Apresiasi Kinerja Budi-Agis: Lompatan Progresif Kota Serang di Mata Mahasiswa

Kilas Banten
16 Jun 2026 23:08
Opini 0
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Sebagai entitas akademis sekaligus agen perubahan (agent of change), mahasiswa hari ini harus mengubah paradigma lama. Mahasiswa bukan hanya bertugas untuk melempar kritik, melainkan juga memiliki tanggung jawab moral untuk aktif berpartisipasi dalam pembangunan dan berani memberikan apresiasi yang jujur ketika pemerintah menunjukkan kinerja nyata bagi masyarakat.

 

Melihat geliat pembangunan Kota Serang di bawah kepemimpinan Wali Kota Serang Budi Rustandi dan Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia, kami dari Badan Eksekutif Mahasiswa IB Banten melihat adanya transformasi yang signifikan.

 

Pasangan Budi-Agis berhasil membawa angin segar perubahan, terutama pada sektor yang selama ini menjadi pondasi kemajuan daerah: ekonomi, birokrasi, dan pengembangan sumber daya manusia.Sebagai mahasiswa yang bergelut di bidang teknologi dan bisnis, kami memberikan perhatian khusus pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Serang yang melesat ke angka 77,50, didampingi pertumbuhan ekonomi yang stabil di angka 5,2%.

 

Ini bukan sekadar angka statistik di atas kertas. Ini adalah cerminan dari membaiknya kualitas hidup, layanan kesehatan, dan daya beli masyarakat Kota Serang di lapangan.

 

Keberhasilan menembus posisi tiga besar Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) membantah stigma bahwa kota ini berjalan di tempat. Program “Satu Keluarga Satu Pengusaha” yang dikawal langsung oleh Wakil Wali Kota Nur Agis Aulia adalah terobosan konkrit yang menjawab kegelisahan generasi muda.

 

Program ini memutus rantai ketergantungan pada lapangan kerja konvensional dan merangsang lahirnya sosiopreneur muda berbasis digital.

 

Pemkot Serang terbukti hadir memfasilitasi UMKM dari hulu hingga hilir. Di sektor tata kelola pemerintahan, kepemimpinan Wali Kota Budi Rustandi patut diacungi jempol lewat keberaniannya menerapkan Manajemen Talenta dalam birokrasi ASN. Langkah ini menjadi oase di tengah isu nepotisme yang sering melanda daerah.

Dengan sistem meritokrasi ini, penempatan pejabat dilakukan berdasarkan kompetensi dan prestasi, bukan kedekatan personal. Ini adalah iklim yang sehat yang sangat diapresiasi oleh kalangan terpelajar.

 

Tidak kalah penting, komitmen fisik seperti pembangunan Serang Convention Center (SCC) di kawasan BIS dan program “Serang Menyala” untuk fasilitas PJU menunjukkan bahwa pembangunan dilakukan secara seimbang antara infrastruktur ekonomi dan pelayanan dasar. Tentu saja, perjalanan menuju Kota Serang yang ideal masih panjang.

 

Namun, mahasiswa tidak boleh hanya menjadi penonton yang pasif. Kami berkomitmen untuk terus berpartisipasi mengawal setiap kebijakan publik agar tetap berpihak pada rakyat, sekaligus mengapresiasi setiap capaian progresif yang telah diraih oleh Budi-Agis.

 

Apresiasi ini adalah bentuk dukungan moral dari kami agar Pemerintah Kota Serang terus berlari kencang, berinovasi tanpa henti, dan menjadikan Kota Serang sebagai mercusuar kemajuan di Provinsi Banten. Tetap membumi, tetap melayani.

 

*) Opini ini ditulis oleh Nana Supriatna, Presiden Mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis Banten / IB Banten.

 

**) Segala bentuk tanggungjawab atas tulisan tersebut adalah mutlak dari penulis bukan dari Redaksi Kilas Banten.