Banten

RTAR XXII PMII Rayon Syariah UIN SMH Banten Resmi Dibuka, Momentum Lahirkan Pemimpin Baru dan Perkuat Kaderisasi

Suasana pelaksanaan RTAR XXII PMII Rayon Syariah Fakultas Syariah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten yang menjadi forum evaluasi kepengurusan sekaligus proses regenerasi kepemimpinan organisasi, Minggu, 12 Juli 2026
Suasana pelaksanaan RTAR XXII PMII Rayon Syariah Fakultas Syariah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten yang menjadi forum evaluasi kepengurusan sekaligus proses regenerasi kepemimpinan organisasi, Minggu, 12 Juli 2026

KILAS BANTEN – Pengurus Rayon PMII Fakultas Syariah UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten resmi menggelar Rapat Tahunan Anggota Rayon (RTAR) XXII yang dirangkaikan dengan penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus Masa Khidmat 2025-2026.

Agenda tahunan tersebut menjadi forum strategis untuk mengevaluasi kinerja organisasi sekaligus mempersiapkan regenerasi kepemimpinan demi keberlanjutan roda organisasi.

RTAR merupakan forum tertinggi di tingkat rayon. Seluruh anggota berkumpul untuk menilai pelaksanaan program kerja selama satu periode kepengurusan. Dalam forum tersebut, pengurus menyampaikan laporan mengenai berbagai program yang telah dijalankan, capaian yang berhasil diraih, hingga tantangan yang dihadapi selama masa bakti 2025-2026.

Selain menjadi ajang evaluasi, RTAR XXII juga menjadi ruang musyawarah bagi kader dalam merumuskan arah kebijakan organisasi pada periode berikutnya. Melalui forum ini, PMII Rayon Syariah menegaskan komitmennya untuk menjaga tata kelola organisasi yang demokratis, transparan, dan bertanggung jawab.

Ketua Pengurus Rayon PMII Fakultas Syariah UIN SMH Banten Masa Khidmat 2025-2026, Nisfu Ruwaihan, mengatakan satu periode kepengurusan telah memberikan pengalaman berharga bagi seluruh pengurus.

FTIK UIN SMH Banten Gebrak Kasemen, Sampah Disulap Jadi Ladang Cuan, Warga Diajak Selamatkan Lingkungan

Menurutnya, setiap proses yang dijalani menjadi bagian penting dalam membentuk karakter kader.

“Satu periode kepengurusan bukan hanya tentang seberapa banyak program yang terlaksana, tetapi tentang bagaimana setiap proses membentuk kita menjadi pribadi yang lebih matang dalam berorganisasi. Banyak dinamika, tantangan, dan keterbatasan yang kami hadapi, namun semua itu menjadi bagian dari perjalanan dan pembelajaran bersama,” ujar Nisfu, Minggu (12/7/2026).

Ia menjelaskan bahwa berbagai dinamika yang muncul selama menjalankan amanah organisasi justru menjadi bekal penting untuk melakukan perbaikan pada masa mendatang. Oleh karena itu, proses evaluasi melalui RTAR dinilai sebagai bagian yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas organisasi.

Menurut Nisfu, keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari banyaknya program kerja yang terlaksana. Lebih dari itu, keberhasilan juga tercermin dari kemampuan kader dalam belajar, beradaptasi, dan menjaga semangat kebersamaan selama menjalankan amanah organisasi.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus, kader, dan anggota yang telah memberikan kontribusi selama masa kepengurusan.

Fatayat NU Lebak Baiat 33 Kader Baru, Tekankan Penguatan Nilai Aswaja dan Kaderisasi

“Terima kasih kepada seluruh pengurus yang telah bertahan hingga akhir, tetap berproses, dan memberikan ruang serta waktu untuk Rayon Syariah. Semoga apa yang telah dilakukan menjadi catatan baik dan menjadi pijakan untuk kepengurusan selanjutnya agar dapat melanjutkan estafet perjuangan dengan lebih baik,” katanya.

Pelaksanaan RTAR XXII diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan baru yang memiliki semangat inovasi, integritas, dan tanggung jawab dalam menjalankan nilai-nilai Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia. Kepemimpinan baru juga diharapkan mampu menjawab tantangan organisasi yang semakin berkembang.

Forum tersebut sekaligus menjadi wadah memperkuat soliditas kader. Melalui diskusi dan evaluasi bersama, organisasi dapat menyusun program kerja yang lebih relevan dengan kebutuhan anggota serta mampu meningkatkan kualitas kaderisasi di lingkungan Fakultas Syariah UIN SMH Banten.

Di sisi lain, penyampaian Laporan Pertanggungjawaban menjadi bentuk akuntabilitas pengurus kepada seluruh anggota. Seluruh program yang telah dilaksanakan dipaparkan secara terbuka sehingga dapat dievaluasi bersama. Mekanisme tersebut menjadi landasan dalam menyusun kebijakan organisasi pada periode berikutnya agar lebih efektif dan tepat sasaran.

Berakhirnya RTAR XXII sekaligus menandai berakhirnya kepengurusan PMII Rayon Syariah UIN SMH Banten Masa Khidmat 2025-2026. Momentum ini menjadi awal perjalanan baru bagi organisasi untuk melanjutkan estafet kepemimpinan, memperkuat sistem kaderisasi, serta menjaga semangat perjuangan dalam membangun organisasi yang semakin profesional, adaptif, dan bermanfaat bagi seluruh kader maupun lingkungan kampus.***

Andra Soni: Kampung Cengkok Tangerang Disulap Jadi Kampung Percontohan, UMKM Melesat dan Pendidikan Makin Maju

× Advertisement
× Advertisement