Ilustrasi proses pengolahan daging kurban saat Iduladha agar empuk, higienis, dan bebas bau prengus.KILAS BANTEN – Perayaan Iduladha selalu identik dengan melimpahnya daging kurban di tengah masyarakat. Momen ini bukan hanya menjadi bentuk ibadah dan kepedulian sosial, tetapi juga kesempatan berkumpul bersama keluarga sambil menikmati aneka olahan daging sapi maupun kambing.
Namun di balik suasana hangat tersebut, banyak warga masih menghadapi masalah saat mengolah daging kurban. Tekstur yang alot hingga aroma prengus pada daging kambing sering menjadi keluhan utama. Akibatnya, masakan terasa kurang nikmat dan sulit diolah.
Padahal, dengan teknik yang tepat, daging kurban bisa diolah menjadi sajian empuk, lezat, dan tetap higienis. Beberapa langkah sederhana bahkan mampu menjaga kualitas daging lebih lama tanpa mengurangi cita rasanya.
Salah satu kesalahan yang masih sering dilakukan masyarakat adalah langsung mencuci daging mentah sebelum disimpan. Banyak orang menganggap langkah itu membuat daging lebih bersih. Faktanya, kebiasaan tersebut justru dapat mempercepat pertumbuhan bakteri dan memicu pembusukan.
Jika daging belum akan dimasak, masyarakat disarankan tidak mencucinya terlebih dahulu. Cukup bersihkan bagian kotor menggunakan tisu atau lap bersih. Setelah itu, potong sesuai kebutuhan lalu simpan dalam wadah tertutup rapat sebelum dimasukkan ke freezer.
Cara tersebut dinilai lebih efektif menjaga kesegaran daging dalam waktu lebih lama. Selain itu, kualitas tekstur daging juga tetap terjaga ketika akan diolah kembali.
Masalah lain yang sering muncul saat Iduladha adalah bau prengus pada daging kambing. Aroma khas ini membuat sebagian orang enggan memasaknya karena dianggap terlalu menyengat.