Tangerang

Rahasia Sukses Kota Tangerang Jadi Sorotan, Gunung Mas Datang Belajar Formula 9 Tatanan Kota Sehat

×

Rahasia Sukses Kota Tangerang Jadi Sorotan, Gunung Mas Datang Belajar Formula 9 Tatanan Kota Sehat

Sebarkan artikel ini
Kepala Bappeda Kota Tangerang bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Gunung Mas saat kegiatan studi tiru program Kota Sehat di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang.
Kepala Bappeda Kota Tangerang bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Gunung Mas saat kegiatan studi tiru program Kota Sehat di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang.

KILAS BANTEN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang kembali membuktikan diri sebagai salah satu daerah yang menjadi rujukan nasional dalam pengembangan program Kota Sehat.

Keberhasilan tersebut menarik perhatian Pemerintah Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, yang datang melakukan studi tiru untuk mempelajari strategi penerapan sembilan tatanan Kota Sehat.

Kunjungan yang berlangsung di Patio Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tangerang pada Kamis, 1 Oktober 2026, menjadi wadah berbagi pengalaman mengenai tata kelola pembangunan yang telah mengantarkan Kota Tangerang meraih berbagai penghargaan bergengsi, termasuk Swasti Saba Wistara.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang, Yeti Rohaeti, menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut lahir dari komitmen pemerintah daerah dalam memasukkan seluruh indikator Kota Sehat ke dalam dokumen perencanaan pembangunan.

Menurut Yeti, sembilan tatanan Kota Sehat tidak hanya menjadi program pendukung, tetapi juga telah dimasukkan sebagai Indikator Kinerja Utama (IKU) dan indikator makro pembangunan daerah. Dengan skema tersebut, seluruh organisasi perangkat daerah memiliki tanggung jawab yang sama untuk mencapai target yang telah ditetapkan.

“Sembilan tatanan Kota Sehat diintegrasikan langsung ke dalam tugas pokok perangkat daerah dan mendukung indikator makro Kota Tangerang. Capaiannya berdampak pada peningkatan IPM, pertumbuhan ekonomi, serta penurunan angka pengangguran dan kemiskinan,” ujar Yeti.

Ia menegaskan, integrasi tersebut membuat pelaksanaan program menjadi lebih efektif karena melekat dalam setiap kebijakan pembangunan daerah. Dengan demikian, program Kota Sehat tidak berjalan sendiri, melainkan menjadi bagian dari strategi pembangunan yang berkelanjutan.

Baca Juga  Alarm Stunting di Jurumudi, Pemkot Tangerang Turun Tangan Salurkan Paket Gizi untuk 30 Balita

Keberhasilan Kota Tangerang juga tidak terlepas dari keterlibatan masyarakat. Ketua Forum Kota Tangerang Sehat (FKTS), Siti Rochayah, mengatakan budaya hidup bersih, sehat, dan ramah lingkungan telah menjadi kebiasaan warga hingga tingkat RT, RW, dan kelurahan.

“Program Kota Sehat tidak bisa hanya dijalankan oleh pemerintah, tetapi memerlukan peran serta masyarakat. Saat ini, budaya hidup bersih dan hijau sudah menjadi kesadaran dan kebiasaan warga hingga ke tingkat RT/RW dan kelurahan tanpa harus disuruh,” kata Siti.

Sementara itu, Bupati Gunung Mas, Jaya Samaya Monong, mengungkapkan bahwa Kota Tangerang dipilih sebagai tujuan studi tiru karena memiliki rekam jejak yang kuat dalam penerapan program Kota Sehat. Salah satu buktinya adalah keberhasilan meraih penghargaan Swasti Saba Wistara sebanyak empat kali berturut-turut.

Menurut Jaya, pengalaman Kota Tangerang menjadi referensi penting bagi pemerintah daerahnya dalam memperkuat implementasi sembilan tatanan Kota Sehat. Ia berharap konsep tersebut dapat diterapkan secara optimal sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami belajar sembilan tatanan Kota Sehat di Kota Tangerang untuk diterapkan di Kabupaten Gunung Mas. Harapannya, selain meraih penghargaan Swasti Saba, masyarakat kami dapat merasakan langsung manfaat lingkungan yang sehat,” ujar Jaya.

Melalui kunjungan tersebut, kedua pemerintah daerah berharap terjalin pertukaran pengetahuan yang mampu memperkuat implementasi program Kota Sehat di masing-masing wilayah. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas lingkungan, pelayanan publik, serta kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.***