Nasional

Rektor UIN SMH Banten Hadiri Rukun Festival, Menag Serukan Persatuan Melampaui Toleransi untuk Perkuat Indonesia

Rektor UIN SMH Banten Prof Muhammad Ishom menghadiri puncak Rukun Festival 2026 di Jakarta yang menghadirkan Menteri Agama Nasaruddin Umar sebagai pembicara utama mengenai pentingnya persatuan dalam keberagaman.
Rektor UIN SMH Banten Prof Muhammad Ishom menghadiri puncak Rukun Festival 2026 di Jakarta yang menghadirkan Menteri Agama Nasaruddin Umar sebagai pembicara utama mengenai pentingnya persatuan dalam keberagaman.

KILAS BANTEN – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten, Prof Muhammad Ishom, menghadiri puncak Rukun Festival bertajuk Malam Celebration of Harmony di The Telkom Hub, Jakarta, Minggu (12/7/2026).

Kehadiran pimpinan UIN SMH Banten menjadi bentuk dukungan nyata dunia akademik terhadap penguatan persatuan bangsa melalui kehidupan beragama yang rukun dan harmonis.

Acara tersebut menghadirkan Menteri Agama RI Prof Nasaruddin Umar yang menyampaikan tausiyah kebangsaan. Dalam pidatonya, ia mengajak seluruh masyarakat Indonesia membangun semangat persatuan yang lebih kuat. Menurutnya, bangsa ini tidak cukup hanya mengedepankan toleransi, tetapi juga harus memperkuat rasa kebersamaan sebagai satu bangsa.

“Toleransi memang penting, tetapi kita perlu memperluas wilayah persatuan. Banyak nilai yang berada di atas toleransi, yaitu unity atau persatuan,” ujar Prof Nasaruddin Umar.

Persatuan Dinilai Menjadi Fondasi Indonesia Menghadapi Tantangan Global

Dukungan Mengalir, KH Matin Syarkowi Serukan Prabowo Tak Beri Ampun Koruptor Demi Selamatkan Rakyat

Menteri Agama menjelaskan bahwa Indonesia memiliki modal besar untuk membangun persatuan karena setiap agama memiliki banyak titik temu. Kesamaan tersebut dapat ditemukan dalam nilai kemanusiaan, sejarah, hingga kisah para nabi yang terdapat dalam kitab suci masing-masing agama.

Menurutnya, berbagai persamaan itu seharusnya menjadi perekat hubungan antarsesama warga negara. Dengan demikian, keberagaman tidak dipandang sebagai penghalang, melainkan menjadi kekuatan untuk menjaga keutuhan Indonesia.

Pesan tersebut mendapat perhatian para tokoh yang hadir dalam Rukun Festival, termasuk para pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) dari berbagai daerah.

UIN SMH Banten Dorong Penguatan Moderasi Beragama

Bagi Prof Muhammad Ishom, keikutsertaan dalam Rukun Festival bukan sekadar menghadiri agenda seremonial. Momentum tersebut menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam mendukung penguatan moderasi beragama, karakter kebangsaan, serta persatuan nasional.

Prabowo Suntik Semangat Harkopnas 2026, Koperasi Merah Putih Optimistis Jadi Lokomotif Baru Ekonomi Kerakyatan

Ia menegaskan bahwa kampus memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, spiritualitas yang baik, serta menghargai perbedaan.

Menurutnya, perguruan tinggi harus menjadi ruang lahirnya sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan global tanpa meninggalkan nilai kemanusiaan dan nilai ketuhanan.

“Momentum ini diharapkan mampu untuk terus memacu inovasi akademik global yang menyeimbangkan kedalaman ilmu dengan nilai-nilai ketuhanan guna melahirkan generasi masa depan yang unggul,” kata Prof Muhammad Ishom.

Pendidikan Berkarakter Jadi Kunci Daya Saing Bangsa

Prof Ishom menilai Rukun Festival dapat menjadi inspirasi bagi dunia pendidikan untuk terus menghadirkan inovasi pembelajaran. Perguruan tinggi diharapkan mampu memadukan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, serta pendidikan karakter dalam setiap proses pembelajaran.

Di IndoBuildTech Expo 2026, ACP SEVEN Tawarkan Panel Aluminium Premium dengan 117 Pilihan Desain untuk Bangunan Modern

Pendekatan tersebut diyakini mampu menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing di tingkat global sekaligus menjunjung tinggi nilai toleransi, persaudaraan, dan kemanusiaan.

Selain itu, kehadiran para pimpinan PTKIN dan PTKIS dalam kegiatan tersebut juga menunjukkan semakin kuatnya sinergi antarlembaga pendidikan tinggi keagamaan di Indonesia. Kolaborasi itu diharapkan melahirkan berbagai program yang mampu memperkuat moderasi beragama sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia nasional.

Rukun Festival Jadi Simbol Harmoni dalam Keberagaman

Rukun Festival menjadi ruang pertemuan tokoh agama, akademisi, pemerintah, dan berbagai elemen masyarakat untuk memperkuat semangat hidup berdampingan di tengah keberagaman Indonesia.

Melalui kegiatan tersebut, pemerintah ingin menegaskan bahwa kerukunan tidak cukup diwujudkan dengan menerima perbedaan. Seluruh elemen bangsa diajak membangun tujuan bersama sebagai bangsa Indonesia yang bersatu.

Pesan Menteri Agama sekaligus mempertegas bahwa persatuan harus menjadi fondasi utama dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Dengan semangat kebersamaan, keberagaman dapat menjadi kekuatan besar untuk membawa Indonesia menjadi bangsa yang lebih maju, damai, serta memiliki daya saing di tingkat global.***

× Advertisement
× Advertisement