecil.

Di tengah tantangan ekonomi global, pemerintah menilai stimulus ini penting guna menjaga daya beli dan memastikan kestabilan harga kebutuhan pokok.

Hingga kini, masyarakat masih menunggu kepastian jadwal dan besaran BLT BBM 2025.

Pemerintah terus melakukan kajian intensif, termasuk menyesuaikan data BPS agar bantuan bisa diumumkan pada waktu terbaik.

Harapannya, kebijakan ini tidak tumpang tindih dengan momentum panen yang rentan memicu fluktuasi harga bahan pokok.***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *