Ratusan orang tua calon siswa mengantre sejak pagi saat mengikuti proses seleksi SPMB 2026 di SMPN 1 Ciruas, Kabupaten Serang. (Redaksi Kilas Banten)KILAS BANTEN – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di SMPN 1 Ciruas, Kabupaten Serang, dipenuhi ratusan orang tua calon siswa. Sejak pagi hingga sore, mereka bertahan di lokasi untuk mengikuti seluruh tahapan seleksi demi mendapatkan kesempatan masuk ke salah satu sekolah negeri favorit di Kecamatan Ciruas.
Meski jumlah peserta membludak, proses seleksi berlangsung tertib. Seluruh peserta mengikuti nomor antrean yang telah dibagikan panitia. Tidak terlihat keributan ataupun saling berebut giliran selama pelaksanaan berlangsung.
Salah seorang wali murid, Aminudin, mengaku datang sejak pagi untuk mendampingi putranya, Arya Maulana. Ia mengatakan suasana pelaksanaan seleksi berjalan kondusif dan seluruh peserta mengikuti aturan yang telah ditetapkan.
“Alhamdulillah semuanya berjalan tertib. Ibu-ibu dan bapak-bapak mengikuti antrean dengan baik. Tidak ada keributan atau saling dorong. Semua menunggu sesuai nomor antrean,” kata Aminudin, Jumat, 3 Juli 2026.
Rela Menunggu Berjam-jam Demi Sekolah Favorit
Aminudin memperoleh nomor antrean 104. Ia mengaku harus menunggu cukup lama sebelum proses administrasi selesai. Namun, hal itu tidak mengurangi semangatnya karena ingin memastikan anaknya memiliki peluang diterima di SMPN 1 Ciruas.
Menurutnya, tingginya jumlah peserta menjadi bukti bahwa masyarakat masih menjadikan sekolah negeri dengan kualitas pendidikan yang baik sebagai pilihan utama.
Ia juga melihat banyak orang tua tetap bertahan di lokasi hingga sore. Sebagian bahkan memilih pulang sejenak untuk beristirahat sebelum kembali melanjutkan antrean.
“Semua tetap semangat. Saya melihat sendiri para orang tua tetap bertahan menunggu karena ingin anaknya bisa masuk SMPN 1 Ciruas,” ujarnya.
Sempat Terkendala Sinyal Internet
Di tengah proses seleksi, Aminudin mengaku sempat mengalami kendala jaringan internet. Sinyal yang kurang stabil membuat proses administrasi sedikit melambat.
Meski demikian, menurutnya kendala tersebut tidak sampai menghambat keseluruhan tahapan seleksi.
“Memang ada sedikit kendala di sinyal, tetapi tidak menjadi masalah besar. Semua tetap bisa mengikuti prosesnya,” tuturnya.
Aminudin yang berasal dari Komplek Persada Banten, Ciruas, mengatakan dirinya sengaja datang lebih awal. Meski lokasi tempat tinggalnya berada di kawasan perbatasan dengan jarak yang cukup jauh menuju sekolah, ia tidak ingin kehilangan kesempatan mengikuti proses SPMB.
SMPN 1 Ciruas Tambah Kapasitas Penerimaan
Kepala SMPN 1 Ciruas, Wahid Hasim, menjelaskan pihak sekolah telah mengantisipasi tingginya minat masyarakat pada penerimaan siswa baru tahun ini.
Sekolah membuka 10 rombongan belajar (rombel) untuk peserta didik kelas VII. Total siswa baru yang akan diterima mencapai sekitar 360 orang.
Menurut Wahid, jumlah tersebut melebihi kapasitas ideal. Jika mengacu pada ketentuan 32 siswa per kelas, seharusnya sekolah hanya menerima sekitar 320 peserta didik.
“Kalau mengikuti ketentuan 32 siswa per kelas, totalnya sekitar 320 siswa. Namun karena peminat sangat banyak, kami mengambil kebijakan maksimal sehingga setiap kelas diisi sekitar 36 siswa,” jelas Wahid.
Ia mengatakan keputusan tersebut diambil agar lebih banyak anak dapat memperoleh kesempatan belajar di SMPN 1 Ciruas.
Tingginya Minat Jadi Gambaran Pentingnya Pendidikan
Wahid menilai pembatasan jumlah siswa sesuai kapasitas ideal akan membuat lebih banyak calon peserta didik tidak tertampung, termasuk mereka yang berasal dari wilayah sekitar sekolah.
Karena itu, sekolah memaksimalkan jumlah siswa di setiap rombongan belajar dengan tetap mempertimbangkan kemampuan pelayanan pendidikan.
Pelaksanaan SPMB 2026 di SMPN 1 Ciruas menjadi cerminan tingginya antusiasme masyarakat terhadap pendidikan negeri yang berkualitas. Antrean panjang yang terjadi sejak pagi hingga sore menunjukkan bahwa para orang tua rela meluangkan waktu demi memberikan kesempatan pendidikan terbaik bagi anak-anak mereka.
Walaupun sempat diwarnai kendala teknis berupa jaringan internet yang kurang stabil, seluruh proses seleksi tetap berjalan tertib. Kerja sama antara panitia dan peserta membuat pelaksanaan SPMB berlangsung lancar serta memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh calon siswa untuk mengikuti tahapan penerimaan.***
